Film Spider-Man: Brand New Day Bocor di X, Tembus 5,9 Juta Akun

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
Poster film Spider-Man: Brand New Day dengan karakter utama Peter Parker berdiri tegap di tengah kota New York
  • Film Spider-Man: Brand New Day bocor di platform X dan menjangkau 5,9 juta akun sebelum dihapus
  • Unggahan bajakan bertahan lebih dari 9 jam, memperoleh 143.000 likes dan 10.000 retweet
  • Akun Fredrick Bryan mengunggah film utuh berkualitas tinggi pada Jumat (31/7/2026)
  • Fitur video panjang X Premium memungkinkan film utuh disebarkan langsung di linimasa
  • Kasus serupa menimpa film The Odyssey Nolan yang menjangkau 2,1 juta akun
  • Performa box office tetap kuat: USD 72 juta pratinjau AS, rekor baru melampaui Avengers: Endgame
  • Total USD 168 juta dari pratinjau dan hari pembukaan
  • Indonesia: lebih dari 3,18 juta penonton
  • Disney aktif mengirim permintaan penghapusan untuk unggahan ulang

JBNews.id — Film Spider-Man: Brand New Day menjadi korban pembajakan tidak lama setelah tayang di bioskop. Salinan film berkualitas tinggi beredar secara utuh di platform X dan menjangkau 5,9 juta akun sebelum akhirnya dihapus.

Dilansir The Verge, film bajakan tersebut diunggah akun bernama Fredrick Bryan pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 06.05 waktu Pasifik. Unggahan itu baru diturunkan sekitar pukul 15.25, sehingga sempat bertahan lebih dari sembilan jam. Selama tersedia, video tersebut memperoleh lebih dari 143.000 tanda suka dan dibagikan ulang sekitar 10.000 kali.

Namun, angka jangkauan 5,9 juta akun tidak berarti seluruh pengguna menonton film tersebut sampai selesai. Insiden ini menegaskan tantangan besar platform media sosial dalam menangani konten bajakan berskala masif.

Setelah unggahan sumber menghilang, sejumlah akun lain mencoba mengunggah ulang salinan Spider-Man: Brand New Day. Video-video susulan dilaporkan lebih cepat diturunkan melalui permintaan penghapusan terkait pelanggaran hak cipta.

Mengapa Film Spider-Man Bisa Beredar Utuh di X?

Insiden ini kembali menyoroti fitur unggahan video berdurasi panjang yang tersedia untuk pengguna X Premium. Fasilitas tersebut memungkinkan film utuh disebarkan langsung melalui linimasa tanpa mengarahkan pengguna ke situs pembajakan.

Lamanya proses penghapusan turut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem moderasi dan pendeteksi pelanggaran hak cipta milik X. Apalagi, unggahan tersebut sudah meraih jutaan jangkauan dan interaksi besar sebelum diturunkan.

Kasus serupa dilaporkan terjadi beberapa hari sebelumnya. Salinan tidak resmi film The Odyssey garapan Christopher Nolan disebut menjangkau lebih dari 2,1 juta akun di X sebelum akhirnya dihapus. Pola berulang ini menunjukkan celah keamanan yang belum sepenuhnya tertutup.

Spider-Man: Brand New Day

Sony belum memberikan komentar mengenai kebocoran Spider-Man: Brand New Day. Sementara itu, laporan The Verge menyebut Disney aktif mengirimkan permintaan penghapusan terhadap akun-akun yang mengunggah ulang film tersebut.

Laris di Bioskop

Meski salinan bajakannya sempat menyebar luas, performa Spider-Man: Brand New Day di bioskop dilaporkan tetap kuat. Film ini meraup USD 72 juta dari penayangan pratinjau domestik AS, melampaui rekor USD 60 juta yang sebelumnya dipegang Avengers: Endgame.

Film tersebut juga disebut mengumpulkan USD 168 juta dari penayangan pratinjau dan hari pembukaan. Angka ini menunjukkan daya tarik luar biasa waralaba Spider-Man di pasar global.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan akun @cinepoint_, Spider-Man: Brand New Day telah meraup lebih dari 3,18 juta penonton. Angka ini menunjukkan tingginya minat terhadap petualangan terbaru Peter Parker meski filmnya sempat bocor di media sosial.

Spider-Man: Brand New Day disutradarai Destin Daniel Cretton dan melanjutkan kisah Peter Parker setelah peristiwa Spider-Man: No Way Home. Selain Tom Holland, film ini dibintangi Zendaya, Jacob Batalon, Jon Bernthal, Mark Ruffalo, Michael Mando, dan Sadie Sink.

Kebocoran ini menjadi pengingat bahwa pembajakan digital tetap menjadi ancaman serius bagi industri film. Meski platform seperti X memiliki fitur unggahan panjang, kecepatan moderasi masih menjadi pekerjaan rumah besar. Bagi penonton, insiden ini juga menggarisbawahi pentingnya mendukung karya orisinal melalui jalur resmi, termasuk di kolaborasi terbaru yang melibatkan film ini.

Dengan performa box office yang kuat di tengah kebocoran, industri tetap optimistis. Namun, kasus ini bisa menjadi preseden bagi platform digital untuk memperketat sistem deteksi konten ilegal agar kejadian serupa tidak terulang.