Openai Tunda Rilis GPT-5.6 Atas Permintaan Gedung Putih

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
OpenAI tunda rilis GPT-5.6 atas permintaan Gedung Putih untuk keamanan siber
  • OpenAI menunda rilis GPT-5.6 atas permintaan Gedung Putih terkait keamanan siber
  • Model akan hadir dalam tiga varian: Sol (paling canggih), Terra (menengah), dan Luna (cepat/terjangkau)
  • Penundaan terjadi setelah perintah eksekutif Trump tentang proses sukarela berbagi model AI
  • Anthropic juga mengalami perselisihan serupa dengan pemerintah AS
  • OpenAI berharap dapat merilis model secara luas dalam beberapa pekan mendatang
  • Perusahaan mengkritik proses ini tetapi mengambil langkah jangka pendek demi ketersediaan lebih luas

JBNews.id — OpenAI menunda peluncuran model AI generasi terbarunya, GPT-5.6, atas permintaan pemerintahan Presiden Trump. Perusahaan kecerdasan buatan itu menyatakan keyakinannya bahwa penundaan ini hanya bersifat sementara dan berharap dapat merilis model tersebut secara luas dalam beberapa pekan mendatang.

Keputusan ini diambil setelah Gedung Putih meminta OpenAI untuk membatasi ketersediaan model AI tercanggihnya. Langkah tersebut menciptakan ketidakpastian bagi laboratorium AI Amerika Serikat lainnya, terutama setelah insiden serupa terjadi pada Anthropic dua pekan sebelumnya.

Dalam sebuah unggahan blog, OpenAI menuliskan ketidaksetujuannya terhadap proses ini. “Kami tidak percaya proses akses pemerintah seperti ini harus menjadi kebijakan jangka panjang. Ini menghalangi alat terbaik dari pengguna, pengembang, perusahaan, pembela siber, dan mitra global yang membutuhkannya,” tulis perusahaan tersebut.

OpenAI menegaskan langkah ini diambil sebagai jalan terkuat menuju ketersediaan yang lebih luas dalam waktu dekat, sambil bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan kerangka kerja Eksekutif Order siber dan proses yang dapat diulang untuk rilis model di masa depan.

Latar Belakang Kebijakan

Awal bulan ini, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan mengatasi kekhawatiran keamanan siber model AI baru yang kuat. Perintah tersebut menyatakan bahwa Gedung Putih akan menciptakan “proses sukarela” bagi laboratorium AI untuk berbagi model mereka dengan pemerintah 30 hari sebelum rilis yang lebih luas.

Mandat tersebut mencakup pengecualian, yang menyatakan bahwa pemerintah AS tidak akan mengubah proses sukarelanya menjadi rezim lisensi de facto untuk rilis model AI. Namun, dalam briefing hari Jumat, eksekutif OpenAI mengatakan kerangka kerja sukarela tersebut belum ada.

Akibatnya, laboratorium AI terdepan berada dalam periode interim yang aneh, di mana bekerja sama dengan pemerintah AS dalam peluncuran model AI tampaknya tidak sepenuhnya sukarela. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa Anthropic masih mengalami perselisihan yang belum terselesaikan dengan Gedung Putih.

Dampak pada Industri AI

Gedung Putih meminta OpenAI untuk menunda rilis model AI hanya dua pekan setelah mengirimkan arahan kontrol ekspor ke Anthropic. Arahan tersebut mendorong Anthropic untuk mengambil model AI tercanggihnya dari semua pelanggan. Perselisihan Anthropic dengan Gedung Putih masih belum terselesaikan, dan beberapa karyawan perusahaan itu sendiri masih dilarang menggunakan model AI tercanggih mereka.

Selama dua tahun terakhir, pemerintahan Trump berupaya membersihkan regulasi dan hambatan birokrasi yang dapat menghambat inovasi AI Amerika dan berpotensi merugikan daya saing negara dengan China. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Gedung Putih semakin khawatir tentang kemampuan keamanan siber model AI baru dan berusaha mengatasi masalah tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada WIRED bahwa pemerintahan terus berkolaborasi dengan laboratorium AI terdepan. OpenAI berencana memperluas kelompok pelanggan yang dapat berbagi GPT-5.6 pada pekan depan, termasuk beberapa mitra internasional.

Eksekutif OpenAI mengatakan bahwa mereka tidak dapat membagikan detail tentang bagaimana tepatnya Gedung Putih menyetujui pelanggan ini—perusahaan hanya mengirimkan daftar ke pemerintah AS dan kemudian mendapat umpan balik.

Varian Model GPT-5.6

OpenAI mengatakan model AI GPT-5.6 akan hadir dalam tiga varian: Sol, versi model yang paling mampu; Terra, varian tingkat menengah; dan Luna, versi cepat dan terjangkau. Perusahaan menyebut GPT-5.6 Sol adalah model paling mampu mereka dalam tolok ukur yang menguji kemampuan keamanan siber, biologi, dan agen.

Seiring dengan kemampuan baru ini, OpenAI mengatakan telah memiliki “lapisan pengaman berlapis” yang bertujuan menghentikan aktor jahat menggunakan model AI untuk serangan siber, di antara perilaku berbahaya lainnya.

Perkembangan ini terjadi di tengah berbagai dinamika industri yang menarik. Seperti diberitakan sebelumnya, Amazon Hentikan Film OpenAI sementara Google menggelontorkan investasi besar ke A24. Di sisi lain, OpenAI Luncurkan Patch the Planet untuk meningkatkan keamanan open source.

Ketegangan antara pemerintah AS dan laboratorium AI terdepan menciptakan preseden baru dalam regulasi teknologi. Bagi pelaku industri dan pengguna, situasi ini berarti akses ke model AI tercanggih akan semakin terkontrol dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada keputusan perusahaan pengembang.