Pendiri Apple Jual Kalkulator dan Mobil untuk Modal Apple-1

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Komputer Apple-1 pertama yang siap dilelang dengan nilai sejarah tinggi
  • Steve Jobs dan Steve Wozniak menjual kalkulator HP-65 dan mobil van Volkswagen untuk mendanai prototipe Apple-1
  • Wozniak menjual kalkulator seharga USD 500, Jobs menjual mobil van seharga beberapa ratus dolar AS
  • Paul Terrell dari Byte Shop membeli 50 papan Apple-1 seharga USD 500 per unit dengan syarat sudah dirakit penuh
  • Apple-1 dipasarkan dengan harga unik USD 666,66 berdasarkan keuntungan sepertiga di atas harga grosir
  • Apple-1 sebenarnya dirancang di apartemen Wozniak dan bilik kerjanya di HP, bukan di garasi
  • Hanya 200 papan Apple-1 diproduksi sebelum fokus beralih ke Apple II
  • Prototipe Apple-1 terjual USD 2,75 juta pada perayaan 50 tahun Apple tahun 2026

JBNews.id, Jakarta — Steve Jobs dan Steve Wozniak, dua pendiri Apple, terpaksa menjual barang berharga mereka — sebuah kalkulator dan mobil van — untuk mengumpulkan dana guna membangun prototipe komputer pertama mereka, Apple-1. Keputusan finansial ekstrem ini menjadi fondasi bagi lahirnya salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.

Wozniak, yang saat itu sudah berkontribusi dalam pengembangan game Breakout untuk Atari, menjual kalkulator ilmiah HP-65 miliknya seharga USD 500. Namun, ia kemudian mengingat bahwa pembelinya hanya membayar separuh dari harga tersebut. Di sisi lain, Jobs menjual mobil van Volkswagen miliknya dengan harga beberapa ratus dolar AS, yang memaksanya beralih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari.

Dana yang terkumpul dari penjualan dua barang tersebut digunakan untuk memesan papan sirkuit cetak profesional pertama mereka. Peluang besar datang ketika Paul Terrell, pemilik Byte Shop di Mountain View, setuju membeli 50 papan Apple-1 seharga USD 500 per unit. Syaratnya, perangkat harus tiba dalam kondisi sudah dirakit penuh, bukan sebagai perangkat bongkar pasang yang harus disolder sendiri oleh pelanggan.

Harga Unik dan Mitos Garasi Apple

Apple-1 kemudian dipasarkan dengan harga USD 666,66. Angka yang tidak biasa ini ditetapkan berdasarkan keuntungan sepertiga di atas harga grosir USD 500. Wozniak juga mengakui bahwa ia kebetulan menyukai deretan angka yang berulang. Meskipun banyak kisah legendaris menyebutkan Apple bermula dari sebuah garasi, Wozniak mengungkapkan bahwa Apple-1 sebenarnya dirancang, diuji, dan diperbaiki kodenya di apartemennya di Cupertino serta di bilik kerjanya di Hewlett-Packard.

Garasi keluarga Jobs baru berperan belakangan, yakni ketika teman-teman mereka berkumpul untuk membantu memasang chip, menguji papan yang sudah selesai dirakit, dan mempersiapkannya untuk pengiriman. Kisah perjuangan pendiri Apple ini mengingatkan pada kekacauan di xAI yang juga diwarnai dinamika internal yang kompleks.

Spesifikasi Apple-1 dan Debut Publik

Pada Juli 1976, Apple-1 dipamerkan secara publik di Homebrew Computer Club di Palo Alto, California. Dengan harga yang ditawarkan saat itu, para pembeli mendapatkan motherboard rakitan dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Prosesor MOS Technology 6502 dengan kecepatan sekitar 1MHz
  • RAM 4KB dan sirkuit yang mampu menampilkan 40 kolom kali 24 baris teks pada monitor komposit
  • Paket penjualan awal tidak termasuk keyboard, catu daya, layar, casing, dan media penyimpanan
  • Tersedia opsi antarmuka kaset tambahan untuk memuat program, termasuk interpreter BASIC buatan Wozniak

Hanya sekitar 200 papan Apple-1 yang diproduksi sebelum perusahaan beralih fokus pada pengembangan Apple II yang lebih disempurnakan. Unit Apple-1 yang masih bertahan hingga saat ini rutin terjual dengan harga di kisaran ratusan ribu dolar AS di balai lelang. Papan sirkuit yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi bisa laku jauh lebih mahal.

Pada awal tahun 2026, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50 Apple, sebuah prototipe papan Apple-1 generasi sangat awal sukses terjual seharga USD 2,75 juta. Nilai pengembalian ini sangat luar biasa untuk sebuah ide revolusioner yang pada awalnya hanya didanai dengan bermodalkan kalkulator dan sebuah mobil van. Fenomena serupa juga pernah terjadi ketika bocah SD Boyolali temukan celah keamanan NASA dan mendapatkan apresiasi, menunjukkan bahwa inovasi bisa datang dari mana saja.

Kisah pendiri Apple ini menjadi bukti bahwa keterbatasan dana bukanlah halangan untuk menciptakan inovasi besar. Dengan tekad dan keyakinan pada ide mereka, Jobs dan Wozniak berhasil mengubah dua barang sederhana menjadi fondasi kerajaan teknologi global.