Jaket Bekas Jensen Huang Laku Rp 17,2 Miliar di Lelang

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Jensen Huang mengenakan jaket kulit hitam khasnya
  • Jaket bekas CEO Nvidia Jensen Huang terjual Rp 17,2 miliar di Sotheby's
  • Harga jual jauh di atas estimasi USD 40.000-60.000
  • Jaket Tom Ford ini menjadi ciri khas Huang selama 20 tahun
  • Hasil lelang untuk mendukung Edge Institute
  • 45 kolektor berbeda ikut menawar jaket tersebut
  • Fenomena ini menunjukkan tren koleksi artefak era AI

JBNews.id — Sebuah jaket kulit bekas milik CEO Nvidia, Jensen Huang, terjual di rumah lelang Sotheby’s dengan harga fantastis Rp 17,2 miliar atau setara USD 960.000. Angka ini melonjak jauh di atas perkiraan awal yang hanya berkisar USD 40.000 hingga USD 60.000, menandakan tingginya minat kolektor terhadap artefak era kecerdasan buatan (AI).

Jaket kulit hitam merek Tom Ford ini menjadi ciri khas Huang yang hampir selalu ia kenakan selama 20 tahun terakhir, termasuk di berbagai peluncuran produk dan pameran dagang. Setelah melalui 65 penawaran, jaket bertanda tangan Huang tersebut akhirnya berpindah tangan pada Jumat lalu.

Harga jual tersebut jauh melampaui harga eceran asli jaket yang berada di bawah USD 10.000. “Respons terhadap pelelangan ini bahkan melampaui ekspektasi tertinggi kami,” ujar Kepala Barang Koleksi Modern Sotheby’s, Brahm Wachter, dalam pernyataannya.

Sotheby’s mencatat ada 45 kolektor berbeda yang ikut menawar jaket tersebut. Tingginya harga ini menjadi pertanda bahwa para kolektor tengah mengincar artefak dan barang koleksi dari era ledakan AI. Tren ini sejalan dengan perkembangan teknologi robotik yang semakin masif, termasuk Robot Humanoid 1X yang baru-baru ini meluncurkan tangan dengan 25 derajat kebebasan.

Hasil penjualan jaket ini akan disalurkan pada inisiatif filantropi untuk mendukung Edge Institute, organisasi nirlaba yang berdedikasi pada inovasi. Dana tersebut akan dialokasikan untuk program beasiswa, dana hibah, dan program residensi.

Baca Juga:

Kisah di Balik Jaket Khas Jensen Huang

Jensen Huang jarang terlihat tanpa jaket kulit hitamnya. Dalam sebuah podcast tahun 2023, ia bercerita bahwa istri dan putrinyalah yang mendandaninya. Pada diskusi Reddit tahun 2016, ia bahkan menyebut dirinya sebagai “pria berjaket kulit”.

Jaket yang dilelang ini dikenakan Huang pada tahun 2023 dalam sebuah acara di Foxconn yang berlokasi di Taipei, Taiwan. Gaya khas Huang ini juga menarik perhatian para CEO teknologi lainnya. CEO Meta, Mark Zuckerberg, terkenal pernah bertukar pakaian dengan Huang layaknya tradisi tukar jersey olahraga profesional pada tahun 2024.

Belakangan di tahun yang sama, saat berada di atas panggung dalam sebuah konferensi, Huang memberikan Zuckerberg salah satu jaket yang sedang ia pakai. “Ini nilainya jadi lebih tinggi karena sudah pernah dipakai,” kata Zuckerberg saat itu.

Fenomena ini juga mencerminkan bagaimana barang-barang milik tokoh teknologi kini menjadi buruan kolektor. Sama seperti Deteksi Alat Pelacak yang menjadi perhatian di era digital, artefak seperti jaket Jensen Huang menjadi simbol status dan sejarah perkembangan AI.

Jaket kulit Tom Ford yang menjadi seragam Huang ini telah menjadi bagian dari identitasnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Nvidia sendiri merupakan perusahaan yang memproduksi chip untuk kecerdasan buatan, dan valuasi perusahaan ini telah meroket seiring dengan ledakan AI global.

Para analis melihat bahwa lelang ini bukan sekadar penjualan barang bekas, melainkan cerminan dari era baru di mana tokoh-tokoh teknologi dianggap setara dengan selebritas atau tokoh sejarah. Harga yang mencapai Rp 17,2 miliar menunjukkan betapa berharganya barang-barang yang terkait dengan revolusi AI.

Implikasi bagi Kolektor dan Industri AI

Keberhasilan lelang ini memberikan gambaran bahwa pasar barang koleksi teknologi semakin matang. Kolektor kini tidak hanya memburu barang antik atau seni tradisional, tetapi juga artefak dari era digital dan AI.

Bagi para kolektor, jaket ini bukan sekadar pakaian, melainkan bagian dari sejarah transformasi teknologi global. Jensen Huang, dengan gaya khasnya, telah menjadi ikon yang mewakili era baru komputasi dan kecerdasan buatan.

Dana yang terkumpul dari lelang akan digunakan untuk mendukung inovasi melalui Edge Institute. Organisasi nirlaba ini berfokus pada pengembangan teknologi dan inovasi, sejalan dengan misi Nvidia dalam memajukan komputasi AI.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana nilai sebuah barang bisa melonjak drastis ketika terkait dengan tokoh penting dalam industri teknologi. Para pengamat memperkirakan tren ini akan terus berlanjut seiring dengan semakin pentingnya peran AI dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan teknologi dan tren koleksi, fenomena ini menjadi pengingat bahwa era AI tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga menciptakan nilai baru pada barang-barang yang terkait dengannya.

Lelang jaket Jensen Huang ini menjadi bukti bahwa dampak revolusi AI telah merambah ke berbagai aspek, termasuk pasar barang koleksi. Dengan harga Rp 17,2 miliar, jaket ini bukan sekadar pakaian, melainkan simbol dari era baru yang sedang kita jalani.