Microsoft Teams Pantau Lokasi Karyawan Lewat Wi-Fi

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi pengawasan digital di tempat kerja dengan ikon Microsoft Teams dan sinyal Wi-Fi
  • Microsoft akan meluncurkan fitur Workplace Check-in untuk lacak lokasi karyawan via Wi-Fi
  • Fitur ini merupakan perpanjangan dari fitur reservasi ruangan di Microsoft Teams
  • Microsoft mengklaim fitur bersifat opsional dan dinonaktifkan secara default
  • Kritikus menilai manajer bisa memaksa karyawan mengaktifkan fitur dengan ancaman disiplin
  • Lan Ye, presiden Teamwork Experiences Group, membantah fitur ini untuk pengawasan
  • Peluncuran dijadwalkan akhir Juni 2026 setelah tertunda sejak 2025
  • Fitur ini menambah kekhawatiran privasi di era kerja hibrida

JBNews.id — Microsoft akan meluncurkan fitur baru bernama Workplace Check-in yang memungkinkan perusahaan melacak lokasi karyawan melalui koneksi Wi-Fi. Fitur ini merupakan perpanjangan dari fitur reservasi ruangan yang sudah ada di Microsoft Teams dan dijadwalkan rilis pada akhir Juni 2026 setelah tertunda sejak akhir 2025.

Workplace Check-in, sebagaimana dilaporkan PC World, akan menganalisis koneksi Wi-Fi pekerja untuk mengirimkan data lokasi mereka ke tim, yang secara otomatis mencakup atasan. Microsoft menjelaskan bahwa ketika pengguna terhubung ke Wi-Fi perusahaan, Teams akan memperbarui lokasi kerja mereka untuk menunjukkan gedung tempat mereka bekerja.

Perusahaan menekankan bahwa fitur ini “dinonaktifkan secara default” dan pengguna akhir “selalu memiliki pilihan untuk mengizinkan atau menolak pembagian informasi ini.” Namun, pernyataan tersebut menuai skeptisisme karena manajer dapat memaksa karyawan mengaktifkan fitur pelacakan dengan ancaman tindakan disipliner.

A stylized photo illustration featuring a meek employee on his laptop being yelled at by his overbearing boss.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah Lan Ye, presiden Teamwork Experiences Group Microsoft, mengadakan panel “Ask Me Anything” di subreddit Microsoft Teams. Dalam diskusi tersebut, seorang komentator kritis bertanya, “mengapa Teams dirancang untuk mengadu karyawan di setiap kesempatan, mulai dari kehadiran dan lokasi hingga aktivitas?”

Menanggapi hal itu, Ye menulis bahwa “Microsoft Teams tidak melacak pergerakan atau kehadiran karyawan.” Ia menambahkan bahwa “tidak ada deteksi otomatis lokasi kerja” dan fitur yang ada bersifat opsional untuk membantu karyawan memperbarui status kerja di kantor atau jarak jauh. Ye menegaskan bahwa fitur tersebut “bukan alat pemantauan atau pengawasan” dan tidak menyimpan data lokasi historis.

Meskipun pernyataan Microsoft secara teknis benar, para kritikus menilai bahwa perusahaan tetap memberikan alat kepada perusahaan untuk melakukan pengawasan sendiri. Bagi pekerja yang sudah lelah dengan pengawasan tempat kerja yang semakin meluas, perbedaan ini dianggap tidak relevan secara praktis.

Fitur Workplace Check-in menambah daftar panjang alat pengawasan digital di tempat kerja. Sebelumnya, mouse jigglers dan software pemantau aktivitas telah menciptakan kesenjangan antara karyawan yang ingin bekerja tanpa gangguan dan atasan yang ingin memaksimalkan produktivitas.

Microsoft belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai kebijakan privasi atau mekanisme opt-out yang lebih ketat untuk fitur ini. Peluncuran dijadwalkan pada akhir Juni 2026 setelah beberapa kali penundaan.

Bagi pekerja Indonesia yang menggunakan Microsoft Teams, fitur ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran baru tentang privasi di tempat kerja, terutama di era kerja hibrida yang semakin marak. Perusahaan di Indonesia yang mengadopsi fitur ini perlu mempertimbangkan aspek hukum dan etika pengawasan karyawan.