Misi NASA Selamatkan Teleskop Swift Terancam Gagal

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi wahana antariksa LINK mendekati teleskop Swift untuk misi penyelamatan NASA
  • Misi NASA menyelamatkan teleskop Swift terancam gagal setelah wahana LINK alami masalah kendali ketinggian
  • LINK terus berputar-putar dan kesulitan menjaga orientasi di orbit, sulit berkomunikasi dengan pusat kendali
  • Dua dari tiga roda reaksi LINK tidak dapat dioperasikan, beberapa fungsi sistem pendorong gas hilang
  • Teleskop Swift alami tarikan atmosfer lebih kuat akibat peningkatan aktivitas Matahari
  • NASA prediksi Swift akan jatuh dan terbakar di atmosfer tahun ini jika tidak diintervensi
  • Tim kendali berencana gunakan pendorong propulsi listrik untuk menghentikan putaran LINK
  • Katalyst Space optimis LINK masih memiliki jalur layak untuk bertemu Swift

JBNews.id — Misi NASA untuk menyelamatkan teleskop luar angkasa Swift yang terancam jatuh ke Bumi terancam gagal. Wahana antariksa bernama LINK yang ditugaskan untuk menyelamatkan Neil Gehrels Swift Observatory mengalami masalah kendali ketinggian pada akhir pekan lalu, sebagaimana diungkapkan NASA dalam postingan blognya.

LINK terus berputar-putar dan kesulitan menjaga orientasinya di orbit. Akibatnya, wahana antariksa buatan perusahaan luar angkasa Katalyst Space itu sulit berkomunikasi dengan pusat kendali di Bumi. Masalah ini muncul hanya beberapa pekan setelah misi penyelamatan diluncurkan pada awal Juli 2026.

Menurut laporan terbaru NASA, dua dari tiga roda reaksi LINK yang berfungsi mengontrol orientasi wahana saat ini tidak dapat dioperasikan. NASA juga menemukan beberapa fungsi yang hilang pada sistem pendorong gas wahana tersebut.

Ilustrasi penyelamatan telekop Swift oleh wahana antariksa Link

Misi penyelamatan ini menjadi krusial karena teleskop Swift mengalami tarikan atmosfer yang lebih kuat dari perkiraan. Peningkatan aktivitas Matahari dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan posisi teleskop Swift mulai merosot lebih cepat dari perkiraan. Hasil analisis NASA menunjukkan bahwa wahana ini akan jatuh dan terbakar di atmosfer tahun ini jika tidak diintervensi.

Padahal, NASA berharap teleskop Swift masih bisa beroperasi hingga beberapa tahun lagi. Semua satelit dan wahana antariksa di orbit pada akhirnya akan jatuh dan terbakar di atmosfer, namun tarikan atmosfer yang dialami Swift jauh melebihi perhitungan awal.

Langkah Penyelamatan yang Ditempuh

Meskipun menghadapi kendala serius, tim di pusat kendali masih bisa berkomunikasi dengan LINK. NASA berencana menggunakan pendorong propulsi listrik wahana agar LINK dapat berhenti berputar-putar. Setelah itu, tim akan mencoba mengatur ulang panduan dan navigasi wahana untuk memperhitungkan konfigurasi barunya.

Langkah ini menjadi penentu apakah NASA dan Katalyst masih dapat menyelamatkan teleskop Swift. Wahana LINK dirancang untuk mendekati teleskop Swift dan menariknya ke orbit tinggi agar bisa beroperasi lagi hingga beberapa tahun ke depan.

Terlepas dari masalah yang dihadapi, Katalyst optimis bahwa LINK dapat menyelesaikan tugas utamanya. “Misi ini tetap aktif dan kami terus percaya bahwa dengan perubahan ini, LINK memiliki jalur yang layak untuk bertemu dengan Swift,” tulis Katalyst dalam unggahan di website-nya, seperti dikutip dari Engadget, Senin (3/8/2026).

Dampak dan Implikasi

Kegagalan misi penyelamatan ini akan berdampak langsung pada keberlangsungan operasional teleskop Swift. Jika LINK tidak dapat pulih dari masalah kendali ketinggian, teleskop Swift berpotensi jatuh dan terbakar di atmosfer tahun ini—jauh lebih cepat dari perkiraan awal NASA.

Kehilangan teleskop Swift akan menjadi pukulan besar bagi komunitas astronomi. Teleskop ini telah menjadi salah satu instrumen penting dalam pengamatan fenomena luar angkasa, termasuk ledakan sinar gamma dan peristiwa kosmik lainnya. Misi penyelamatan ini menjadi ujian bagi kemampuan eksplorasi antariksa dalam merawat aset ilmiah yang telah beroperasi lama.

Keberhasilan atau kegagalan misi LINK juga akan menjadi tolok ukur bagi industri luar angkasa komersial. Katalyst Space sebagai perusahaan swasta yang dipercaya NASA untuk misi penyelamatan ini akan dinilai berdasarkan kemampuannya mengatasi krisis teknis di orbit. Ini merupakan salah satu ujian terbesar bagi kolaborasi badan antariksa dengan sektor swasta dalam misi perawatan satelit.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan teknologi antariksa, situasi ini menunjukkan kompleksitas operasi luar angkasa. Masalah teknis yang terjadi pada LINK mengingatkan bahwa misi antariksa selalu memiliki risiko tinggi, bahkan untuk wahana yang dirancang khusus untuk melakukan perbaikan di orbit.

Saat ini, semua pihak menunggu hasil upaya pemulihan LINK. Jika tim di pusat kendali berhasil mengendalikan wahana dan mengatur ulang sistem navigasinya, masih ada harapan teleskop Swift dapat diselamatkan. Namun jika tidak, dunia harus bersiap kehilangan salah satu teleskop luar angkasa paling produktif dalam sejarah astronomi modern.