Meta Matikan Kamera Kacamata jika LED Privasi Dirusak

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Kacamata pintar Meta dengan lampu indikator LED privasi menyala putih di samping lensa
  • Meta akan menonaktifkan kamera kacamata pintar jika LED privasi dirusak atau dimanipulasi
  • Langkah ini menyusul aksi modder yang mengebor fisik LED untuk merekam diam-diam
  • Sebelumnya Meta sudah memblokir perekaman jika LED ditutup, namun modder menemukan celah
  • Pembaruan diumumkan saat Meta dikritik atas rencana fitur pengenalan wajah
  • New York State akan larang kacamata kamera di ruang sidang akhir bulan ini
  • Philadelphia dan perusahaan pelayaran juga sudah membatasi penggunaan perangkat

JBNews.id – Meta akan memperbarui kacamata pintarnya dengan fitur yang secara otomatis menonaktifkan kamera jika lampu indikator privasi (LED) dirusak atau dimanipulasi. Langkah ini diambil untuk mengatasi modder yang secara fisik mengebor atau merusak LED tersebut.

Keputusan ini diumumkan di tengah meningkatnya kritik publik terhadap perangkat wearable Meta, terutama terkait potensi penyalahgunaan kamera tersembunyi. Wakil Presiden Meta untuk wearable, Alex Himel, kepada The Verge menyatakan bahwa pembaruan berfokus pada privasi ini telah direncanakan beberapa minggu lalu, tepat setelah peluncuran Meta Glasses yang lebih murah tanpa merek Ray-Ban.

Himel mengakui bahwa perusahaan menyadari peningkatan penyalahgunaan seiring dengan adopsi perangkat yang lebih luas. “Kami melihat pola penggunaan yang berkembang, dan kami harus merespons dengan langkah teknis yang tegas,” ujarnya, mengutip pernyataan kepada The Verge.

Ini bukan pertama kalinya Meta mencoba melindungi indikator privasi. Sejak generasi kedua kacamata pintarnya, menutupi LED dengan selotip atau benda lain akan memicu peringatan yang meminta pengguna untuk membuka kembali lampu rekaman. Namun, para modder terus menemukan berbagai celah untuk melewati langkah tersebut, termasuk dengan mengebor fisik komponen LED.

Pembaruan terbaru ini akan mendeteksi secara langsung jika terjadi kerusakan fisik atau gangguan pada LED. Begitu sistem mendeteksi adanya manipulasi, kamera akan langsung dinonaktifkan dan tidak dapat diaktifkan kembali hingga LED berfungsi normal. Langkah ini secara signifikan mempersulit upaya untuk merekam secara diam-diam.

Baca Juga:

Konteks Kritik Publik dan Regulasi

Pembaruan ini hadir di saat Meta menghadapi gelombang kritik online terkait rencana penambahan fitur pengenalan wajah (facial recognition) pada kacamatanya. Selain itu, laporan tentang oknum yang melecehkan perempuan muda menggunakan perangkat ini semakin memperburuk citra perusahaan.

Kekhawatiran privasi telah mendorong sejumlah tempat umum untuk mempertimbangkan larangan penggunaan perangkat ini. Baru hari ini, Syracuse.com melaporkan bahwa Negara Bagian New York akan mulai melarang kacamata berkamera dari semua ruang sidang pada akhir bulan ini. Langkah ini mengikuti keputusan serupa dari pengadilan di Philadelphia, serta perusahaan pelayaran yang membatasi penggunaan kacamata pintar di area umum.

Meta sendiri terus mengembangkan ekosistem AI untuk perangkat wearable-nya. Dalam langkah terpisah, perusahaan baru saja meluncurkan model AI generatif dan aplikasi berbasis AI untuk memperkuat posisinya di pasar teknologi konsumen.

Implikasi bagi Pengguna dan Industri

Langkah Meta ini menunjukkan bahwa tekanan publik dan regulasi dapat memaksa perusahaan teknologi untuk memperkuat fitur keamanan perangkat keras mereka. Bagi pengguna, pembaruan ini memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap perekaman tanpa izin.

Namun, efektivitas fitur ini masih harus diuji. Modder sering kali menemukan cara baru untuk menonaktifkan perlindungan, dan Meta harus terus memperbarui sistemnya. Jika berhasil, langkah ini bisa menjadi standar baru bagi industri kacamata pintar secara keseluruhan.

Bagi konsumen yang peduli privasi, fitur ini menjadi pertimbangan penting sebelum membeli perangkat wearable. Sementara itu, bagi pelaku industri, keputusan Meta menegaskan bahwa keamanan privasi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Meta juga tengah menghadapi tantangan internal terkait pengembangan AI. Seperti diakui oleh Mark Zuckerberg, kinerja AI Meta belum sesuai harapan, yang dapat mempengaruhi roadmap fitur-fitur cerdas di perangkat masa depan.

Dengan larangan yang mulai diberlakukan di berbagai yurisdiksi, masa depan kacamata pintar bergantung pada kemampuan produsen untuk meyakinkan regulator dan publik bahwa perangkat ini aman digunakan. Pembaruan privasi dari Meta adalah langkah ke arah yang benar, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.