Meta PCs Rilis Steamroller, PC Rakitan Pertama dengan SteamOS

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Desktop gaming Steamroller dari Meta PCs dengan SteamOS buatan Valve
  • Meta PCs merilis Steamroller, PC rakitan pertama dengan SteamOS
  • Spesifikasi: AMD Ryzen 5 9600X, Radeon RX 7600, RAM 16GB DDR5, SSD 1TB NVMe
  • Harga USD 1.299 (Rp 21,3 juta) dengan layanan purnajual seumur hidup
  • Teknologi Proton memungkinkan game Windows berjalan di SteamOS
  • Pengiriman mulai 3 Juli 2026 untuk konsumen pre-order
  • Opsi garansi ekstra: USD 180 (2 tahun) atau USD 240 (3 tahun)

JBNews.id — Meta PCs meluncurkan desktop gaming rakitan bernama Steamroller yang secara langsung menggunakan SteamOS buatan Valve, meninggalkan Microsoft Windows sebagai sistem operasi bawaan. Langkah ini mengubah PC desktop standar dengan komponen pasaran menjadi “Steam Machine” khusus yang menawarkan pengalaman bermain game instan layaknya konsol. Perangkat ini ditargetkan mampu menjalankan game AAA kelas berat seperti Cyberpunk 2077, Elden Ring, dan Baldur’s Gate 3 pada resolusi 1080p dengan frame rate tinggi.

Keputusan Meta PCs untuk mengadopsi SteamOS secara penuh menandai perubahan signifikan di industri PC rakitan. Alih-alih mengikuti arus utama yang menggunakan Windows, perusahaan ini memilih sistem operasi berbasis Linux buatan Valve. Langkah ini mengingatkan pada proyek Steam Machine generasi pertama pada 2013 yang gagal total karena minimnya dukungan perpustakaan game Linux. Namun, situasi kini berbeda drastis berkat teknologi translasi Proton.

SteamOS saat ini dipersenjatai dengan Proton yang memungkinkan sebagian besar game khusus Windows di Steam berjalan mulus secara native tanpa perlu menunggu versi Linux dari developer. Valve juga tengah gencar mendorong adopsi SteamOS di luar perangkat buatan mereka sendiri. Melalui pembaruan SteamOS 3.8, Valve memperluas dukungan untuk platform AMD dan Intel terbaru, serta secara terbuka mendorong komunitas untuk merakit Steam Machine mereka sendiri, asalkan menggunakan kartu grafis AMD.

Spesifikasi Lengkap Steamroller

Secara perangkat keras, Steamroller dirancang sebagai mesin gaming kelas menengah modern. Berikut adalah spesifikasi utama yang disematkan:

  • Prosesor: AMD Ryzen 5 9600X (6-core)
  • Kartu Grafis: Radeon RX 7600
  • RAM: 16GB DDR5-5600
  • Penyimpanan: SSD 1TB NVMe M.2
  • Motherboard: Pilihan antara B650M atau B850M (sudah terintegrasi dengan Wi-Fi)
  • Sistem Pendingin: Pendingin cair AIO 240mm buatan Meta
  • Power Supply: 650W dengan sertifikasi 80+ Gold
  • Casing: Jonsbo D32 berwarna hitam

Kombinasi komponen ini menjanjikan performa gaming yang solid di kelasnya. Dengan prosesor AMD Ryzen 5 9600X dan GPU Radeon RX 7600, Steamroller mampu menangani game-game modern tanpa masalah berarti. RAM 16GB DDR5 dan SSD NVMe 1TB menjadi standar yang memadai untuk pengalaman gaming yang responsif.

Baca Juga:

SteamOS dan Proton: Kunci Keberhasilan

Bintang sesungguhnya dari Steamroller adalah perangkat lunaknya. Dengan SteamOS yang sudah terinstal dari pabrik, pengalaman menggunakan PC ini akan terasa sangat mirip dengan konsol portabel Steam Deck. Pengguna akan langsung disambut dengan antarmuka Steam yang familier dan mode Big Picture yang sangat bersahabat dengan kontroler gamepad.

Developer perangkat lunak Valve, Pierre-Loup Griffais, mengonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama erat dengan Nvidia untuk menghadirkan dukungan SteamOS bagi Tim Hijau. Namun, ia mewanti-wanti bahwa dukungan tersebut kemungkinan belum akan rampung pada tahun 2026 ini. Ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas kartu grafis di masa depan.

Kehadiran Steamroller juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin merasakan ekosistem SteamOS tanpa harus membeli Steam Deck. Dengan spesifikasi yang lebih tinggi dan kemampuan upgrade komponen, PC rakitan ini menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki konsol genggam Valve.

Harga dan Ketersediaan

Meta PCs membanderol konfigurasi dasar Steamroller dengan harga USD 1.299, setara sekitar Rp 21,3 juta. Harga tersebut sudah mencakup layanan purnajual seumur hidup untuk diagnosis hardware, pemecahan masalah software, dan dukungan perawatan umum. Konsumen juga ditawarkan opsi perpanjangan garansi ekstra seharga USD 180 (sekitar Rp 2,9 juta) untuk durasi dua tahun, atau USD 240 (sekitar Rp 3,9 juta) untuk opsi tiga tahun.

Bagi mereka yang sudah melakukan pre-order, PC gaming unik ini dijadwalkan mulai dikirim ke tangan konsumen pada 3 Juli 2026. Ini menjadi momentum penting bagi industri PC gaming, terutama bagi mereka yang ingin beralih dari ekosistem Windows ke SteamOS. Fenomena serupa juga terjadi di sektor lain, seperti keputusan Musk meninggalkan TSMC untuk bermitra dengan Samsung.

Meski harga yang ditawarkan cukup kompetitif untuk PC gaming kelas menengah, keputusan menggunakan SteamOS mungkin menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli. Kompatibilitas game dan dukungan driver menjadi dua faktor kunci yang perlu dipertimbangkan. Namun dengan teknologi Proton yang terus berkembang, hambatan tersebut perlahan mulai teratasi.

Implikasinya bagi konsumen Indonesia, PC rakitan dengan SteamOS ini membuka opsi baru di luar dominasi Windows. Dengan harga yang setara PC gaming kelas menengah, Steamroller menawarkan pengalaman konsol-like yang unik. Namun, ketersediaan dan dukungan purna jual di Indonesia masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.