JBNews.id — Gelombang pencurian kargo yang menargetkan pabrik Tesla di Storey County, Nevada, memicu kerugian besar bagi perusahaan mobil listrik milik Elon Musk. Investigasi mengungkap bahwa modus operandi sindikat pencuri semakin terorganisir, memanfaatkan celah keamanan dan identitas palsu untuk menggasak produk Tesla senilai ratusan juta dolar.
Detektif Sam Hatley dari Kantor Sheriff Storey County menyebut situasi ini sebagai “epidemi” yang tengah melanda kawasan industri setempat. Penyelidikan yang dilakukan Hatley mengungkap setidaknya 17 dugaan pencurian kargo terjadi tahun ini, melibatkan Tesla dan beberapa bisnis lain di Storey County. Meski Hatley menolak merinci berapa banyak yang menimpa Tesla secara spesifik, catatan kepolisian menunjukkan pabrik raksasa atau gigafactory seluas 5,4 juta kaki persegi itu menjadi sasaran utama. Pabrik yang mempekerjakan sekitar 12.000 orang tersebut merupakan pemberi kerja terbesar di wilayah tersebut, dan sekitar 2 persen dari total insiden darurat di county tahun lalu berasal dari fasilitas yang dioperasikan Tesla bersama Panasonic ini.
Yang lebih mengkhawatirkan, data industri menunjukkan tren peningkatan dramatis. Lembaga riset transportasi memperkirakan pencurian kargo di Amerika Serikat hampir dua kali lipat dari 2022 hingga 2024, dan kini secara kolektif merugikan perusahaan hampir US$18 juta per hari atau setara dengan sekitar Rp288 miliar (kurs Rp16.000). Angka ini, jika dikalkulasikan, berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Konsultan pencegahan pencurian Verisk CargoNet mencatat komponen elektronik menjadi target yang paling sering diincar.
Modus “Pencurian Strategis” yang Terorganisir
Yang paling memprihatinkan bagi aparat penegak hukum dan industri kargo adalah munculnya apa yang disebut sebagai pencurian strategis. Tidak seperti pencurian konvensional yang menjarah barang dari trailer tanpa pengawasan di tempat istirahat umum, operasi ini melibatkan kelompok terorganisir yang mengeksploitasi celah dalam protokol keamanan di pabrik mobil paling bernilai di dunia. Sindikat menggunakan KTP palsu dan memanfaatkan hubungan longgar antara Tesla dengan perusahaan truk yang mengangkut produknya.
Seorang asisten manajer Tesla mengungkapkan kepada penyidik bahwa beberapa pencurian awal berasal dari kegagalan mematuhi protokol keamanan dasar. Sejak saat itu, Tesla telah memperketat prosedurnya, termasuk mulai memverifikasi identitas pengemudi di gerbang pabrik. “Ini jelas membantu,” kata Hatley. Pencurian “masih terjadi, tetapi tidak sebanyak dulu.”
Tesla, asisten manajer yang disebutkan dalam laporan, dan Redwood Materials—sebuah perusahaan daur ulang baterai yang juga menjadi sasaran—tidak menanggapi permintaan komentar.
Kronologi Pencurian: Powerwall Sasaran Utama
Kasus pertama yang tercatat terjadi pada Desember tahun lalu. Dua trailer masing-masing berisi sistem baterai rumah Powerwall 3 senilai lebih dari US$475.000 diambil dari properti Tesla oleh operator logistik yang mencurigakan. Pihak berwenang kemudian menemukan trailer tersebut dalam keadaan kosong sekitar 500 mil di California Selatan. Tim keamanan Tesla kemudian menemukan beberapa Powerwall dijual secara daring dan memberi tahu pihak berwenang. Produk-produk itu tidak dapat diaktifkan jika ditandai sebagai curian, sehingga tidak ada untungnya bagi pembeli.
Dalam kasus lain, seorang pedagang suku cadang mobil di California Utara melaporkan bahwa seseorang menawarkan untuk menjual baterai mobil yang diduga curian dengan harga diskon. Investigasi kemudian mengonfirmasi bahwa baterai tersebut memang hasil curian.
Tesla melaporkan satu dugaan pencurian tambahan pada Desember dan sembilan lagi pada Januari. Termasuk insiden pada 19 Januari di mana sebuah trailer berisi 123 Powerwalls yang ditujukan ke fasilitas Tesla di Hayward, California, tidak pernah sampai tujuan. Laporan sheriff menyebutkan bahwa truk semi dan perusahaan yang pengemudinya datang untuk mengambil trailer tersebut tidak memiliki izin untuk operasi antarnegara bagian. Seorang pialang pengiriman telah memberikan kontrak pengangkutan trailer tersebut kepada operator yang tidak sah.
Dua trailer tambahan, masing-masing berisi Powerwall senilai sekitar US$500.000, diambil dalam empat hari berikutnya. Kedua trailer ditemukan berdasarkan riwayat lokasi GPS, tetapi satu ditemukan dalam keadaan kosong. Trailer lainnya ditemukan dengan seluruh muatannya di sebuah pompa bensin yang berjarak 18 mil dari pabrik Tesla. Detektif memasang alat pelacak GPS di trailer itu dengan maksud menangkap pencuri yang akan kembali mengambilnya, dan mereka memberi tahu Tesla tentang lokasi dan rencana mereka. Namun, karyawan Tesla datang untuk mengambil trailer tersebut dan sempat dihentikan oleh deputi yang bingung. Hatley menolak berkomentar tentang insiden ini.
Penangkapan Tiga Tersangka
Pada minggu berikutnya di bulan Januari, dua trailer lagi dicuri, tetapi keduanya dilengkapi pelacak GPS internal yang tetap aktif. Kedua trailer dengan cepat ditemukan di dekat lokasi, diparkir dengan isi yang tidak tersentuh. Tesla mengambil satu, sementara petugas memasang pelacak GPS mereka sendiri di trailer lainnya.
Pada 30 Januari, trailer yang dilengkapi pelacak polisi itu mulai bergerak, dan polisi segera menangkap tiga tersangka yang membawanya pergi. Jaksa menduga ketiga individu berusia 20-an—Arashdeep Singh, Deepindeer Singh, dan Harman Pal Singh—bepergian dari California dengan surat izin mengemudi komersial palsu atas nama orang lain. Kasus mereka dijadwalkan untuk disidangkan pada bulan Oktober. Pengacara yang tercantum dalam dokumen pengadilan untuk dua dari terdakwa tidak menanggapi permintaan komentar.
Upaya Pemberantasan dan Dampak ke Konsumen
Beberapa perusahaan dan anggota parlemen federal mendorong cara-cara baru untuk memerangi pencurian kargo. Amazon bulan lalu mengumumkan penggunaan langkah-langkah seperti “deteksi anomali berbasis AI” dan “penyaringan operator harian” untuk melindungi pengiriman mereka. Sekitar waktu yang sama, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan rancangan undang-undang bipartisan yang dimaksudkan untuk memudahkan penuntutan pencurian ritel dan kargo serta meningkatkan koordinasi antara lembaga penegak hukum. Undang-undang ini kini menunggu tindakan di Senat.
“Pencurian ritel dan kargo berskala besar yang sangat terorganisir telah meningkat, dan kita perlu melakukan lebih banyak upaya untuk menindaknya,” kata Senator Nevada Catherine Cortez Masto, yang berencana memperjuangkan pengesahan RUU tersebut. “Kejahatan ini menciptakan kekacauan bagi komunitas bisnis dan menaikkan harga bagi keluarga pekerja keras Amerika.” Masto menolak berkomentar apakah dia telah berhubungan dengan Tesla tentang masalah pencuriannya.
Hatley memuji Tesla karena bekerja sama dengannya. Ini merupakan perbedaan mencolok dari tahun 2018, ketika Tesla dilaporkan menolak membantu departemennya menyelidiki dugaan pencurian kawat tembaga di gigafactory. “Dibutuhkan upaya bersama antara operator, pialang, korban, dan penegak hukum” untuk mengatasi epidemi pencurian ini, katanya.
Kasus pencurian kargo ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Tesla. Sebelumnya, perusahaan juga menghadapi gugatan besar terkait kecelakaan yang melibatkan Fitur Full Self-Driving, kecelakaan fatal saat Tesla tabrak rumah, serta dugaan manipulasi data FSD untuk mendapatkan izin di Eropa. Isu keamanan dan operasional yang berulang ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan dalam menjaga reputasi dan efisiensi bisnisnya.




