Meteor Langka Tembus Atap Rumah di New Jersey, Ilmuwan Temukan Jejak Kehidupan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi meteor jatuh yang melintasi langit malam dengan jejak cahaya terang
  • Meteor langka jatuh di New Jersey pada Juli 2024 dan menembus atap rumah warga
  • Batu luar angkasa itu tergolong CM1/2 carbonaceous chondrite yang sangat langka
  • Analisis mengungkap kandungan senyawa organik dan jejak air asin purba
  • Kondisi meteorit nyaris tidak terkontaminasi karena cepat diamankan pemilik rumah
  • Penemuan ini membantu ilmuwan memahami asal-usul kehidupan di Bumi

JBNews.id — Sebuah meteor yang menembus atap rumah dan jatuh di kamar tidur seorang warga di New Jersey, Amerika Serikat, pada Juli 2024 lalu, ternyata merupakan salah satu meteorit paling langka yang pernah diteliti. Analisis terbaru mengungkap batu luar angkasa itu mengandung senyawa organik dan jejak air asin purba yang diyakini berkaitan dengan asal-usul kehidupan di Bumi.

Peristiwa itu terjadi pada 16 Juli 2024 ketika sebuah bola api melintas di langit New York pada siang hari. Batuan antariksa seberat sekitar 50 kilogram memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 61.000 kilometer per jam, lalu pecah menjadi beberapa bagian. Salah satu pecahannya menembus atap sebuah rumah di Hillsborough, New Jersey, dan mendarat di kamar tidur pemilik rumah.

“Saya sedang berada di rumah ketika mendengar suara benturan keras. Saat masuk ke kamar tidur utama, saya melihat ada lubang di langit-langit. Saya mencium bau belerang yang sangat kuat dan melihat banyak pecahan hitam serta debu yang menutupi tempat tidur, karpet, dan area sekitarnya,” ujar pemilik rumah dalam laporan yang dikutip para peneliti.

Meteorit tersebut kemudian diberi nama Hillsborough meteorite. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, batu itu tergolong CM1/2 carbonaceous chondrite, jenis meteorit yang sangat langka dan kaya karbon.

Kondisi Nyaris Tidak Terkontaminasi

Yang membuat meteorit ini semakin berharga adalah kondisinya yang nyaris tidak terkontaminasi. Sang pemilik rumah segera mengenakan sarung tangan, membungkus pecahan meteorit dengan aluminium foil, lalu menyimpannya di dalam stoples kaca sebelum menyerahkannya kepada ilmuwan. Langkah cepat tersebut membuat sampel tetap terjaga dari kelembapan dan kontaminasi bahan organik dari Bumi.

Tim peneliti menemukan meteorit ini mengandung kristal garam, senyawa organik, serta berbagai jenis asam amino yang terbentuk ketika asteroid induknya masih mengandung air asin miliaran tahun lalu.

Menurut Peter Jenniskens, astronom meteorit dari SETI Institute dan NASA Ames Research Center, batu ini berasal dari dekat permukaan asteroid purba yang pernah dialiri cairan asin.

“Studi forensik terhadap pecahan meteorit ini menunjukkan adanya material yang terawetkan dari dekat permukaan asteroid primitif kecil, tempat cairan asin pekat pernah mengalir. Proses seperti ini belum pernah diketahui sebelumnya pada jenis dunia protoplanet seperti ini,” kata Jenniskens.

Ia menambahkan, kandungan kimia tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi kimia yang mungkin pernah membantu terbentuknya molekul-molekul penyusun kehidupan di Bumi. “Dalam satu sisi, Anda bisa membayangkannya seperti mencium aroma atmosfer Bumi pada masa awal kehidupan,” ujar Jenniskens.

Para ilmuwan meyakini asteroid karbon seperti Hillsborough pernah menghantam Bumi muda miliaran tahun lalu dan membawa air serta senyawa organik yang menjadi bahan baku pembentukan kehidupan. Karena meteorit ini berhasil diamankan dalam kondisi sangat bersih, para peneliti dapat mempelajari komposisi aslinya dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan meteorit yang baru ditemukan setelah lama berada di permukaan Bumi.

Fenomena serupa juga pernah terjadi di Indonesia. BRIN Pastikan Meteor Besar Lintasi Langit Jawa beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa peristiwa astronomi semacam ini bisa terjadi di mana saja.

Implikasi bagi Ilmu Pengetahuan

Hasil penelitian ini diharapkan membantu ilmuwan memahami bagaimana air, garam, dan molekul organik terbentuk di asteroid purba, sekaligus memberi petunjuk mengenai proses yang mungkin berperan dalam munculnya kehidupan di planet kita miliaran tahun silam.

Penemuan ini menjadi semakin penting karena meteorit langka semacam Hillsborough memberikan jendela unik untuk memahami sejarah awal tata surya. Peneliti sebelumnya juga menemukan bukti planet purba di Meteorit Sahara yang memberikan wawasan serupa tentang evolusi benda-benda langit.

Bagi para ilmuwan, meteorit yang terkontaminasi minimal seperti Hillsborough adalah harta karun. Mereka dapat menganalisis komposisi kimia asli tanpa khawatir tercampur dengan material Bumi. Ini memungkinkan identifikasi molekul organik kompleks yang mungkin menjadi cikal bakal kehidupan.

Penemuan ini juga mengingatkan kita pada peristiwa meteor bola api yang mengguncang New England, yang menunjukkan betapa dahsyatnya dampak benda langit saat memasuki atmosfer Bumi.

Dengan semakin banyaknya meteorit langka yang berhasil diamankan dalam kondisi bersih, para ilmuwan optimistis dapat mengungkap lebih banyak misteri tentang asal-usul kehidupan di Bumi dan bagaimana bahan-bahan penyusunnya tersebar di seluruh tata surya.

Ke depannya, penelitian terhadap meteorit Hillsborough diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih detail tentang proses kimia yang terjadi di asteroid purba, termasuk bagaimana air asin dan senyawa organik berinteraksi untuk menciptakan kondisi yang mendukung munculnya kehidupan.