Komentar Spam Judol Melonjak 128%, Komdigi Bongkar Jaringan Bot Global

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi Alexander Sabar saat konferensi pers tentang spam judol
  • Komdigi ungkap lonjakan komentar spam judol 128% dalam dua pekan terakhir
  • Aktivitas terorganisir transnasional menggunakan bot untuk menyebarkan promosi judi online
  • Jaringan bot berbasis di India dan Brasil, menyebarkan ribuan komentar dalam waktu singkat
  • Platform Meta (Instagram dan Facebook) menjadi sasaran utama penyebaran spam judol
  • Komdigi rencanakan pertemuan dengan Meta untuk percepat penanganan
  • Piala Dunia 2026 dimanfaatkan pelaku untuk tingkatkan promosi taruhan olahraga

JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap lonjakan signifikan komentar spam yang mempromosikan judi online di media sosial. Dalam dua pekan terakhir, jumlah temuan meningkat 128% dibandingkan rata-rata temuan periode Januari hingga Juli 2026.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan lonjakan ini bukan fenomena alami. Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas terorganisir lintas negara yang memanfaatkan sistem otomatis atau bot untuk menyebarkan promosi judi online secara masif.

“Dari hasil analisis kami, lonjakan ini menunjukkan adanya aktivitas terorganisir transnasional yang memanfaatkan sistem otomatis atau mesin atau bot untuk memantau media sosial secara real time,” ujar Alexander di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Sistem tersebut bekerja dengan memantau unggahan dari akun-akun berjangkauan tinggi. Ketika sebuah unggahan mulai ramai mendapatkan interaksi, bot secara otomatis membanjiri kolom komentar dengan promosi dan tautan menuju situs judi online.

Komdigi menilai fenomena ini juga berkaitan dengan dimulainya Piala Dunia 2026 pada 11 Juni lalu. Momen olahraga global itu dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga.

Alexander menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi pola penyebaran komentar promosi judi online yang memanfaatkan akun-akun palsu di platform Instagram, Facebook, dan TikTok. Modusnya ditandai dengan komentar berulang yang menggunakan berbagai variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem moderasi otomatis milik platform.

“Berdasarkan hasil analisis jaringan, kami menemukan adanya operasi penyebaran komentar spam judi online yang terhubung dengan berbagai platform judi online, salah satunya menggunakan tagar Rawitbet melalui sistem afiliasi,” tuturnya.

Komdigi juga menemukan bahwa aktivitas tersebut dijalankan secara terkoordinasi menggunakan jaringan akun yang terindikasi berbasis di India dan Brasil. Jaringan tersebut mampu menyebarkan ribuan komentar promosi dalam waktu singkat, terutama pada akun media sosial yang memiliki jangkauan publik tinggi.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komdigi, Alexander Sabar

Platform Meta Jadi Sasaran Utama

Menindaklanjuti temuan tersebut, Komdigi terus berkoordinasi dengan penyelenggara platform digital untuk mempercepat penanganan. Berdasarkan hasil pemantauan, komentar promosi judi online paling banyak ditemukan pada platform yang berada di bawah naungan Meta, yakni Instagram dan Facebook.

“Kami merencanakan segera bertemu dengan perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini. Bagi platform lainnya, kami juga meminta agar terus memperketat pengawasan terhadap konten judi online di platform masing-masing,” kata Alexander.

Langkah ini sejalan dengan upaya Komdigi dalam memperkuat ekosistem digital yang aman. Sebelumnya, Komdigi juga telah menyepakati 8 agenda besar untuk memacu ekonomi digital Indonesia.

Implikasi bagi Pengguna Media Sosial

Lonjakan komentar spam judi online ini memberikan dampak langsung bagi pengguna media sosial di Indonesia. Pengguna rentan terpapar tautan mencurigakan yang dapat mengarah pada penipuan atau malware. Selain itu, maraknya promosi judi online di kolom komentar juga merusak pengalaman bersosial media yang sehat.

Komdigi mengimbau pengguna untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dan melaporkan konten promosi judi online ke platform masing-masing. Langkah ini penting mengingat jaringan bot yang digunakan bersifat transnasional dan sulit dilacak secara manual.

Dengan temuan ini, Komdigi menegaskan komitmennya dalam memberantas konten judi online di ruang digital. Koordinasi dengan platform digital global seperti Meta akan menjadi kunci dalam mempercepat penanganan spam judi online yang semakin terorganisir.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai langkah Komdigi dalam melindungi pengguna digital, Anda dapat membaca artikel tentang ancaman siber pada anak yang dibahas dalam ICEC 2026.