Apple Gugat OpenAI atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi gugatan Apple terhadap OpenAI terkait pencurian rahasia dagang
  • Apple menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang oleh mantan karyawan
  • Tiga pihak tergugat: IO Products, Tang Tan, dan Chang Liu
  • Chang Liu dituduh mengakses sistem Apple setelah keluar dan mengunduh file rahasia
  • Tang Tan diduga mengirim informasi pemasok Apple ke email pribadi
  • Lebih dari 400 mantan staf Apple kini bekerja di OpenAI
  • Kasus masih dalam tahap pengembangan

JBNews.id — Apple resmi menggugat OpenAI ke pengadilan, menuduh mantan karyawannya yang kini bekerja di perusahaan kecerdasan buatan tersebut telah mencuri rahasia dagang Apple “demi keuntungan OpenAI.” Gugatan ini mengungkapkan apa yang disebut Apple sebagai “pola pencurian rahasia dagang oleh karyawan OpenAI yang sebelumnya bekerja di Apple.”

Dalam dokumen gugatan yang diajukan, Apple menyebutkan tiga pihak sebagai tergugat: IO Products (perusahaan perangkat keras milik Jony Ive yang diakuisisi OpenAI pada 2025), Tang Tan (kepala perangkat keras OpenAI), dan Chang Liu (yang bergabung dengan OpenAI dari Apple pada Januari). Lebih dari 400 mantan staf Apple kini bekerja di OpenAI, menurut klaim perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut.

Seorang juru bicara Apple memberikan pernyataan resmi kepada 9to5Mac: “Di Apple, tim kami terus mengembangkan teknologi terobosan untuk menciptakan produk dan layanan terbaik di dunia, dan melindungi pekerjaan serta kekayaan intelektual mereka adalah hal yang kami anggap sangat serius. Baru-baru ini, bukti signifikan muncul yang menunjukkan individu yang dipekerjakan oleh OpenAI secara salah mengambil informasi rahasia dan konfidensial Apple mengenai teknologi, proses, dan produk kami yang belum dirilis. Kami akan selalu membela kerja keras dan inovasi tim kami, dan kami mengambil semua langkah yang tepat untuk melakukannya.”

Apple dan OpenAI belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari The Verge. Kasus ini masih dalam tahap pengembangan.

Kronologi Dugaan Pencurian oleh Chang Liu

Chang Liu dituduh mengakses sistem Apple setelah meninggalkan perusahaan dan mengunduh informasi, termasuk “puluhan file rahasia perangkat keras Apple yang bersifat konfidensial, berisi informasi detail tentang produk yang belum dirilis, presentasi teknik, spesifikasi teknis, dan data proyek kepemilikan.”

Liu juga menginstruksikan seorang mantan rekan kerja di Apple tentang cara menyalin file rahasia Apple dan “menghindari masalah” dengan tim keamanan perusahaan sebelum rekannya bergabung dengan OpenAI. Liu diduga mengatakan kepada rekannya untuk berkomunikasi melalui Line Messenger agar tidak terdeteksi.

“Pelanggaran material Tuan Liu terhadap kontraknya sama jelas dan disengajanya: ia mengakses, menyalin, dan mengarahkan pengungkapan Informasi Konfidensial Apple setelah masa kerjanya berakhir, yang secara langsung melanggar kewajiban pasca-pemutusan hubungan kerjanya,” demikian pernyataan Apple dalam gugatan.

Peran Tang Tan dalam Dugaan Pembocoran Informasi

Apple juga menuduh Tang Tan secara “sistematis menggunakan informasi konfidensial Apple untuk kepentingan OpenAI.” Tan diduga mengirimkan informasi melalui email tentang pemasok Apple kepada dirinya sendiri sebelum meninggalkan perusahaan. Ia juga disebut meminta informasi rahasia Apple saat mewawancarai karyawan Apple untuk posisi di OpenAI.

Lebih lanjut, OpenAI dikabarkan telah meminta staf Apple untuk membawa barang-barang seperti “artefak CAD/desain” dan “prototipe” ke dalam wawancara kerja. Praktik ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk mentransfer kekayaan intelektual Apple ke OpenAI.

Dampak dan Implikasi Hukum

Gugatan ini muncul di tengah persaingan ketat antara Apple dan OpenAI di sektor kecerdasan buatan. Apple selama ini dikenal sangat ketat dalam melindungi kekayaan intelektualnya, termasuk melalui kebijakan keamanan internal yang berlapis.

Kasus ini menyoroti tantangan baru di era persaingan talenta teknologi, di mana perpindahan karyawan antar perusahaan raksasa kerap memicu sengketa hukum. Jika terbukti bersalah, OpenAI dan para tergugat bisa menghadapi sanksi berat, termasuk ganti rugi finansial dan larangan menggunakan informasi yang diperoleh secara tidak sah.

Bagi para profesional di industri teknologi, kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerahasiaan informasi perusahaan, terutama saat berpindah tempat kerja. Pelanggaran kontrak kerja dan pencurian data bisa berakibat fatal bagi karier dan reputasi seseorang.

Sementara itu, Apple terus mengembangkan berbagai produk inovatif. Beberapa waktu lalu, perusahaan mengumumkan peningkatan produksi iPhone Ultra Lipat menjadi 10 juta unit, serta menyiapkan MacBook Pro 14 Inci dan iPad Pro baru untuk tahun 2027.

Gugatan Apple terhadap OpenAI ini masih dalam tahap awal. Perkembangan selanjutnya akan sangat dinantikan oleh para pelaku industri teknologi global.