JBNews.id — Google resmi menonaktifkan API Tenor per hari ini, mengakhiri integrasi layanan pencarian GIF di berbagai platform media sosial seperti X, Discord, Bluesky, dan WhatsApp. Langkah ini diambil perusahaan sebagai bagian dari fokus pada pengembangan produk inti.
Google mengakuisisi platform GIF Tenor pada 2018. Sejak saat itu, API Tenor digunakan oleh banyak aplikasi pihak ketiga untuk menyediakan fitur pencarian GIF. Namun, setelah tenggat transisi pada 30 Juni, seluruh perjanjian API Tenor dan integrasi yang ada dinyatakan “sepenuhnya dinonaktifkan”. Setiap permintaan API yang dilakukan setelah batas waktu tersebut akan gagal dan menghasilkan pesan kesalahan.
Meskipun API dihentikan, situs web Tenor beserta pustaka GIF yang dapat dicari tetap beroperasi. Google juga akan terus menggunakan Tenor di layanan internalnya, termasuk Google Messages dan Gboard. Perusahaan berhenti menerima permintaan pendaftaran API baru dan integrasi pada 13 Januari, seperti tercantum di halaman FAQ Tenor.
Dampak pada Platform Media Sosial
Beberapa aplikasi yang terkena dampak sudah mulai beralih ke layanan alternatif. Kepala produk X, Nikita Bier, menyatakan pada 21 Juni bahwa platformnya “terpaksa bermigrasi” akibat penghentian ini, meskipun belum merinci penyedia GIF picker yang akan digunakan ke depan.
Discord mulai menguji coba Giphy dan Klipy sebagai alternatif Tenor pada Januari. Sementara itu, WhatsApp sedang dalam proses mengganti Tenor dengan Klipy sejak Mei. Perubahan paling terlihat bagi pengguna adalah kemungkinan kehilangan akses ke GIF favorit mereka, karena pustaka setiap layanan picker GIF berbeda-beda.
Baca Juga:
Implikasi Persaingan Pasar
Keputusan Google ini mengingatkan pada dinamika pasar penyedia GIF sebelumnya. Setelah Meta mengumumkan rencana akuisisi pesaing Tenor, Giphy, pada 2020, Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) menyebut Tenor sebagai satu-satunya “penyedia GIF besar” yang setara. CMA menyatakan akuisisi Giphy akan “berdampak negatif pada persaingan antar platform media sosial”. Meta kemudian dipaksa melepas pustaka GIF tersebut pada 2023.
Google menutup API Tenor “sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memfokuskan sumber daya pada peningkatan produk inti kami,” menurut pernyataan resmi perusahaan. Langkah ini sejalan dengan strategi Google yang juga terlihat dalam kebijakan lain, seperti peringatan risiko keamanan data di Eropa akibat aturan DMA.
Apa Artinya bagi Pengguna?
Bagi pengguna biasa, perubahan ini berarti antarmuka pemilih GIF di berbagai platform favorit mungkin akan tampak berbeda. Pustaka GIF yang tersedia juga bisa berubah, tergantung pada layanan alternatif yang diadopsi masing-masing platform. Tidak ada jaminan bahwa GIF lama yang disimpan atau sering digunakan akan tetap tersedia setelah migrasi selesai.
Dari sisi bisnis, langkah Google ini menunjukkan konsolidasi layanan yang terus berlanjut di industri teknologi. Perusahaan raksasa seperti Google terus memprioritaskan produk inti dan mengurangi dependensi eksternal. Hal ini juga terlihat dari investasi besar Google di A24 senilai Rp1,2 triliun, yang menunjukkan pergeseran fokus ke konten dan hiburan.
Platform media sosial kini harus beradaptasi dengan cepat. X, Discord, dan WhatsApp sudah mengambil langkah awal dengan menguji atau beralih ke penyedia alternatif seperti Giphy dan Klipy. Namun, proses migrasi ini tidak selalu mulus dan bisa memengaruhi pengalaman pengguna dalam jangka pendek.
Dengan menutup API Tenor, Google menegaskan kembali komitmennya untuk menyederhanakan operasi dan memperkuat layanan inti. Bagi industri, ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada API pihak ketiga selalu memiliki risiko. Perusahaan yang mengandalkan layanan eksternal harus selalu memiliki rencana cadangan untuk menghadapi perubahan kebijakan mendadak seperti ini.




