Telkom Resmikan Nongsa-Changi Cable, Konektivitas RI-Singapura Makin Kuat

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Peresmian pendaratan Nongsa Changi Cable oleh TelkomGroup di Batam
  • TelkomGroup melalui Telin meresmikan pendaratan Nongsa Changi Cable (NCC) di Batam pada 20 Juli 2026.
  • Kabel bawah laut sepanjang 50 km menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Singapura.
  • Kapasitas kabel mencapai lebih dari 1,6 petabyte per detik dengan latensi di bawah 2 milidetik.
  • Ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026 untuk memperkuat konektivitas digital dan ekonomi digital RI-Singapura.
  • Mendapat apresiasi dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil PM Singapura Gan Kim Yong.
  • Kehadiran NCC diharapkan memperkuat ekosistem digital Batam, menarik investor, dan mengembangkan talenta lokal.

JBNews.id, Batam — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), bersama Nongsa Digital Park dan BW Digital meresmikan pendaratan Nongsa Changi Cable (NCC) di Beach Manhole Taman Nongsa Indah Village (TNIV), Batam, pada Senin (20/7). Kabel bawah laut sepanjang 50 kilometer ini menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Singapura melalui jalur terpendek melintasi Selat Singapura, menandai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas digital antara Indonesia dan Singapura.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa pendaratan kabel Nongsa Changi merupakan tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur digital Indonesia. “Hari ini kita merayakan keberhasilan pendaratan Nongsa Changi Cable (NCC). Sebuah tonggak penting yang mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Singapura untuk memajukan ekosistem digital yang lebih terhubung, tangguh, dan siap menghadapi masa depan di kawasan ini,” ujar Dian dalam acara Nongsa Changi Cable Landing Ceremony.

Nongsa-Changi Cable merupakan bagian dari inisiatif Indonesia Cable Express (ICE) yang dikembangkan oleh Telin bersama BW Digital dan didukung oleh Nongsa Digital Park. Kabel bawah laut ini ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas dan memperkuat ekosistem konektivitas digital nasional maupun internasional untuk menjawab kebutuhan masa depan.

“Kabel ini ditargetkan mulai beroperasi pada bulan September. Tujuannya adalah agar konektivitas antara Batam dan Singapura menjadi lebih baik. Dan dengan adanya NCC ini, diharapkan kita juga bisa memperkuat kerja sama Indonesia dan Singapura, termasuk kerja sama ekonomi digital,” ucap Dian.

Apresiasi dari Pemerintah RI dan Singapura

Peresmian Nongsa-Changi Cable mendapat apresiasi dari pemerintah Indonesia dan Singapura. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menilai infrastruktur kabel bawah laut ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koridor digital Indonesia dan Singapura. “Infrastruktur ini adalah fondasi fisik dari koridor digital baru. Dengan kapasitas lebih dari 1,6 petabyte dan waktu kurang dari 2 milidetik, menurut saya ini sangat luar biasa,” ungkap Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, transformasi digital Indonesia terus didorong melalui pembangunan infrastruktur digital. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 235,26 juta pengguna internet dengan 99,5 juta pelanggan fixed broadband, menjadikannya salah satu pasar digital terbesar di Asia. Ia berharap kehadiran ekosistem digital tersebut dapat memperkuat konektivitas kawasan, memperluas kerja sama ekonomi digital, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Mari kita bangun koridor digital ini, bukan hanya dengan kabel dan data, tetapi dengan kepercayaan, kemitraan, dan visi bersama. Sehingga manfaat ini tidak hanya menjangkau Indonesia dan Singapura, tetapi seluruh kawasan ASEAN dan sekitarnya,” ungkapnya.

Senada, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, mengungkapkan bahwa kehadiran Nongsa Changi Cable menandai semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan infrastruktur digital. “Seiring ekonomi yang semakin digital, infrastruktur digital kini menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bisnis yang mengembangkan aplikasi AI, mengoperasikan layanan cloud, atau menjalankan fasilitas manufaktur canggih, semuanya bergantung pada kemampuan untuk memindahkan data secara aman, andal, dan dengan penundaan (delay) minimal,” katanya.

“Itulah mengapa proyek seperti Nongsa Changi Cable sangat penting. Kabel ini akan menyediakan kapasitas tambahan lebih dari 1,6 petabyte per detik dan menghubungkan Batam dan Singapura dengan latensi di bawah 2 milidetik. Ini akan mendukung pertumbuhan pusat data dan layanan digital di Batam dan membantu bisnis beroperasi lintas batas,” sambungnya.

Perkuat Fondasi Ekosistem Digital Batam

Pada kesempatan yang sama, CEO Nongsa Digital Park, Mike Wiluan, menilai kehadiran Nongsa-Changi Cable menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem digital di Batam. Menurutnya, infrastruktur digital kini tidak lagi sekadar menjadi penunjang teknologi, tetapi telah menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional.

“Infrastruktur digital kini menjadi infrastruktur ekonomi dan nasional. Fondasi yang memungkinkan bisnis untuk berkembang, talenta untuk maju, ide untuk menyebar, dan komunitas untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital global,” paparnya.

“Dengan hadirnya NCC, dampaknya melampaui sekadar infrastruktur. Ekosistem digital yang lebih kuat akan membantu mengembangkan talenta lokal, menarik perusahaan teknologi, startup, investor, dan innovator ke Batam, serta menciptakan peluang nyata bagi generasi muda Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir pada Cable Landing Ceremony antara lain, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Hotmangaraja Panjaitan; Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura; Managing Director Business-2 Danantara, Setyanto Hantoro; Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kartika Listriana; Direktur Wholesale & Internasional Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba; Chairman BW Group, Andreas Sohmen Pao; CEO Citramas Group, Kris Wiluan; dan Chief Executive Officer Telin, Abdul Rahman Ansyori serta para mitra stakeholder.

Dengan kapasitas lebih dari 1,6 petabyte per detik dan latensi di bawah 2 milidetik, Nongsa-Changi Cable menjadi infrastruktur digital yang akan mendukung pertumbuhan pusat data dan layanan digital di Batam. Kehadiran kabel ini juga membantu bisnis beroperasi lintas batas dengan lebih efisien, memperkuat posisi Batam sebagai hub digital kawasan, dan membuka peluang baru bagi talenta lokal serta investor global.