Microsoft Cabut Dukungan Office 2021, Pengguna Wajib Catat Tanggal Ini

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi logo Microsoft di depan gedung kantor Microsoft di New York City pada Mei 2025
  • Microsoft akan mencabut dukungan untuk Office 2021 pada 13 Oktober 2026
  • Setelah tanggal tersebut, aplikasi tetap berfungsi tapi tidak mendapat pembaruan keamanan
  • Risiko keamanan serius mengancam perangkat pengguna yang tidak melakukan upgrade
  • Microsoft menyarankan upgrade ke Office 2024 (bayar sekali) atau Microsoft 365 (langganan)
  • Biaya langganan Microsoft 365 mulai dari Rp 135.999 per bulan
  • Alternatif gratis tersedia seperti LibreOffice, WPS Office, dan Polaris Office

JBNews.id — Microsoft akan mencabut dukungan teknis untuk Office 2021 pada 13 Oktober 2026. Keputusan ini berdampak langsung pada pengguna aplikasi Word, Excel, dan PowerPoint versi tersebut di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Setelah tanggal tersebut, Office 2021 tetap dapat digunakan. Namun, Microsoft memperingatkan bahwa aplikasi akan berhenti menerima pembaruan keamanan. Risiko serius terhadap perangkat pengguna pun meningkat secara signifikan.

“Microsoft tidak akan lagi menyediakan dukungan teknis, perbaikan bug, atau perbaikan keamanan untuk kerentanan Office 2021 yang mungkin dilaporkan atau ditemukan di kemudian hari,” tulis Microsoft dalam halaman dukungan resminya, seperti dikutip Minggu (21/6/2026).

Kebijakan ini mencakup penghentian total pembaruan keamanan. Pengguna juga tidak akan mendapatkan perlindungan dari “virus berbahaya, spyware, dan software jahat lainnya.”

Selain itu, dukungan teknis melalui telepon atau chat tidak lagi tersedia. Konten bantuan resmi untuk Office 2021 juga akan dipensiunkan secara bertahap.

Dampak dan Risiko Pengguna

Meskipun aplikasi masih berfungsi, absennya patch keamanan membuat perangkat rentan terhadap eksploitasi. Pengalaman pengguna Office 2010 dan Office 2013 menunjukkan bahwa aplikasi lawas tetap bisa berjalan, tetapi tanpa perlindungan terhadap ancaman siber terkini.

Risiko ini tidak bisa dianggap remeh. Serangan siber sering menargetkan celah keamanan pada software yang sudah tidak didukung vendor. Data pribadi dan dokumen penting pengguna menjadi target utama.

Keputusan Microsoft ini juga menjadi pengingat bagi pengguna korporasi. Perusahaan yang masih mengandalkan Office 2021 di lingkungan kerja harus segera menyusun strategi migrasi untuk menghindari potensi kebocoran data.

Dalam konteks keamanan yang lebih luas, celah serupa juga pernah ditemukan pada produk Microsoft lainnya. Sebelumnya, terungkap bahwa Celah Kritis pada AI Copilot Microsoft sempat menjadi sorotan karena berpotensi membahayakan data pengguna.

Opsi Upgrade dan Alternatif

Microsoft menyarankan pengguna untuk beralih ke versi terbaru. Dua opsi utama yang direkomendasikan adalah Office 2024 dan Microsoft 365.

Office 2024 menawarkan model pembayaran sekali untuk selamanya. Pengguna cukup membeli lisensi dan tidak perlu khawatir tentang biaya berlangganan bulanan.

Sementara itu, Microsoft 365 menyediakan akses ke aplikasi Office di beberapa perangkat sekaligus. Layanan ini juga mencakup penyimpanan cloud dan fitur kolaborasi real-time. Biaya langganan dimulai dari Rp 135.999 per bulan.

Bagi pengguna dengan anggaran terbatas, aplikasi alternatif gratis dapat menjadi solusi. LibreOffice, WPS Office, dan Polaris Office adalah beberapa opsi yang layak dipertimbangkan.

Keputusan untuk memilih opsi upgrade atau beralih ke alternatif bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna. Namun, urgensi untuk segera bertindak jelas: tenggat 13 Oktober 2026 semakin dekat.

Implikasi bagi Pengguna di Indonesia

Pengguna individu dan bisnis kecil di Indonesia perlu menyikapi pengumuman ini dengan serius. Banyak pengguna rumahan masih mengandalkan Office 2021 untuk pekerjaan dan pendidikan.

Kebijakan ini juga berpotensi mendorong adopsi model berlangganan Microsoft 365 di Indonesia. Dengan harga Rp 135.999 per bulan, layanan ini relatif terjangkau untuk penggunaan multi-perangkat.

Namun, pengguna yang tidak ingin bergantung pada koneksi internet atau biaya bulanan dapat memilih Office 2024. Opsi ini memberikan kepastian biaya dan kontrol penuh atas software.

Di sisi lain, kebijakan Microsoft ini juga membuka peluang bagi pengembang aplikasi Office alternatif. LibreOffice, misalnya, menawarkan kompatibilitas format dokumen yang baik tanpa biaya lisensi.

Keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna. Yang terpenting adalah tidak menunda-nunda migrasi, karena risiko keamanan akan terus meningkat setelah 13 Oktober 2026.

Perubahan kebijakan ini juga menjadi pengingat bahwa ekosistem teknologi terus bergerak. Pengguna harus selalu waspada terhadap pengumuman end-of-life dari vendor software yang digunakan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan Microsoft di Indonesia, termasuk perubahan kepemimpinan, simak artikel tentang Country GM Baru yang baru saja ditunjuk.

Sementara itu, bagi pengguna yang juga menggunakan perangkat keras Microsoft, penting untuk mengetahui bahwa Harga Terbaru Surface X2 juga mengalami perubahan signifikan.

Pada akhirnya, keputusan Microsoft untuk mencabut dukungan Office 2021 adalah langkah standar dalam siklus hidup produk. Pengguna yang proaktif akan terhindar dari risiko keamanan dan dapat menikmati fitur terbaru dari versi Office yang lebih modern.