JBNews.id — HP layar lipat atau foldable kini bukan lagi sekadar perangkat bergaya. Samsung melaporkan tingkat pembelian kembali (repurchase rate) yang tinggi di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, mendekati 40%, menandakan konsumen mulai merasakan manfaat nyata dari teknologi ini dalam aktivitas sehari-hari.
Data tersebut diungkapkan CU Kim, President and CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, dalam sebuah kesempatan di London. Menurutnya, strategi Samsung sejak awal bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru, melainkan menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pengguna. “Inti dari strategi perangkat lipat Samsung tidak pernah sekadar membuat pengguna beradaptasi dengan teknologi atau perangkat baru. Sebaliknya, strategi berfokus pada bagaimana menghadirkan perangkat foldable secara mulus ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat memperkaya cara orang bekerja, berkomunikasi, dan berkreasi,” ujar CU Kim.
Angka repurchase rate yang tinggi menjadi bukti utama pergeseran persepsi ini. CU Kim merinci, untuk Galaxy Z Fold7 angkanya mencapai 32%, sementara Galaxy Z Flip7 mencapai 37%. Khusus di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, angkanya bahkan mendekati 40%. “Saya percaya hal ini menunjukkan bahwa konsumen benar-benar merasakan manfaat nyata foldable dalam aktivitas sehari-hari, bukan sekadar mengejar sesuatu yang baru,” lanjutnya. Angka ini juga menunjukkan bahwa teknologi layar lipat Samsung semakin matang dan diterima pasar.
Baca Juga:
Teknologi Lipat ke Pengalaman Lebih Personal
Setiap model HP lipat Samsung terbaru menghadirkan karakter yang berbeda. CU Kim menjelaskan, Galaxy Z Fold8 Ultra dirancang untuk pengguna yang membutuhkan produktivitas tinggi, Galaxy Z Fold8 untuk konsumsi konten, sementara Galaxy Z Flip8 mengedepankan ekspresi diri dan portabilitas. “Fold 8 Ultra dirancang untuk memaksimalkan produktivitas, Fold 8 dioptimalkan untuk konsumsi konten, dan Flip 8 berfokus pada ekspresi diri serta portabilitas,” ujarnya.
Perbedaan kebutuhan ini juga terlihat dari pengalaman pengguna. Pengguna Galaxy Z Fold7 paling puas dengan layar besar dan kemampuan kamera, sedangkan pengguna Galaxy Z Flip7 lebih mengapresiasi bentuk perangkat yang ringkas. Hal ini menunjukkan bahwa segmen pasar untuk perangkat lipat sudah mulai terdefinisi dengan jelas.
Di sisi lain, perubahan kebiasaan konsumsi digital menjadi peluang besar. Samsung menyebut lebih dari empat dari sepuluh milenial di Asia Tenggara menonton video setiap hari. Perangkat dengan layar besar dan fleksibel dinilai mumpuni untuk kebutuhan hiburan. “Saya yakin perangkat lipat baru ini akan menjadi pilihan terbaik bagi konsumen yang menginginkan pengalaman menonton yang imersif,” kata CU Kim.
Carl Nordenberg, Vice President and Regional Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, menambahkan bahwa banyak pengguna baru memahami manfaat HP lipat setelah mencoba langsung. “Sederhananya, satu hal penting yang perlu dilakukan adalah mencobanya sendiri,” ujar Carl. Ia menegaskan bahwa pengalaman langsung menjadi faktor penting karena perangkat lipat menawarkan cara penggunaan yang berbeda dibanding smartphone konvensional. “Banyak orang berkata, ‘Saya tidak benar-benar memahaminya sampai saya memilikinya.’ Ini khususnya berlaku untuk faktor bentuk lipat kami yang baru,” jelasnya. Carl juga menilai teknologi layar foldable saat ini sudah jauh berkembang dibandingkan generasi awal. “Teknologi perangkat lipat telah berkembang pesat. Ini bukan lagi seperti tujuh generasi yang lalu. Perangkat-perangkat ini kini sangat canggih dan telah disempurnakan. Begitu mencobanya, Anda pasti akan menginginkannya,” ujarnya.
Data dan pernyataan dari para eksekutif Samsung ini mengonfirmasi bahwa tren HP lipat telah bertransformasi dari sekadar gawai premium menjadi kebutuhan fungsional. Tingkat pembelian kembali yang tinggi, terutama di Asia Tenggara, menjadi indikator kuat bahwa konsumen tidak lagi ragu untuk beralih ke faktor bentuk ini. Seiring dengan peluncuran tiga ponsel lipat baru pada Galaxy Unpacked Juli 2026, Samsung optimistis dapat terus memperluas pangsa pasar perangkat foldable di kawasan ini.




