JBNews.id — Pencurian kabel tembaga di proyek pembangunan pusat data (data center) meningkat drastis, dengan satu kasus mencatat kerugian mencapai USD 1,3 juta atau setara lebih dari Rp20 miliar. Sebuah trailer berisi kabel tembaga senilai USD 300.000 dilaporkan dicuri di Alabama, Amerika Serikat, sebelum akhirnya ditemukan oleh aparat penegak hukum di wilayah Chicago pekan lalu.
Insiden ini bukanlah kasus tunggal. Dalam peristiwa terpisah, trailer lain yang membawa perlengkapan infrastruktur data center senilai USD 1 juta juga dilaporkan hilang di Jacksonville, Florida. Polisi menduga kedua aksi tersebut merupakan upaya terkoordinasi untuk membawa barang curian ke Illinois. Sementara itu, laporan dari Canadian Press menyebutkan hampir USD 5 juta dalam bentuk tembaga dan perangkat elektronik lenyap saat dalam perjalanan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana maraknya pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) telah menjadi ladang subur bagi sindikat pencurian kargo. Pelaku tidak hanya menyasar chip AI yang sulit didapatkan, tetapi juga peralatan pendingin dan, yang paling utama, kabel tembaga. Harga komoditas ini melonjak signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menjadikannya target utama pencurian.
Menurut data dari US Department of Homeland Security, pencurian kargo secara total menyebabkan kerugian sekitar USD 35 miliar per tahun. Angka ini terus membesar seiring dengan meningkatnya volume pengiriman barang berharga untuk proyek-proyek teknologi besar. Sementara itu, Xbox Kembali ke strategi eksklusif yang juga memicu perdebatan di industri hiburan.
Modus Operandi Semakin Canggih
Kepala operasi perusahaan penilai risiko Verisk CargoNet, Keith Lewis, mengungkapkan bahwa pencurian kargo di era AI kini menjadi aksi yang sangat terorganisir. “Para pelaku kejahatan ini pandai dalam hal pemasaran,” ujar Lewis kepada Canadian Press. “Sekarang ini jauh lebih strategis, jauh lebih terarah. Mereka tahu barang apa yang sedang panas dan apa yang laku dijual.”
Pernyataan Lewis diperkuat dengan data dari CargoNet yang mencatat lonjakan kejahatan rantai pasok sebesar 60 persen tahun lalu di Kanada dan Amerika Serikat, dengan total kerugian mencapai hampir USD 725 juta. “Dengan munculnya pusat data AI, banyak komponen untuk pusat data tersebut yang dicuri: rak server, RAM, tembaga,” tambah Lewis. “Harganya naik karena permintaannya naik.”
Ilustrasi situasi ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini, yang menggambarkan seorang penyusup bertopeng dengan linggis di dalam pusat data.

Dampak bagi Industri dan Publik
Meskipun pencurian ini terutama merugikan perusahaan konstruksi dan pemilik proyek, dampaknya juga dirasakan oleh publik. Protes masyarakat terhadap pembangunan pusat data di berbagai wilayah AS telah menjadi isu bipartisan yang dapat memengaruhi pemilu paruh waktu mendatang. Ironisnya, di saat publik menolak kehadiran fasilitas ini, para pencuri justru menyambut baik masuknya barang-barang berharga yang diangkut.
Kenaikan harga elektronik dan komoditas seperti tembaga semakin memperparah situasi. Sindikat pencuri kargo kini bekerja dengan sangat profesional, memanfaatkan celah dalam rantai pasok yang panjang dan kompleks. Mereka tidak lagi bekerja secara acak, melainkan melakukan pengintaian dan perencanaan matang terhadap target bernilai tinggi.
Implikasi Faktual
Bagi para pelaku bisnis dan investor di sektor infrastruktur digital, lonjakan pencurian ini menjadi sinyal peringatan. Biaya keamanan rantai pasok harus ditingkatkan secara signifikan, terutama untuk proyek-proyek yang melibatkan material bernilai tinggi seperti tembaga dan chip AI. Asuransi kargo juga diprediksi akan mengalami kenaikan premi.
Bagi publik, terutama di kawasan Jawa Barat dan Banten yang tengah gencar membangun pusat data, fenomena ini menjadi pelajaran berharga. Keamanan logistik dan pengawasan ketat terhadap pergerakan material konstruksi harus menjadi prioritas utama untuk mencegah kerugian serupa. Tanpa antisipasi yang matang, proyek-proyek strategis ini bisa mengalami keterlambatan dan pembengkakan biaya yang pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.




