JBNews.id — Astronom berhasil mendeteksi atmosfer pada planet berbatu mirip Bumi yang mengorbit di zona layak huni bintangnya, sebuah terobosan besar dalam pencarian kehidupan di luar tata surya. Planet bernama LHS 1140 b ini berjarak 48 tahun cahaya dari Bumi dan menjadi planet berbatu pertama yang atmosfernya terkonfirmasi langsung berada di zona layak huni.
Penemuan yang dipublikasikan pada Minggu (19/7/2026) ini menandai pertama kalinya para ilmuwan mendeteksi atmosfer pada planet berbatu di zona Goldilocks. Zona tersebut merupakan area di mana air dalam bentuk cair berpotensi menggenang di permukaan planet, sehingga menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan.
“Kami benar-benar mendeteksi langsung helium di atmosfer itu dan ini adalah deteksi langsung pertama untuk eksoplanet berbatu mana pun. Lalu ada bonus tambahan ia di zona layak huni, yang sangat menggembirakan bagi astrobiologi, studi kelayakan huni, dan pencarian kehidupan,” ujar penulis utama penelitian, Collin Cherubim, yang baru-baru ini meraih Ph.D. dari Harvard.
Eksoplanet LHS 1140 b pertama kali ditemukan pada tahun 2017 oleh tim yang dipimpin astronom Jason Dittmann, yang kini menjadi rekan penulis dalam penemuan baru ini. “Planet ini ditemukan sekitar 10 tahun yang lalu, dan baru sekarang kita bisa mengatakan, ‘oke, itu adalah sebuah atmosfer’,” kata Dittmann.
Karakteristik Planet ‘Bumi Kedua’
Meskipun bukan salinan identik Bumi, LHS 1140 b dapat dianggap mirip Bumi dalam dua hal utama. Pertama, komposisi keseluruhannya — planet ini berbatu, kemungkinan memiliki inti besi dan memiliki atmosfer. Kedua, suhunya sangat pas untuk menopang air cair, elemen esensial bagi kehidupan.
Planet ini mengorbit bintang katai merah yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari. Namun, karena orbitnya lebih dekat ke bintang induknya, suhu di permukaan planet tetap terjaga di zona Goldilocks. Bintang katai merah yang diorbit LHS 1140 b memiliki ukuran sekitar sepertiga dari Matahari dan merupakan jenis bintang paling umum di alam semesta.
Jenis bintang ini aktif jauh lebih lama daripada bintang seperti Matahari. Bintang tersebut melepaskan semburan radiasi ekstrem seperti jilatan api matahari dan lontaran massa korona. Biasanya, radiasi ekstrem ini mengikis habis atmosfer planet yang mengorbitnya, sehingga astronom sempat ragu apakah planet yang mengorbit bintang-bintang ini bisa memiliki atmosfer.
“Penemuan ini adalah hal besar karena menunjukkan bahwa setidaknya planet berbatu yang satu ini mempertahankan atmosfernya selama miliaran tahun,” kata Cherubim.
Pencarian Kehidupan Alien
Penemuan eksoplanet pertama dikonfirmasi lebih dari 30 tahun lalu. Sejak itu, ilmuwan menemukan lebih dari 6.000 eksoplanet dan terus bertambah. Meskipun beberapa planet berbatu ditemukan di zona layak huni, baru kali ini ada sebuah atmosfer yang berhasil dikonfirmasi mengelilingi planet berbatu di zona layak huni.
Ketika melihat sebuah planet yang berbatu, memiliki atmosfer, dan berada di zona layak huni, pertanyaan tentang kehidupan alien tentu muncul. Namun, para ilmuwan menegaskan belum ada cukup data untuk membuat dugaan tersebut. Penemuan ini lebih berfokus pada kelayakan huni planet dan potensi astrobiologi di masa depan.
Peneliti dari Harvard dan institusi lainnya terus menganalisis data dari teleskop canggih untuk memahami komposisi atmosfer LHS 1140 b secara lebih detail. Helium yang terdeteksi menjadi petunjuk awal bahwa planet ini memiliki lapisan pelindung yang mampu bertahan dari radiasi bintang induknya selama miliaran tahun.
Baca Juga:
Implikasi bagi Penelitian Astrobiologi
Penemuan atmosfer pada LHS 1140 b membuka jalan baru bagi penelitian astrobiologi. Planet berbatu di zona layak huni dengan atmosfer yang terkonfirmasi memberikan target ideal bagi teleskop generasi berikutnya untuk mencari tanda-tanda kehidupan, seperti keberadaan uap air, metana, atau oksigen di atmosfernya.
Para ilmuwan juga menyoroti bahwa penemuan ini membuktikan planet berbatu yang mengorbit bintang katai merah dapat mempertahankan atmosfernya dalam jangka waktu lama. Hal ini penting karena bintang katai merah adalah jenis bintang yang paling umum di galaksi Bima Sakti, sehingga potensi planet layak huni di alam semesta bisa jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Dengan jarak 48 tahun cahaya, LHS 1140 b relatif dekat secara astronomis, memungkinkan pengamatan lebih detail menggunakan teleskop luar angkasa seperti James Webb Space Telescope. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi komposisi atmosfer secara lengkap dan menentukan apakah planet ini benar-benar memiliki air cair di permukaannya.
Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah astronomi, membawa umat manusia selangkah lebih dekat untuk menjawab pertanyaan fundamental: apakah kita sendirian di alam semesta?




