JBNews.id ā Netflix tengah mengembangkan film live-action yang diadaptasi dari waralaba game kondang Persona. Proyek ini menjadi salah satu adaptasi game ke layar kaca paling dinanti tahun ini.
Dikutip dari Variety, Jumat (3/7/2026), posisi penulis diisi oleh Christopher Monfette yang juga menjabat sebagai produser eksekutif dan showrunner. Monfette dikenal sebagai penulis, produser, dan mantan jurnalis asal Amerika yang karyanya telah mengudara di TV, seperti Star Trek: Picard, 12 Monkeys, dan waralaba 9-1-1.
Produser eksekutif lainnya akan diisi oleh Shawn Levy, Dan Levine, dan Robert Atwood dari 21 Laps, bersama dengan orang-orang Story Kitchen seperti Dmitri M. Johnson, Michael Lawrence Goldberg, dan Timothy I. Stevenson. Selain itu, Toru Nakahara dari SEGA juga akan menjadi produser eksekutif. Emily Feher dari 21 Laps bertanggung jawab mengawasi pengembangan proyek tersebut. Feher saat ini memiliki kontrak dengan Netflix untuk sejumlah film.
Baca Juga:
Sayangnya, belum ada informasi lebih lanjut seperti apakah pemeran di dalam film akan menggunakan aktor-aktor Jepang, atau dibuat dengan mengusung budaya barat. Live-action Persona masih dalam tahap pengembangan, sehingga tanggal peluncurannya pun belum diumumkan.
Waralaba Game yang Sangat Populer
Persona telah terbukti sukses dan menjadi waralaba role playing game (RPG) yang sangat populer. Meskipun alur cerita di dalam permainan bervariasi dari satu judul ke judul lainnya, latarnya tetap berfokus pada siswa sekolah menengah di Jepang yang menjalani rutinitas normal sambil menghadapi ancaman supernatural.
Game ini dikembangkan oleh divisi gaming Atlus, P-Studios. Penerbitannya dilakukan oleh Sega, yang mana hingga kini telah ada enam seri, dengan seri ketujuh sedang dalam pengerjaan. Terdapat juga 15 seri spin-off terkait dalam waralaba ini. Sederet judul ini berawal sebagai spin-off dari seri game Jepang, Shin Megami Tensei, dengan Revelations: Persona yang memulai debutnya pada tahun 1996. Untuk seri terbaru game ini adalah Persona 5: The Phantom X yang rilis pada 2025.
Kesuksesan waralaba Persona membuat adaptasi live-action ini menjadi proyek yang sangat dinantikan. Netflix sendiri telah memiliki pengalaman dalam mengadaptasi game ke film atau serial, meskipun tidak semuanya berhasil memuaskan penggemar setia.
Dalam industri hiburan global, tren adaptasi game ke film live-action semakin marak. Beberapa proyek serupa juga tengah berjalan, termasuk adaptasi dari game-game besar lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Hollywood takut kritik dari berbagai pihak, namun tetap berani mengambil risiko pada proyek adaptasi yang memiliki basis penggemar kuat.
Tim Kreatif Berpengalaman
Christopher Monfette sebagai penulis utama membawa pengalaman luas dalam menangani narasi kompleks. Karyanya di Star Trek: Picard dan 12 Monkeys menunjukkan kemampuannya dalam mengelola cerita dengan elemen fiksi ilmiah dan supernatural ā yang sangat relevan dengan dunia Persona.
Shawn Levy dari 21 Laps juga menjadi nama besar yang terlibat. Levy dikenal melalui berbagai proyek sukses Netflix sebelumnya, termasuk serial Stranger Things. Keterlibatannya memberikan keyakinan bahwa proyek ini akan mendapatkan perhatian serius dari platform streaming tersebut.
Toru Nakahara dari SEGA memastikan bahwa elemen-elemen inti dari game asli tetap terjaga. Ini penting mengingat basis penggemar Persona sangat loyal dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap adaptasi apapun dari waralaba kesayangan mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri hiburan mencatat bahwa pembuat film mundur dari proyek tertentu akibat tekanan publik. Namun, proyek Persona ini tampaknya berjalan dengan dukungan penuh dari semua pihak terkait.
Masa Depan Adaptasi Game
Film live-action Persona menjadi bagian dari gelombang besar adaptasi game ke film dan serial. Netflix sendiri telah sukses dengan adaptasi Cyberpunk: Edgerunners dan Arcane (adaptasi dari League of Legends), meskipun keduanya berbentuk animasi.
Adaptasi live-action game memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menerjemahkan elemen visual khas game ke dunia nyata. Untuk Persona, tantangan utamanya adalah bagaimana merepresentasikan dunia supernatural dan pertarungan melawan bayangan (shadows) secara meyakinkan.
Belum ada kepastian apakah film ini akan mengambil latar Jepang asli atau diadaptasi ke budaya barat. Keputusan ini akan sangat mempengaruhi penerimaan penggemar setia yang sudah terbiasa dengan latar asli Jepang dalam game.
Sementara itu, beberapa Sony hapus film StudioCanal dari library PlayStation, menunjukkan bahwa persaingan konten antar platform semakin ketat. Netflix jelas ingin memperkuat posisinya dengan konten eksklusif berbasis waralaba populer seperti Persona.
Dengan tim kreatif yang solid dan dukungan penuh dari SEGA, proyek live-action Persona berpotensi menjadi salah satu adaptasi game terbaik yang pernah diproduksi Netflix. Para penggemar hanya perlu bersabar menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal produksi dan perilisan.




