JBNews.id — Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX suatu hari akan bernilai lebih dari seluruh perekonomian Bumi jika perusahaan antariksa tersebut berhasil mencapai tujuannya. Pernyataan ini disampaikan Musk melalui unggahan di media sosial X, menanggapi kritik dari pendukungnya terkait kesepakatan komputasi AI SpaceX dengan Anthropic.
Musk, yang juga menjabat sebagai CEO Tesla, berargumen bahwa nilai SpaceX pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan umat manusia untuk memanfaatkan energi matahari secara penuh. Ia merujuk pada skala Kardashev, sebuah metode yang diciptakan oleh astronom Soviet Nikolai Kardashev untuk mengukur tingkat kemajuan teknologi suatu peradaban berdasarkan jumlah energi yang dapat dimanfaatkan.
Menurut Musk, peradaban manusia saat ini masih jauh dari potensi maksimalnya. Dengan memanfaatkan seluruh energi surya yang belum tergarap, ia yakin SpaceX bisa melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) global yang bernilai sekitar 100 triliun dolar. “Industri berbasis antariksa akan jauh melampaui nilai seluruh Bumi, mengingat Anda bisa memanfaatkan energi sekitar 100.000 kali lebih banyak daripada di Bumi dan masih menggunakan kurang dari sepersejuta energi Matahari!” tulis Musk pada Januari lalu.
Pernyataan ini muncul di tengah skeptisisme investor terhadap valuasi SpaceX yang mencapai triliunan dolar. Perusahaan yang didirikan Musk pada 2002 itu tercatat membukukan kerugian fantastis sebesar 5 miliar dolar pada tahun lalu. Saham SpaceX sempat meroket pasca penawaran umum perdana (IPO) pada bulan lalu, namun terus menurun sejak saat itu. Antusiasme yang meredup ini menyoroti keraguan yang terus berlangsung atas valuasi tersebut.
Baca Juga:
Visi Ambisius di Tengah Realitas Bisnis
Musk selama ini dikenal mengandalkan penjualan fiksi ilmiah kepada investor. Ia ingin memenuhi orbit Bumi dengan pusat data orbital raksasa, kemudian menetap di permukaan Bulan, dan pada akhirnya membangun kota di Mars dengan armada pesawat antariksa Starship. Visi ini, menurut para kritikus, adalah delusional—namun telah menjadikannya seorang (hampir) triliuner.
Dalam unggahan terbarunya, Musk menanggapi seorang pendukung yang mempertanyakan kesepakatan komputasi AI SpaceX dengan Anthropic. Pendukung tersebut berargumen bahwa kesepakatan itu memberikan terlalu banyak uang kepada pesaing. Bagi Musk, semuanya bermuara pada kemampuan kita untuk memanfaatkan kekuatan Matahari secara penuh.
Ia juga sebelumnya mengklaim bahwa “karena otonomi, Tesla bernilai lebih dari seluruh industri otomotif lainnya,” sementara robot Optimus milik perusahaannya yang sedang berjuang akan meningkatkan “PDB Bumi dengan urutan besaran.” Ini adalah jenis angan-angan yang menjadi tumpuan seluruh kerajaan bisnisnya akhir-akhir ini.
Janji Versus Realita
Selama bertahun-tahun, para pemimpin teknologi telah berusaha menjual kepada kita tentang “era kelimpahan” utopis, di mana kerja manual menjadi masa lalu dan semua orang menikmati standar hidup yang tinggi. Namun, kenyataan menceritakan kisah yang sangat berbeda.
Meskipun Musk berulang kali berjanji selama lebih dari satu dekade, kendaraan Tesla masih jauh dari kemampuan untuk mengemudi sendiri secara andal tanpa pengawasan terus-menerus. Bahkan investor kesulitan membeli mimpinya untuk melatih model AI dari luar angkasa. Biaya Starlink yang melonjak juga menjadi tantangan tersendiri bagi ekosistem bisnis Musk.
Klaim bahwa SpaceX akan menjadi lebih bernilai dari seluruh ekonomi global harus diterima dengan sangat hati-hati. Pernyataan ini juga mengasumsikan bahwa SpaceX beroperasi dalam ruang hampa. Mengingat kemajuan besar yang dibuat oleh program antariksa China akhir-akhir ini, hal itu jauh dari kepastian. Emisi karbon dari pusat data raksasa juga menjadi kekhawatiran tersendiri di tengah krisis iklim.
Pernyataan Musk ini muncul di tengah berbagai kontroversi yang melibatkan dirinya. Sebelumnya, klaim pendanaan MBG oleh Musk telah dibantah oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai hoaks. Sementara itu, rumor mengenai gadget AI buatan SpaceX juga telah dibantah langsung oleh Musk.
Implikasinya bagi pembaca: klaim valuasi fantastis ini harus dilihat sebagai bagian dari strategi Musk untuk menjaga momentum hype di tengah kinerja keuangan SpaceX yang masih merugi. Investor dan pengamat pasar perlu mencermati apakah visi ambisius ini akan pernah terwujud atau sekadar menjadi narasi penjualan saham.




