Hiu Greenland Hidup 400 Tahun, Rahasia Umur Panjang Terungkap

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Hiu Greenland berenang di perairan dalam Arktik
  • Hiu Greenland (Somniosus microcephalus) adalah vertebrata dengan umur terpanjang di Bumi, mampu hidup lebih dari 400 tahun
  • Penelitian terbaru di jurnal Nature Communications membuktikan hiu Greenland tidak buta, retina tetap utuh tanpa degenerasi
  • Anggapan lama tentang parasit Ommatokoita elongata yang menghalangi penglihatan kini terbantahkan
  • Hiu hidup di perairan Arktik dengan suhu -1,1 derajat Celsius dan kedalaman 3.000 meter
  • Pertumbuhan sangat lambat sekitar 1 cm per tahun dengan metabolisme rendah
  • Temuan berpotensi menjadi petunjuk penelitian penyakit mata dan penuaan pada manusia
  • Hiu juga mengandalkan indra penciuman dan sistem lateral line untuk mendeteksi mangsa

JBNews.id — Hiu Greenland (Somniosus microcephalus) dikenal sebagai vertebrata dengan umur terpanjang di Bumi. Beberapa individu diperkirakan mampu hidup lebih dari 400 tahun, sehingga hiu yang berenang di Samudra Atlantik Utara saat ini mungkin sudah hidup ketika ilmuwan Isaac Newton masih menyusun teori gravitasinya pada abad ke-17. Namun, satu anggapan lama tentang hewan ini kini mulai dipatahkan: hiu Greenland ternyata tidak benar-benar buta.

Selama puluhan tahun, hiu Greenland diyakini menghabiskan hidupnya dalam kondisi hampir buta karena korneanya sering ditempeli parasit krustasea Ommatokoita elongata. Parasit itu menempel pada mata dan diduga menghalangi penglihatan hiu. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Communications menunjukkan sistem penglihatan hiu Greenland masih berfungsi dengan baik meski hidup ratusan tahun di laut dalam Arktik.

“Hiu Greenland adalah vertebrata yang berumur paling panjang, tetapi anggapan bahwa mereka mengalami kemunduran penglihatan ternyata tidak didukung oleh bukti biologis terbaru,” demikian kesimpulan para peneliti seperti dikutip dari ScandinaviaStandard.

Hidup di Lingkungan Ekstrem

Hiu Greenland hidup di perairan Arktik dan Atlantik Utara dengan suhu yang dapat mencapai -1,1 derajat Celsius. Mereka juga menyelam hingga kedalaman hampir 3.000 meter, tempat cahaya Matahari nyaris tidak pernah mencapai dasar laut. Lingkungan ekstrem tersebut membuat hiu ini tumbuh sangat lambat, hanya sekitar satu sentimeter per tahun.

Sebagai imbalannya, metabolisme yang lambat diduga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan mereka hidup selama berabad-abad. Penelitian sebelumnya memperkirakan beberapa individu dapat mencapai usia sekitar 400 tahun, menjadikannya vertebrata berumur paling panjang yang pernah diketahui.

Kondisi habitat yang gelap dan dingin ini menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti. Namun, justru dari lingkungan ekstrem inilah lahir temuan penting tentang ketahanan biologis yang dimiliki spesies tersebut.

Mata Tetap Berfungsi

Dalam studi terbaru, tim peneliti menganalisis jaringan mata hiu Greenland menggunakan pendekatan genomik, histologi, dan biologi molekuler. Hasilnya menunjukkan retina hiu tetap utuh dan tidak mengalami tanda-tanda degenerasi meski usianya sangat tua. Para peneliti juga menemukan gen-gen yang berperan dalam mendeteksi cahaya redup masih aktif, sesuai dengan habitat hiu yang selalu gelap.

“Retina hiu Greenland menunjukkan tidak ada tanda degenerasi, bahkan pada individu yang sangat tua,” tulis tim peneliti dalam makalahnya. Temuan ini membalik anggapan lama bahwa hiu Greenland mengandalkan penciuman karena tidak mampu melihat.

Peneliti tidak membantah bahwa sebagian besar hiu Greenland memang memiliki parasit yang menempel di kornea matanya. Namun, keberadaan parasit itu tidak otomatis membuat hiu kehilangan seluruh kemampuan melihat. Menurut mereka, hiu kemungkinan masih mampu menangkap cahaya dan membedakan kontras, kemampuan yang sudah cukup untuk bertahan hidup di laut dalam yang gelap gulita.

Selain itu, hiu Greenland juga mengandalkan indra penciuman dan sistem garis rusuk (lateral line) untuk mendeteksi mangsa maupun pergerakan air di sekitarnya. Kombinasi kemampuan ini menjadikan hiu Greenland predator yang efektif di habitatnya yang ekstrem.

Implikasi untuk Penelitian Penuaan Manusia

Selain mengubah pemahaman tentang hiu Greenland, penelitian ini juga menarik perhatian ilmuwan yang mempelajari proses penuaan. Kemampuan hiu mempertahankan fungsi retina selama ratusan tahun menunjukkan adanya mekanisme biologis yang melindungi jaringan mata dari kerusakan akibat usia.

Mekanisme tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru untuk penelitian penyakit mata dan penuaan pada manusia. Bagi para peneliti, hiu Greenland bukan sekadar hewan berumur panjang. Spesies ini menjadi jendela untuk memahami bagaimana organ tubuh dapat tetap berfungsi selama berabad-abad di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi.

Temuan ini juga memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungan yang keras. Sebagaimana para ilmuwan terus mempelajari fenomena alam, wawasan baru tentang bentuk Bumi dan dinamika planet kita juga terus berkembang.

Penelitian tentang hiu Greenland ini membuka pintu bagi eksplorasi lebih lanjut mengenai batas ketahanan biologis organisme hidup. Jika seekor hiu dapat mempertahankan fungsi penglihatannya selama empat abad, pertanyaan besar muncul: apa yang membuat jaringan biologisnya kebal terhadap degenerasi?

Para ilmuwan kini mulai meneliti protein dan mekanisme seluler yang terlibat dalam perlindungan retina hiu Greenland. Beberapa hipotesis awal menunjukkan bahwa kombinasi suhu dingin ekstrem dan metabolisme lambat mungkin memperlambat proses oksidasi sel yang biasanya menyebabkan penuaan jaringan.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa masih banyak yang harus dipelajari. Hiu Greenland hidup di kedalaman yang sulit dijangkau manusia, membuat observasi langsung menjadi tantangan tersendiri. Namun, setiap temuan baru membawa kita selangkah lebih dekat untuk memahami misteri umur panjang di alam.

Bagi masyarakat umum, temuan ini juga memiliki relevansi yang lebih luas. Pemahaman tentang bagaimana organisme lain mempertahankan fungsi tubuhnya selama ratusan tahun dapat menginspirasi pendekatan baru dalam pengobatan penyakit degeneratif pada manusia, termasuk katarak dan degenerasi makula yang umum terjadi pada usia lanjut.

Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi gen spesifik yang bertanggung jawab atas ketahanan retina hiu Greenland. Jika berhasil diidentifikasi, gen-gen ini dapat menjadi target terapi potensial untuk memperlambat proses penuaan mata pada manusia.

Hiu Greenland telah hidup di lautan Bumi selama jutaan tahun, jauh sebelum manusia ada. Kini, setelah lebih dari 400 tahun hidup menyendiri di kedalaman laut Arktik, spesies ini akhirnya berbagi rahasia umur panjangnya dengan dunia ilmu pengetahuan.