JBNews.id — Hollywood mulai beralih haluan. Industri film yang selama dua dekade terakhir bergantung pada adaptasi buku komik superhero, kini menaruh perhatian besar pada proyek adaptasi video game. Pernyataan ini datang langsung dari Mattson Tomlin, penulis naskah The Batman 2, yang mengungkapkan ketergantungan industri terhadap game semakin besar.
Tomlin menyebut bahwa Hollywood telah mengalihkan obsesinya dari buku komik superhero. Ia mengaku tidak akan terkejut jika proyek film adaptasi game akhirnya benar-benar terwujud. “Jadi saya tidak akan terkejut jika film itu akhirnya terwujud dalam bentuk apa pun, tetapi setelah sekian lama berlalu, sepertinya saya tidak akan terlibat di dalamnya,” ujarnya dalam percakapan dengan seorang penggemar tentang film Mega Man di X, dilansir Dexerto, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan ini terbilang besar, mengingat film superhero tidak terbendung di box office selama dua dekade terakhir dengan munculnya Marvel Cinematic Universe. Bahkan, enam dari 20 film terlaris sepanjang masa adalah adaptasi dari komik. Namun, era tersebut kini mulai bergeser.
Tomlin mengaku saat ini lebih banyak menerima tawaran proyek film dari game dibandingkan sebelumnya. “Sudut pandang saya juga lahir dari fakta bahwa saya mendapatkan setidaknya lima kali lebih banyak tawaran untuk adaptasi video game daripada adaptasi buku komik tahun ini,” pungkasnya.
Jika apa yang disampaikan Tomlin bisa dipercaya, maka ke depannya akan lebih banyak film adaptasi game dibandingkan superhero. Pada tahun ini saja sudah ada beberapa film yang siap rilis berdasarkan game Resident Evil dan Street Fighter.
Memang, sederet film adaptasi game mulai mendominasi box office dalam beberapa tahun terakhir. Kedua film Super Mario sukses meraup pendapatan luar biasa, lebih dari USD 1 miliar. Lalu ada A Minecraft Movie yang menghasilkan lebih dari USD 900 juta saat tayang pada 2025. Tren ini tampaknya tidak akan melambat, karena Call of Duty, Gears of War, dan Elden Ring semuanya memiliki proyek layar lebar mereka sendiri yang sedang dalam pengerjaan.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa industri hiburan global sedang mengalami perubahan fundamental. Jika sebelumnya adaptasi komik superhero menjadi primadona, kini film adaptasi game mulai mengambil alih panggung utama. Hal ini tidak terlepas dari basis penggemar game yang sangat besar dan loyal, serta potensi cerita yang kaya untuk dieksplorasi di layar lebar.
Bagi penonton, ini berarti akan semakin banyak pilihan tontonan berdasarkan game favorit mereka. Bagi industri, ini adalah peluang besar untuk meraih pendapatan baru. Namun, tantangannya adalah bagaimana menghadirkan adaptasi yang berkualitas dan tidak mengecewakan para penggemar setia game tersebut.
Dengan banyaknya proyek ambisius yang sedang dikerjakan, seperti Call of Duty, Gears of War, dan Elden Ring, masa depan Hollywood tampaknya akan diwarnai oleh lebih banyak petualangan dari dunia video game. Apakah tren ini akan bertahan lama atau hanya sekadar gelembung? Waktu yang akan menjawab. Namun, satu hal yang pasti: Hollywood kini punya favorit baru.
Bagi para penggemar game, ini adalah kabar baik. Mereka tidak hanya bisa menikmati game favorit di konsol atau PC, tetapi juga di layar lebar bioskop. Pertanyaannya, apakah adaptasi-adaptasi ini akan mampu menyamai atau bahkan melampaui kesuksesan film-film superhero? Mari kita nantikan bersama.
Dengan semakin banyaknya proyek adaptasi game yang diumumkan, tampaknya industri film sedang memasuki era baru. Era di mana cerita-cerita dari dunia virtual menjadi tontonan utama di dunia nyata. Bagi Hollywood, ini adalah langkah strategis untuk terus relevan di tengah persaingan ketat dengan platform streaming dan konten digital lainnya.

Film The Super Mario Galaxy Movie adalah salah satu contoh sukses adaptasi game yang berhasil meraup pendapatan lebih dari USD 1 miliar. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pasar untuk film adaptasi game sangat besar dan potensial.
Dengan tren yang terus berkembang, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, film adaptasi game akan menjadi genre yang dominan di Hollywood, menggantikan posisi film superhero yang selama ini mendominasi.




