Jaket Bekas Bos Nvidia Laku Rp 17,2 Miliar di Lelang

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
CEO Nvidia Jensen Huang mengenakan jaket kulit hitam khasnya
  • Jaket bekas CEO Nvidia Jensen Huang terjual Rp 17,2 miliar di Sotheby's
  • 65 penawaran dari 45 kolektor berbeda, jauh di atas estimasi USD 40.000-60.000
  • Jaket kulit Tom Ford yang dipakai Huang sejak 20 tahun lalu
  • Hasil lelang untuk filantropi mendukung Edge Institute
  • Menjadi pertanda barang koleksi era AI mulai diburu kolektor
  • Mark Zuckerberg pernah bertukar jaket dengan Huang pada 2024

JBNews.id — Jaket kulit bekas pakai CEO Nvidia, Jensen Huang, terjual dengan harga fantastis Rp 17,2 miliar (USD 960.000) di rumah lelang Sotheby’s pada Jumat lalu. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan awal yang hanya berkisar USD 40.000 hingga USD 60.000.

Jaket kulit hitam Tom Ford yang menjadi ciri khas Huang ini telah ia kenakan selama hampir 20 tahun. Di berbagai peluncuran produk, acara perusahaan, dan pameran dagang, Huang hampir selalu tampil dengan jaket tersebut. Salah satu jaket bertanda tangannya akhirnya masuk bursa lelang dan setelah 65 penawaran, harganya meroket.

Harga jual tersebut juga jauh lebih tinggi dari harga eceran asli pakaian tersebut yang berada di bawah USD 10.000. Jaket yang dilelang ini dikenakan Huang pada tahun 2023 dalam sebuah acara di Foxconn yang berlokasi di Taipei, Taiwan.

“Respons terhadap pelelangan ini bahkan melampaui ekspektasi tertinggi kami,” ujar Kepala Barang Koleksi Modern Sotheby’s, Brahm Wachter. Sotheby’s menyebutkan bahwa ada 45 kolektor berbeda yang menawar jaket tersebut.

Tingginya harga pakaian ini menjadi pertanda bahwa para kolektor sedang mengincar artefak dan barang koleksi dari era ledakan kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi terbaru dan tokoh di baliknya menjadi barang buruan bernilai tinggi.

Hasil penjualan jaket ini akan disalurkan pada inisiatif filantropi untuk mendukung Edge Institute, organisasi nirlaba yang berdedikasi pada inovasi. Dana dari penjualan akan dialokasikan untuk program beasiswa, dana hibah, dan program residensi.

Huang sering berkelakar mengenai ‘seragam’ yang ia kenakan. Dalam sebuah podcast tahun 2023, ia menceritakan bahwa istri dan putrinyalah yang mendandaninya. Pada sebuah diskusi Reddit tahun 2016, ia menyebut dirinya sebagai pria berjaket kulit.

Para CEO lainnya juga memperhatikan gaya khas ini. CEO Meta, Mark Zuckerberg, terkenal pernah bertukar pakaian dengan Huang layaknya tradisi tukar jersey olahraga profesional pada tahun 2024. Belakangan di tahun yang sama, saat berada di atas panggung dalam sebuah konferensi, Huang memberikan Zuckerberg salah satu jaket yang sedang ia pakai hari itu. “Ini nilainya jadi lebih tinggi karena sudah pernah dipakai,” kata Zuckerberg.

Fenomena ini menegaskan bagaimana artefak dari tokoh kunci era AI memiliki nilai kolektor yang luar biasa. Bagi para penggemar teknologi dan investor, barang-barang seperti jaket Jensen Huang bukan sekadar pakaian, melainkan simbol dari revolusi industri yang sedang berlangsung. Perkembangan robot humanoid dan AI semakin memperkuat posisi Nvidia sebagai pemimpin pasar.

Jaket bekas bos Nvidia ini menjadi bukti bahwa dampak kepemimpinan Jensen Huang melampaui dunia teknologi. Gaya khasnya yang ikonik kini tercatat dalam sejarah lelang sebagai salah satu barang koleksi termahal dari era kecerdasan buatan.

Bagi para kolektor dan pengamat industri, lelang ini memberikan sinyal jelas: era AI tidak hanya mengubah lanskap bisnis, tetapi juga menciptakan nilai baru pada memorabilia para pionirnya.