JBNews.id — Apple dan Federal Trade Commission (FTC) mengeluarkan peringatan keras bagi pengguna iPhone terkait maraknya penipuan yang memanfaatkan fitur FaceTime. Modus ini mengincar data perbankan dan informasi pribadi korban melalui rekayasa sosial yang sistematis.
Fitur video call FaceTime yang memudahkan komunikasi kini menjadi celah baru bagi penjahat siber. Dalam artikel dukungan resminya, Apple menjelaskan bahwa penipu dapat menghubungi calon korban melalui panggilan telepon, FaceTime, SMS, atau email sambil berpura-pura sebagai petugas dari organisasi terpercaya.
Serangan rekayasa sosial ini umumnya memiliki pola yang sama. Korban awalnya menerima SMS tentang aktivitas mencurigakan terkait rekening bank atau kartu kredit miliknya. SMS tersebut meminta korban untuk menghubungi nomor telepon yang tertera di pesan. Penipu juga kadang menghubungi korban secara langsung dengan dalih meminta verifikasi tambahan.
Dari panggilan telepon itu, penipu kemudian meminta korban untuk beralih ke video call lewat FaceTime. Saat melakukan panggilan video, korban diminta untuk berbagi layar sambil mengakses rekening bank, memasukkan kode keamanan, dan mengirimkan uang ke penipu.
Menurut FTC, penipuan dengan modus institusi keuangan merupakan cara paling mudah bagi penjahat siber untuk memindahkan uang dari rekening korban ke rekening yang mereka kelola. Praktik serupa juga terjadi dalam skala global, seperti yang diungkap dalam laporan Interpol Sikat Sindikat yang menyita aset hingga Rp 4,7 triliun.
Baca Juga:
Modus Dukungan Teknis Palsu
Selain penipuan bermodus petugas bank, penipuan yang berkaitan dengan panggilan dukungan teknis palsu juga mulai beralih ke FaceTime. Korban awalnya menerima SMS yang mengklaim ada masalah di perangkatnya dan tim dukungan teknis dari produsen perlu segera turun tangan.
Saat melakukan panggilan FaceTime, korban akan diarahkan oleh penipu untuk berbagi layar dan mengubah pengaturannya. Hal ini memberikan kesempatan bagi penipu untuk menyarankan username dan password, atau melihatnya saat diketik oleh korban.
Modus serupa juga kerap ditemukan di platform lain. Pengguna perlu mewaspadai berbagai taktik penipuan digital, termasuk Modus Drama China dan teknik menebak gambar yang kini mulai marak digunakan.
Cara Melaporkan dan Melindungi Diri
Ketika menemukan panggilan telepon atau FaceTime mencurigakan, perlu diingat bahwa petugas bank dan karyawan Apple resmi tidak pernah menghubungi pengguna untuk meminta password, kode verifikasi, atau informasi sensitif lainnya.
“Jika Anda menerima panggilan FaceTime yang mencurigakan (misalnya dari nomor yang tampak seperti bank atau lembaga keuangan), email screenshot informasi panggilan tersebut ke reportfacetimefraud@apple.com,” tulis Apple di laman dukungannya, seperti dikutip dari Malwarebytes, Senin (20/7/2026).
Agar terhindar dari penipuan berbasis FaceTime dan video call lainnya, pengguna disarankan untuk tidak pernah membagikan layar atau share screen dengan nomor yang tidak dikenal. Jangan pernah memberikan password atau kredensial lainnya saat melakukan FaceTime.
Jika dipaksa mengirimkan uang dengan tergesa-gesa atau mengklaim akan melindungi uang kalian, segera tutup telepon. Jika menerima SMS mencurigakan terkait rekening bank, hubungi bank secara langsung dan jangan lewat nomor telepon tidak dikenal yang tercantum di SMS.
Langkah pencegahan juga perlu diterapkan di platform lain. Misalnya, pengguna WhatsApp perlu memahami risiko keamanan terkait Fitur Username WhatsApp yang dikhawatirkan meningkatkan potensi kejahatan siber di India.
Penipuan FaceTime ini menjadi pengingat bahwa teknologi komunikasi yang memudahkan juga bisa menjadi celah bagi penjahat siber. Kewaspadaan pengguna menjadi lapisan pertahanan terdepan untuk melindungi data dan keuangan pribadi.
Bagi pengguna iPhone, memahami pola penipuan dan mengikuti pedoman keamanan dari Apple adalah langkah penting. Jangan ragu untuk melaporkan panggilan mencurigakan ke alamat email resmi yang disediakan Apple agar tindakan cepat dapat diambil.




