Lintasarta Dorong Kedaulatan Digital Bank Daerah di BPD Summit 2026

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Armand Hermawan Presiden Direktur dan CEO Lintasarta di BPD Summit 2026
  • Lintasarta gelar BPD Summit 2026 di Semarang pada 5-7 Agustus 2026 untuk percepat transformasi digital BPD
  • Forum membahas Digital Sovereignty, ketahanan siber, dan pemanfaatan AI untuk perbankan daerah
  • Lintasarta perkenalkan Intelligent Core dengan kapabilitas 4C: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, Collaboration-AI
  • Tiga prinsip utama: Sovereign, Integrated, dan Seamless Experience
  • Tiga pilar kolaborasi: forum lintas BPD, pemanfaatan AI, penguatan talenta digital lokal
  • Inisiatif sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 dari OJK
  • Lintasarta merupakan entitas Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group

JBNews.id — Lintasarta menegaskan komitmennya mempercepat transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia melalui gelaran BPD Summit 2026 di Semarang. Forum yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 ini menjadi wadah kolaborasi strategis bagi pimpinan BPD dan regulator untuk merumuskan penerapan Digital Sovereignty, penguatan ketahanan siber, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat peran BPD sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Tingkat kematangan digital dan kesiapan talenta di tiap daerah yang masih bervariasi menjadi latar belakang utama digelarnya forum ini. Lintasarta hadir dengan solusi terintegrasi bernama Lintasarta Intelligent Core, sebuah fondasi digital terpadu yang mengintegrasikan kapabilitas 4C, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI ke dalam satu ekosistem yang aman dan andal.

Lintasarta Intelligent Core: Fondasi Digital Berdaulat

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menuturkan bahwa BPD saat ini menanggung tuntutan untuk memiliki kapabilitas digital dan keamanan siber yang setara dengan bank-bank besar. Di sisi lain, infrastruktur tersebut harus tetap efisien dan fleksibel untuk mengakomodasi karakteristik unik dari setiap daerah.

Armand Hermawan Presdir dan CEO Lintasarta

“Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapabilitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien,” jelas Armand dalam acara yang digelar di Semarang, Kamis (6/8/2026).

Ketiga prinsip tersebut dirancang untuk menjawab tantangan BPD yang membutuhkan infrastruktur digital setara bank besar tanpa mengorbankan fleksibilitas operasional di masing-masing daerah. Pendekatan ini memastikan setiap BPD dapat mengadopsi teknologi secara bertahap sesuai kesiapan lokal.

Keamanan Siber dan Talenta Digital Jadi Prioritas

Salah satu isu krusial yang diangkat dalam forum ini adalah tingkat kematangan Cybersecurity dan Security Operations Center (SOC) di lingkungan BPD yang masih belum merata. Lintasarta menawarkan pendekatan keamanan siber yang lebih proaktif, terintegrasi, dan didukung oleh kemampuan AI agar sistem perbankan daerah mampu menangkis ancaman siber yang makin kompleks.

Dalam mendukung akselerasi transformasi ini, Lintasarta menggulirkan tiga pilar kolaborasi utama bagi BPD. Pertama, pembentukan forum kolaborasi lintas BPD untuk ajang berbagi praktik terbaik di bidang teknologi informasi. Kedua, mendorong pemanfaatan AI untuk mengeksekusi berbagai use case prioritas di tiap daerah. Ketiga, penguatan kapasitas sumber daya manusia dengan mencetak talenta digital lokal yang melibatkan sinergi antara BPD dan perguruan tinggi setempat.

Lintasarta Intelligent Core

Seluruh inisiatif ini dirancang secara khusus agar sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai entitas Beyond AI Factory dari payung Indosat Ooredoo Hutchison Group, langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memacu daya saing BPD dalam menghadirkan layanan keuangan digital modern tanpa harus mengorbankan kedaulatan data nasabah.

Forum BPD Summit 2026 ini juga menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi transformasi digital perbankan daerah. Dengan adanya Lelang Frekuensi 900 MHz yang akan digelar tahun ini, infrastruktur konektivitas nasional diproyeksikan semakin matang untuk mendukung ekosistem digital perbankan.

Kolaborasi antara BPD dan perguruan tinggi setempat juga menjadi sorotan utama dalam forum ini. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan kesenjangan talenta digital antar daerah yang selama ini menjadi penghambat utama adopsi teknologi di sektor perbankan daerah.

Lintasarta menegaskan bahwa pendekatan keamanan siber proaktif dengan dukungan AI bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan keharusan strategis di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber global. Kemampuan SOC yang mumpuni menjadi prasyarat bagi BPD untuk melindungi data nasabah sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Melalui Lintasarta Intelligent Core, BPD tidak hanya mendapatkan solusi infrastruktur, tetapi juga ekosistem kolaborasi yang memungkinkan berbagi praktik terbaik antar bank daerah. Inisiatif serupa juga tengah dikembangkan di sektor lain, termasuk Hackathon Siber yang melibatkan akademisi dan industri untuk mencetak talenta keamanan digital.

Implikasi dari forum ini sangat jelas bagi industri perbankan daerah. Dengan fondasi digital berdaulat yang dibangun melalui kolaborasi Lintasarta dan BPD, bank-bank daerah dapat meningkatkan daya saing mereka di tengah dominasi bank-bank besar nasional. Kedaulatan data nasabah menjadi nilai jual utama yang tidak dapat ditawar lagi di era transformasi digital ini.

Ke depannya, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan dan kesiapan masing-masing BPD dalam mengadopsi teknologi baru. Forum seperti BPD Summit 2026 menjadi katalis penting untuk memastikan tidak ada satupun bank daerah yang tertinggal dalam perlombaan transformasi digital nasional.