JBNews.id — OnePlus dan perusahaan induknya, Oppo, dikabarkan akan mengumumkan dalam waktu dekat bahwa merek OnePlus akan meninggalkan pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Keputusan ini, jika terealisasi, akan mengakhiri bulan-bulan spekulasi tentang masa depan perusahaan yang sempat menjadi favorit para penggemar teknologi.
Kabar ini pertama kali muncul melalui terjemahan mesin dari laporan WinFuture. Sebelumnya, pada Januari lalu, Android Headlines melaporkan bahwa OnePlus sedang dalam proses “dibongkar” atau diintegrasikan kembali ke dalam struktur Oppo. Saat itu, OnePlus membantah dengan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa “OnePlus North America continues to operate, with full guarantee of users’ after-sales support, software updates, and rights commitments.”
Namun, perkembangan selanjutnya justru menunjukkan arah yang berlawanan. Pada Maret, 9to5Google melaporkan bahwa OnePlus mungkin akan menghentikan operasinya di pasar global. Laporan tersebut kemudian diperkuat oleh Android Authority pada April yang mengungkapkan bahwa sejumlah staf senior OnePlus telah meninggalkan perusahaan di Eropa dan Inggris.
Seorang juru bicara OnePlus saat itu memberikan pernyataan bahwa “OnePlus Europe is evaluating its regional roadmap and product strategy.” Hingga berita ini diturunkan, OnePlus belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari The Verge.
Keputusan ini menandai perubahan strategi besar bagi OnePlus. Merek yang lahir pada 2013 dengan semboyan “Never Settle” ini pernah sukses membangun basis penggemar setia di pasar global berkat strategi penjualan daring dan spesifikasi flagship dengan harga kompetitif. Namun, persaingan yang semakin ketat dan konsolidasi internal dengan Oppo tampaknya mengubah arah bisnis perusahaan.
Baca Juga:
Kepergian OnePlus dari AS dan Eropa akan berdampak signifikan bagi konsumen di kedua wilayah tersebut. Pengguna yang telah membeli perangkat OnePlus kemungkinan besar masih akan mendapatkan dukungan purna jual dan pembaruan perangkat lunak, sebagaimana dijanjikan dalam pernyataan sebelumnya. Namun, ketidakpastian mengenai jangka waktu dan kualitas dukungan tersebut tentu menjadi kekhawatiran tersendiri.
Dari sisi industri, langkah ini memperkuat tren konsolidasi di dalam grup BBK Electronics, perusahaan induk yang juga menaungi Oppo, Vivo, dan Realme. Sebelumnya, Realme telah mengumumkan integrasi antarmuka penggunanya ke dalam ColorOS milik Oppo. Langkah OnePlus untuk hengkang dari pasar global bisa jadi merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk menyatukan sumber daya dan fokus pada pasar domestik China yang lebih menguntungkan.
Keputusan ini juga membuka peluang bagi merek lain. Di segmen flagship dengan harga terjangkau, absennya OnePlus akan memberikan ruang bagi produsen seperti Xiaomi, Samsung, dan bahkan Google dengan lini Pixel-nya untuk merebut pangsa pasar.
Bagi konsumen di Indonesia, kabar ini mungkin tidak langsung berdampak besar karena OnePlus tidak pernah memiliki kehadiran resmi yang kuat di pasar Tanah Air. Namun, para penggemar OnePlus di Indonesia yang biasa membeli perangkat secara impir atau melalui pedagang daring perlu mewaspadai potensi berkurangnya dukungan perangkat lunak di masa depan.
OnePlus sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal pasti pengumuman ini. Namun, sumber dari WinFuture menyebutkan bahwa pernyataan bersama OnePlus dan Oppo akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.
Implikasi dari langkah ini cukup jelas: era OnePlus sebagai pemain global telah berakhir. Perusahaan yang pernah menjadi simbol perlawanan terhadap harga flagship yang melambung kini memilih untuk mundur dan fokus pada pasar yang lebih pasti. Bagi para penggemar setianya, ini adalah akhir dari sebuah perjalanan yang penuh gejolak.




