Industri Ojol Sumbang Rp 565 Triliun ke PDB Indonesia

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Menteri Koordinator AHY bersama CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam konferensi pers peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab.
  • Industri ojek online (ojol) menyumbang Rp 565 triliun terhadap PDB Indonesia berdasarkan riset PPPI dan INDEF
  • Ekosistem ojol menyerap 2,91 juta tenaga kerja langsung dan 2,62 juta pekerjaan turunan
  • AHY mengucapkan terima kasih kepada industri ojol atas penciptaan lapangan kerja
  • Grab Indonesia luncurkan 'Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia'
  • Armada EV Grab Indonesia capai 28 ribu unit per Mei 2026, naik dua kali lipat
  • Transportasi darat menyumbang 80% emisi CO2 sektor transportasi
  • AHY tekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan

JBNews.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi tinggi kepada industri ojek online (ojol) karena kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan riset kolaborasi Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan INDEF, ekosistem ojek online menyerap 2,91 juta tenaga kerja langsung dan menyumbang hingga Rp 565 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Pertemuan ini selamanya akan saya ingat di tengah pejuang nafkah, pejuang keluarga, dan penggerak ekonomi kita. Ini luar biasa karena bapak dan ibu semua adalah tulang punggung. Setiap keringat yang diteteskan Insya Allah jadi pahala,” ujar AHY dalam Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Senin (29/6/2026), di Sasono Adiguno, Taman Mini Indonesia Indah.

AHY secara khusus berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di industri ini. “Terima kasih industri ojol secara keseluruhan yang menciptakan lapangan kerja dan sumber penghasilan baik, memperlancar mobilitas sehingga tidak semua harus naik kendaraan pribadi dan mempercepat gerakan manusia barang maupun jasa dari satu lokasi ke lokasi lain,” tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Data riset yang dipaparkan menunjukkan bahwa industri ojek online tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung dalam jumlah besar, tetapi juga menciptakan efek berganda. Selain 2,91 juta pekerjaan langsung, industri ini turut memberikan sumbangsih 2,62 juta pekerjaan turunan dalam ekosistem ekonomi digital. Angka ini menegaskan peran vital sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di tengah ketidakpastian global.

AHY juga menyebut bahwa aplikasi ojek online seperti Grab telah mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tumbuh dan berkembang. Dengan adaptasi penggunaan smartphone yang semakin masif, ruang tumbuh bagi ekonomi digital Indonesia semakin terbuka lebar.

Baca Juga:

Transportasi sebagai Tulang Punggung dan Tantangan Iklim

Lebih lanjut, AHY menuturkan bahwa transportasi menjadi tulang punggung konektivitas. Namun, dilema yang ada menunjukkan bahwa sektor ini juga menjadi penyumbang emisi CO2 yang signifikan, dengan 80 persen emisi dipegang oleh transportasi jalan raya, termasuk mobil dan motor.

Di tengah tantangan ini, AHY mengapresiasi langkah Grab Indonesia yang meluncurkan kampanye ‘Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia’. Perusahaan tersebut juga menunjukkan bukti nyata peningkatan penggunaan kendaraan listrik (EV). Per Mei 2026, armada EV Grab Indonesia telah mencapai 28 ribu unit, dua kali lebih banyak dari akhir tahun 2025.

“Dunia sedang tidak baik-baik saja, terjadi ketidakpastian global, dunia penuh gejolak dengan kejutan krisis iklim. Apakah bapak dan ibu merasakan dunia kita semakin rentan dengan krisis iklim?” tanya AHY kepada mitra driver Grab yang hadir.

AHY menekankan bahwa pemerintah harus dekat dengan para pelaku industri, termasuk Grab Indonesia. Pemerintah juga harus mengapresiasi langkah baik yang diambil oleh industri yang mau berbenah. “Kita tidak boleh terjebak dengan alasan membangun ekonomi kemudian membangunnya jadi asal-asalan dan tidak menjaga kelestarian lingkungan juga Bumi. Ingat, Bumi kita hanya ada satu,” ungkap AHY.

“Walaupun dilakukan eksplorasi Mars, kita pasti ingin Bumi tetap aman nyaman buat anak cucu, untuk generasi penerus. Itulah mengapa membangun harus memperhatikan kelangsungan hidup Bumi kita juga,” pungkasnya.

Kontribusi industri ojol yang mencapai Rp 565 triliun terhadap PDB menjadi bukti bahwa sektor ekonomi digital memiliki peran strategis. Untuk pembaca di Jawa Barat dan Banten, perkembangan ini relevan mengingat tingginya aktivitas ekonomi digital di kedua wilayah tersebut. Inisiatif hijau seperti yang dilakukan Grab juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan di berbagai daerah, seperti penanaman mangrove yang dilakukan oleh Polda Banten.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan AHY.