JBNews.id β Eropa menghadapi dilema perdagangan yang unik: di tengah upaya memangkas defisit dengan China, gelombang panas terburuk justru memicu lonjakan impor AC buatan China. Defisit barang kawasan tersebut dengan China tumbuh 15% menjadi USD 410 miliar tahun lalu, dan peralatan listrik serta mesin termasuk di antara yang paling banyak diimpor. AC asal China semakin menambah ketidakseimbangan tersebut.
Kepala perdagangan Eropa Maros Sefcovic telah bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao, dengan target mencapai hasil nyata pada Oktober 2026. βTidak semuanya akan terselesaikan, tidak semuanya akan diperbaiki, tapi kami pikir antara sekarang dan Oktober, tim kami punya waktu cukup untuk memberikan hasil nyata. Ekspor China ke UE terus meningkat, sementara pangsa pasar kami di China terus menyusut,β kata Maros.
Gelombang Panas Picu Lonjakan Permintaan
Pertemuan kedua pejabat tinggi itu terjadi ketika gelombang panas membuat warga Eropa berbondong membeli AC, sebagian besar buatan China. Eropa dulu enggan memakai AC karena dianggap bising dan panas brutal biasanya berlangsung singkat. Adopsi teknologi rakus energi ini juga dicemaskan merusak upaya memerangi perubahan iklim.

Midea Group melaporkan bahwa pesanan unit PortaSplit miliknya, sistem split portabel yang dirancang mengakali aturan bangunan Eropa Barat, melampaui 200.000 unit tahun ini, dua kali lipat dari 2025. Kepemilikan AC di Eropa berada di angka sekitar 20% rumah tangga, jauh di bawah tingkat penetrasi hampir 90% di AS. Kesenjangan ini tengah berlomba-lomba ditutup oleh Midea dan produsen peralatan rumah tangga Asia lainnya seperti Samsung dan Mitsubishi Electric.
Baca Juga:
Merek China Kuasai Pasar
Tidak satu pun lima merek AC terlaris di Eropa berasal dari Uni Eropa. Haier Group, Gree Electric Appliances, dan Midea Group, semuanya dari China, bersama-sama menguasai sekitar 32% pasar Eropa pada tahun 2025, menurut Euromonitor International. Beko dari Turki dan Daikin Industries dari Jepang melengkapi daftar lima besar.
Desain AC Midea disesuaikan untuk menembus hambatan peraturan dan pasar Eropa yang terfragmentasi. Unit luar PortaSplit dapat dijepit pada braket jendela, tak perlu pengeboran, dan diklasifikasikan sebagai furnitur dan bukan instalasi tetap, menghindari larangan modifikasi fasad di kota seperti Paris.
Ketiadaan nama merek asli Eropa di antara pemasok AC terkemuka di benua biru merupakan kesenjangan industri yang coba diatasi oleh para pemimpin Uni Eropa. Namun sepertinya tidak mudah untuk membesarkan merek AC. Kondisi ini mengingatkan pada fenomena teknologi baru yang mendominasi pasar tanpa kehadiran pemain lokal.
Implikasi dari dominasi ini jelas: konsumen Eropa sangat bergantung pada pasokan dari China untuk mendinginkan rumah mereka di tengah perubahan iklim yang ekstrem. Sementara itu, upaya Uni Eropa untuk mengejar ketertinggalan di industri ini masih menghadapi jalan panjang.




