Indonesia Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo dalam seremoni penandatanganan pendirian WAICO di Shanghai
  • Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri WAICO (World Artificial Intelligence Cooperation Organization)
  • Penandatanganan berlangsung di Shanghai, Tiongkok pada 16 Juli 2026
  • Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo dampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
  • WAICO adalah organisasi internasional antarpemerintah independen dan nirlaba di bawah kerangka PBB
  • Tujuan: memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan dan tata kelola AI
  • Manfaat bagi Indonesia: partisipasi dalam kebijakan AI global, perluasan kerja sama teknologi dan investasi
  • Organisasi diharapkan menjadi katalis pengembangan ekonomi digital nasional
  • Delegasi Indonesia ikuti Informal Preparatory Session pada 17 Juli 2026
  • Negara pendiri lain: China, Brasil, Rusia, Malaysia, Afrika Selatan, dan lainnya

JBNews.id — Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional antarpemerintah yang dibentuk untuk memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan. Penandatanganan pendirian WAICO berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 16 Juli 2026.

Dalam agenda tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin delegasi Pemerintah Indonesia. Pembentukan WAICO juga mendapat dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kehadiran Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam seremoni penandatanganan.

WAICO dibentuk sebagai organisasi internasional yang bersifat independen dan nirlaba di bawah kerangka kerja PBB. Organisasi ini bertujuan memperkuat kerja sama global dalam mendorong inovasi kecerdasan artifisial sekaligus memastikan pengembangan teknologi tersebut berlangsung secara terbuka, inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara.

Selain menjadi wadah kolaborasi, WAICO akan memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, memperluas akses terhadap teknologi AI, memperkuat koordinasi strategi pengembangan AI antarnegara, hingga mendorong penyusunan tata kelola dan etika AI di tingkat internasional.

Bagi Indonesia, keikutsertaan sebagai negara pendiri dinilai membuka peluang untuk berpartisipasi lebih aktif dalam penyusunan arah kebijakan AI global, sekaligus memperluas kerja sama internasional di bidang teknologi, investasi, riset, dan pengembangan ekosistem kecerdasan buatan. Pemerintah juga memandang kehadiran WAICO sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Manfaat Strategis bagi Ekonomi Digital

Organisasi tersebut diharapkan menjadi salah satu katalis dalam pengembangan ekonomi digital yang ditargetkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia melalui peningkatan investasi dan pengembangan sektor-sektor berbasis teknologi bernilai tambah tinggi. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, termasuk melalui Lelang Frekuensi Selesai yang menjadi fondasi infrastruktur telekomunikasi nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan keterlibatan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola AI nasional agar sejalan dengan praktik terbaik di tingkat internasional.

“Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab,” ujar Angga dikutip dari siaran pers, Sabtu (18/7/2026).

Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Langkah Operasional dan Negara Pendiri

Setelah penandatanganan pendirian organisasi, delegasi Indonesia dijadwalkan mengikuti Informal Preparatory Session on the Establishment of WAICO pada 17 Juli 2026. Pertemuan tersebut dipimpin Angga Raka Prabowo sebagai ketua delegasi Indonesia dan menjadi forum awal membahas langkah operasional organisasi serta peluang kerja sama antarnegara di bidang kecerdasan artifisial.

Selain Indonesia, terdapat 28 negara lain yang menjadi pendiri WAICO, antara lain China, Brasil, Rusia, Malaysia, Afrika Selatan, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Serbia, Kenya, Ethiopia, Venezuela, Zambia, dan sejumlah negara berkembang lainnya. Keberagaman negara pendiri menunjukkan komitmen global untuk menciptakan tata kelola AI yang inklusif dan representatif.

Partisipasi Indonesia dalam WAICO juga membuka peluang bagi pengembangan ekosistem teknologi dalam negeri. Dengan akses yang lebih luas terhadap riset dan pengembangan AI global, Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi ini di berbagai sektor strategis. Hal ini menjadi penting mengingat persaingan global di bidang AI semakin ketat, termasuk dengan kehadiran Fitur Unggulan perangkat berbasis AI yang mulai merambah pasar Indonesia.

Pemerintah optimistis keanggotaan Indonesia sebagai pendiri WAICO akan memperkuat posisi Indonesia di panggung global dalam hal tata kelola teknologi. Selain itu, organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi negara berkembang untuk mendapatkan akses yang lebih setara terhadap teknologi AI.

Ke depannya, WAICO direncanakan akan menjadi platform utama bagi negara-negara anggota untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan praktik terbaik dalam pengembangan AI. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadikan AI sebagai salah satu pilar transformasi digital nasional.

Dengan menjadi pendiri WAICO, Indonesia tidak hanya berperan sebagai partisipan, tetapi juga sebagai salah satu penentu arah kebijakan AI global. Ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk memastikan bahwa pengembangan AI di masa depan berlangsung secara etis, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.