NotebookLM Hadirkan Fitur Video AI Gaya TikTok

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Tampilan fitur video AI NotebookLM Google dengan contoh video burung emu bergaya guntingan kertas
  • Google NotebookLM meluncurkan fitur video AI vertikal 60 detik bergaya TikTok
  • Fitur tersedia untuk pelanggan Google AI Ultra dan Pro
  • Contoh video menampilkan perang Australia melawan burung emu dengan seni AI
  • Pengguna dapat memilih topik atau memasukkan sendiri untuk dihasilkan video
  • Fitur ini melengkapi fitur lain seperti AI podcast, video sinematik, dan visual explainer
  • Saat ini hanya dalam bahasa Inggris, dukungan pengguna gratis akan segera hadir
  • Langkah ini menunjukkan strategi Google dalam mengintegrasikan AI dengan format konten populer

JBNews.id — Google menghadirkan fitur baru di NotebookLM yang memungkinkan pengguna menghasilkan video AI vertikal berdurasi 60 detik bergaya TikTok dari catatan dan sumber penelitian mereka. Fitur ini mulai digulirkan untuk pelanggan Google AI Ultra dan Pro, memperluas cara pengguna berinteraksi dengan riset melalui konten video pendek yang dihasilkan secara otomatis.

Fitur baru ini memungkinkan NotebookLM untuk membuat klip video AI vertikal berdasarkan sumber yang diunggah pengguna ke aplikasi. Contoh yang dibagikan Google menampilkan konten tentang perang Australia melawan burung emu yang tidak berhasil, dengan menggabungkan seni AI bergaya guntingan kertas dan narasi suara. Langkah ini menambah daftar panjang fitur interaktif NotebookLM, termasuk kemampuan menghasilkan podcast AI, video sinematik, dan penjelasan visual.

Inovasi ini merupakan bagian dari strategi Google untuk memperkuat ekosistem AI-nya. Sebelumnya, Google aktifkan penyimpanan media untuk melatih model AI mereka, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang lebih canggih dan terintegrasi.

Cara Menggunakan Fitur Video Pendek NotebookLM

Untuk menghasilkan klip video berdurasi 60 detik, pengguna dapat mengakses NotebookLM melalui web atau aplikasi. Langkah-langkahnya meliputi memilih notebook yang diinginkan, kemudian memilih opsi “Video” dari kolom Studio di sisi kanan layar. Dari sana, pengguna dapat memilih “Short,” menentukan topik yang ingin difokuskan oleh NotebookLM, atau memasukkan topik sendiri, lalu menekan tombol “Generate.”

Fitur ini menawarkan kemudahan bagi pengguna yang ingin mengubah catatan penelitian menjadi konten visual yang lebih menarik dan mudah dicerna. Dengan format video vertikal yang populer di platform media sosial, Google tampaknya ingin menjembatani antara kebutuhan riset akademis dan tren konsumsi konten modern.

Dampak bagi Pengguna dan Industri Teknologi

Peluncuran fitur video AI ini menandai langkah signifikan dalam evolusi alat bantu riset berbasis AI. Dengan kemampuan menghasilkan konten multimedia dari sumber teks, NotebookLM berpotensi mengubah cara peneliti, jurnalis, dan pelajar menyajikan temuan mereka. Format video pendek yang mudah diproduksi dapat mempercepat penyebaran informasi dan membuat riset lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas.

Namun, langkah Google ini juga memicu diskusi tentang persaingan di industri AI. Sebelumnya, Amazon hentikan film OpenAI sementara Google menginvestasikan dana besar di industri kreatif. Ini menunjukkan persaingan ketat antara raksasa teknologi dalam menguasai pasar konten AI.

Keputusan Google untuk meluncurkan fitur ini untuk pelanggan berbayar terlebih dahulu menunjukkan strategi monetisasi yang hati-hati. Fitur ini saat ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris, dengan dukungan untuk pengguna gratis akan segera menyusul. Pendekatan bertahap ini memungkinkan Google mengumpulkan umpan balik dan menyempurnakan fitur sebelum dirilis secara lebih luas.

Implikasi untuk Masa Depan Riset dan Konten Digital

Kemampuan NotebookLM untuk menghasilkan video AI dari catatan penelitian membuka peluang baru dalam penyajian data dan informasi. Peneliti kini dapat dengan cepat membuat ringkasan visual dari temuan mereka, sementara pendidik dapat mengubah materi pelajaran menjadi konten video yang lebih menarik bagi siswa. Format video pendek juga memungkinkan penyebaran informasi yang lebih cepat di platform media sosial.

Namun, fitur ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keakuratan dan potensi penyalahgunaan. Video yang dihasilkan AI mungkin tidak selalu mencerminkan nuansa atau konteks penuh dari sumber aslinya. Pengguna tetap perlu memverifikasi informasi yang disajikan dalam video, terutama untuk topik-topik yang kompleks atau kontroversial.

Google sendiri telah menghadapi berbagai tantangan terkait kebijakan AI-nya. Google peringatkan risiko keamanan data di Eropa akibat regulasi DMA, menunjukkan bahwa perusahaan harus menyeimbangkan inovasi dengan kepatuhan regulasi. Langkah ini menjadi penting mengingat fitur video AI NotebookLM mengolah data pengguna untuk menghasilkan konten.

Fitur video pendek ini merupakan tambahan terbaru dalam portofolio alat AI Google yang terus berkembang. Dengan menggabungkan kemudahan penggunaan, aksesibilitas, dan format konten yang populer, Google berupaya membuat teknologi AI lebih terjangkau dan bermanfaat bagi pengguna sehari-hari. Bagi pengguna yang menginginkan cara baru untuk menyajikan riset mereka, fitur ini menawarkan solusi yang cepat dan efisien.

Ke depannya, integrasi fitur video AI dalam alat riset seperti NotebookLM dapat mengubah lanskap pendidikan, jurnalisme, dan penelitian. Kemampuan untuk menghasilkan konten multimedia dari teks tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam cara kita berbagi dan mengonsumsi informasi. Dengan dukungan untuk pengguna gratis yang akan segera hadir, fitur ini berpotensi menjangkau audiens yang lebih luas dan demokratis.

Bagi pelaku industri, langkah Google ini menegaskan bahwa masa depan alat produktivitas terletak pada integrasi AI yang mulus dan kemampuan multimedia. Perusahaan yang mampu menggabungkan kekuatan AI dengan antarmuka yang intuitif dan format konten yang relevan akan memenangkan persaingan di pasar yang semakin kompetitif ini.