Pendapatan Data Center AMD Naik 107 Persen di Kuartal II 2026

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Slide presentasi laporan keuangan AMD kuartal II 2026 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan data center
  • Pendapatan data center AMD mencapai $6,7 miliar di Q2 2026, naik 107 persen year-over-year
  • Total pendapatan AMD mencapai rekor $11,5 miliar, tumbuh 50 persen dari tahun lalu
  • Segmen data center kini berkontribusi 58 persen dari total pendapatan perusahaan
  • CEO Lisa Su memproyeksikan pendapatan data center tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2027
  • Pendapatan gaming turun 31 persen menjadi $779 juta akibat kenaikan harga komponen
  • Segmen klien tumbuh 23 persen berkat penjualan prosesor Ryzen
  • AMD menegaskan AI sebagai pendorong utama ekspansi permintaan komputasi

JBNews.id — Pendapatan segmen data center AMD mencapai $6,7 miliar pada kuartal II 2026, melonjak 107 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh permintaan kapasitas kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat. Angka ini naik dari $5,8 miliar yang tercatat pada kuartal sebelumnya, sekaligus menegaskan posisi AMD sebagai pemain utama di pasar infrastruktur AI global.

Kinerja impresif ini diumumkan dalam laporan laba perusahaan yang dirilis pada Selasa (4/8/2026). Total pendapatan AMD mencapai rekor $11,5 miliar, tumbuh 50 persen year-over-year. Segmen data center kini berkontribusi 58 persen dari total pendapatan perusahaan, sebuah sinyal kuat bahwa bisnis AI telah menjadi mesin pertumbuhan utama AMD.

Proyeksi Pertumbuhan Berlanjut hingga 2027

Dalam konferensi pers setelah rilis laporan keuangan, CEO AMD Lisa Su menyatakan optimisme berkelanjutan. Ia mengatakan perusahaan memperkirakan “pendapatan segmen data center akan tumbuh lebih dari dua kali lipat year-over-year pada 2027.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

CFO AMD Jean Hu menegaskan dalam pernyataan tertulisnya, “Pendapatan meningkat 50 persen year-over-year menjadi rekor $11,5 miliar, didorong oleh kekuatan berkelanjutan dalam bisnis Data Center kami, yang mewakili 58 persen dari pendapatan perusahaan pada kuartal ini.” Data ini memperkuat narasi bahwa AMD kini bertransformasi dari perusahaan semikonduktor tradisional menjadi pemasok infrastruktur komputasi AI skala besar.

Pertumbuhan ini sejalan dengan tren global di mana kebutuhan komputasi AI mendorong belanja modal besar-besaran di pusat data. Perusahaan-perusahaan teknologi besar terus berekspansi kapasitas untuk memenuhi permintaan pelatihan dan inferensi model AI, dan AMD berada di posisi yang tepat untuk menangkap peluang tersebut.

Baca Juga:

Penurunan di Sektor Gaming

Di sisi lain, AMD mencatat penurunan signifikan pada segmen gaming. Pendapatan gaming turun 31 persen dibandingkan tahun lalu menjadi $779 juta. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga komponen dan kelangkaan pasokan yang memperlambat penjualan konsol Xbox Series X/S, PlayStation 5, dan Steam Deck milik Valve.

Lisa Su menjelaskan kepada para analis dalam panggilan konferensi, “Pendapatan grafis gaming juga menurun year-over-year, karena biaya komponen yang lebih tinggi di seluruh industri berkontribusi pada harga kartu grafis yang lebih tinggi dan membebani permintaan secara keseluruhan.” Penjelasan ini mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi biaya di rantai pasokan semikonduktor masih menjadi tantangan nyata bagi industri gaming.

Meskipun demikian, bisnis PC dan gaming secara keseluruhan AMD masih tumbuh enam persen dibandingkan tahun lalu. Segmen klien mencatat pertumbuhan 23 persen berkat penjualan prosesor Ryzen yang solid. Ini menunjukkan bahwa meskipun segmen gaming menurun, permintaan untuk PC secara umum tetap sehat.

Kontras antara pertumbuhan data center dan penurunan gaming menggambarkan pergeseran strategis yang sedang terjadi di tubuh AMD. Perusahaan kini mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan produk AI dan infrastruktur data center, sementara segmen gaming menghadapi tekanan pasar yang lebih luas.

AI sebagai Katalis Utama

Lisa Su menegaskan bahwa kecerdasan buatan menjadi pendorong utama ekspansi permintaan komputasi di semua pasar AMD. “AI mendorong ekspansi signifikan dalam permintaan komputasi di semua pasar kami, dan portofolio kepemimpinan kami serta visibilitas pelanggan yang meningkat menempatkan kami dalam posisi yang sangat baik untuk menangkap peluang yang berkembang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memberikan pertumbuhan pendapatan dan laba yang substansial di tahun-tahun mendatang. Pernyataan ini sejalan dengan strategi AMD yang agresif dalam mengembangkan lini produk akselerator AI untuk bersaing dengan pemain dominan di pasar.

Fenomena pertumbuhan pesat pendapatan data center ini bukan hanya terjadi di AMD. Industri teknologi secara luas tengah berlomba membangun kapasitas komputasi AI. Di Indonesia, perusahaan telekomunikasi seperti Telkom juga melaporkan pendapatan yang solid pada semester I 2026, menunjukkan bahwa permintaan infrastruktur digital terus meningkat di berbagai lini bisnis.

Implikasi bagi Industri dan Konsumen

Pertumbuhan pendapatan data center AMD sebesar 107 persen memiliki implikasi luas bagi industri teknologi global. Pertama, ini menegaskan bahwa belanja infrastruktur AI belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Kedua, persaingan di pasar akselerator AI akan semakin ketat, yang pada akhirnya dapat mendorong inovasi dan penurunan harga.

Bagi konsumen, penurunan pendapatan gaming AMD mencerminkan realitas bahwa harga kartu grafis masih tinggi akibat biaya komponen yang mahal. Kondisi ini serupa dengan dinamika pasar yang memengaruhi berbagai produk teknologi, termasuk perangkat-perangkat baru yang mengandalkan komponen canggih.

Ke depan, AMD tampaknya akan terus memprioritaskan segmen data center sebagai motor utama pertumbuhan. Dengan proyeksi pertumbuhan yang berlanjut hingga 2027, perusahaan ini berada di jalur yang kuat untuk memanfaatkan gelombang permintaan AI yang sedang berlangsung. Bagi para pelaku industri dan investor, sinyal ini penting untuk membaca arah pasar semikonduktor dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, tantangan tetap ada. Tekanan biaya komponen yang memengaruhi segmen gaming bisa menjadi indikator bahwa rantai pasokan semikonduktor global belum sepenuhnya stabil. AMD perlu menyeimbangkan antara memaksimalkan peluang di segmen AI sambil tetap menjaga daya saing di pasar gaming dan PC.

Dengan data yang ada, AMD menunjukkan fundamental bisnis yang kuat dengan diversifikasi pendapatan yang semakin condong ke infrastruktur AI. Keputusan strategis perusahaan dalam merespons permintaan AI akan menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjangnya di tengah persaingan global yang semakin sengit.