JBNews.id — Samsung mengungkapkan bahwa banyak pengguna Galaxy Z Flip yang beralih ke Galaxy Z Fold 8 pada tahun ini. Jumlah pemilik Galaxy Z Flip yang melakukan upgrade ke Galaxy Z Fold mencapai tiga kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya, menurut laporan yang dibagikan Samsung kepada 9to5Google.
Kehadiran Galaxy Z Fold 8 series dengan desain baru menjadi pendorong utama perpindahan ini. Samsung mencatat angka pre-order tertinggi untuk Galaxy Z series setelah peluncuran Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8. Meski tidak mengungkap angka spesifik, perusahaan menyebut tren perpindahan ini signifikan.
Faktor utama yang mendorong peralihan ini adalah form factor baru Galaxy Z Fold 8. Desainnya menawarkan ukuran lebih ringkas tanpa batasan ala Flip, sekaligus dapat dibuka untuk menampilkan layar yang lebih luas. Kombinasi ini dinilai menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang sebelumnya memilih perangkat clamshell.
Baca Juga:
Pre-Order Naik 30 Persen
Khusus untuk Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung mengatakan pre-order naik 30% dibandingkan Galaxy Z Fold 7. Lonjakan ini menunjukkan respons positif pasar terhadap perubahan desain yang diusung Samsung pada generasi terbaru.
Sekitar setengah dari seluruh pre-order, baik melalui operator maupun ritel, ditujukan untuk Galaxy Z Fold 8 yang desainnya lebih lebar. Permintaan yang tinggi membuat Galaxy Z Fold 8 warna Pistachio sudah habis dipesan di toko online resmi Samsung.
Warna Graphite menjadi pilihan paling populer untuk Galaxy Z Fold 8 series. Sementara itu, trio warna hijau—Green Shadow untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra, Pistachio untuk Galaxy Z Fold 8, dan Mint untuk Galaxy Z Flip 8—populer di kalangan anak muda.

Ekosistem Galaxy Watch Ikut Terdorong
Data lain yang menarik adalah sekitar 25% konsumen yang melakukan pre-order Galaxy Z Fold atau Galaxy Z Flip baru tahun ini juga membeli Galaxy Watch sebagai pelengkap. Angka ini menunjukkan efek ekosistem yang kuat dari lini produk foldable Samsung.
Melihat angka pre-order yang melampaui perkiraan, Samsung memandang masa depan pasar ponsel layar lipat secara optimis. Perusahaan memperkirakan pasar ponsel layar lipat global akan tumbuh hingga lebih dari 20% tahun depan, dan meningkat hingga lebih dari dua kali lipat pada tahun 2028.
Proyeksi pertumbuhan ini sejalan dengan strategi Samsung yang terus mengembangkan teknologi Flex Titanium pada perangkat lipatnya. Inovasi material ini menjadi pembeda utama Galaxy Z Fold 8 dibandingkan pendahulunya.
Kesuksesan pre-order ini juga menjadi sinyal positif bagi pasar Indonesia. Samsung sebelumnya telah menunjukkan komitmennya terhadap pasar Tanah Air melalui berbagai program, termasuk pengumuman pemenang lucky draw untuk pelanggan setianya.
Bagi konsumen yang menunggu perangkat Samsung lainnya, perusahaan juga tengah mempersiapkan lini produk baru. Samsung telah mengonfirmasi rencana rilis Galaxy S26 FE pada akhir 2026, menambah daftar panjang inovasi yang akan hadir.
Dengan tren perpindahan pengguna dari Galaxy Z Flip ke Galaxy Z Fold 8, Samsung tampaknya berhasil membaca kebutuhan pasar. Konsumen menginginkan perangkat yang ringkas namun tetap menawarkan layar luas saat dibutuhkan—kombinasi yang kini hanya dimiliki Galaxy Z Fold 8.
Ke depannya, Samsung diperkirakan akan terus mengoptimalkan desain foldable-nya. Proyeksi pertumbuhan pasar yang mencapai dua kali lipat pada 2028 menjadi modal bagi Samsung untuk mempertahankan dominasinya di segmen ponsel layar lipat.
Bagi pengguna Galaxy Z Flip yang masih ragu, data pre-order ini bisa menjadi pertimbangan. Pengalaman pengguna yang beralih menunjukkan bahwa Galaxy Z Fold 8 menawarkan nilai lebih tanpa mengorbankan kepraktisan.
Samsung juga terus meningkatkan pengalaman pengguna melalui kemitraan konten. Baru-baru ini, perusahaan menghadirkan HDR10 Plus Advanced di Prime Video, memperkaya pengalaman menonton di perangkat Galaxy.
Dengan semua faktor ini, tidak mengherankan jika Galaxy Z Fold 8 menjadi salah satu perangkat paling diminati tahun ini. Rekor pre-order yang pecah di sejumlah negara menjadi bukti nyata bahwa inovasi desain Samsung mendapat sambutan positif dari pasar global.




