Elon Musk Olok-olok Sam Altman Usai OpenAI Digugat Apple

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
Potret Elon Musk dan Sam Altman yang saling bertukar ejekan di media sosial.
  • Elon Musk mengejek Sam Altman di X usai Apple gugat OpenAI atas pencurian rahasia dagang
  • Musk sebut Altman "Scam Altman" dan "Altman si Penipu" dalam beberapa cuitan
  • Altman balas sindir proyek pusat data AI luar angkasa SpaceX
  • Perseteruan berakar sejak Musk tinggalkan OpenAI tahun 2018 dan gugatan tahun 2024
  • Gugatan Apple jadi pemicu baru dalam rivalitas panjang dua tokoh teknologi

JBNews.id — Elon Musk kembali melontarkan ejekan kepada Sam Altman di media sosial tak lama setelah Apple menggugat OpenAI atas tuduhan pencurian rahasia dagang perusahaan. Gugatan hukum yang diajukan pekan lalu itu menjadi pemicu baru dalam perseteruan panjang dua tokoh teknologi ini.

Menanggapi unggahan di platform X tentang gugatan Apple terhadap OpenAI, Musk menulis, “Scam Altman beraksi lagi…” Musk kerap menggunakan julukan Scam Altman atau Altman si Penipu untuk menyebut CEO OpenAI dalam setahun terakhir. Beberapa menit kemudian, ia menegaskan kembali sindirannya. “Dia membawa penipuan ke level yang benar-benar baru,” tulis Musk dalam postingannya, seperti dikutip dari CNBC, Senin (13/7/2026).

Tak berhenti di situ, Musk mengunggah foto Altman dengan teks “Saya melakukan ini karena saya menyukainya.” “‘Ini’ yang dia maksud adalah penipuan,” tulis Musk, diikuti dua emoji tertawa. Ia kemudian membalas postingannya sendiri dan menambahkan, “Dia sepertinya benar-benar suka menipu daripada manusia mana pun yang masih hidup!”

Deretan cuitan Musk menarik perhatian Altman. Pria berusia 41 tahun itu membalas sindiran Musk lewat unggahan di akun X pribadinya yang telah dilihat belasan juta kali. “Bro, kamulah yang menjual investasi jangka pendek untuk pusat data luar angkasa kepada investor pasar publik,” tulis Altman, merujuk pada proyek pusat data AI luar angkasa SpaceX. “Kami akan mulai menerbangkannya tahun depan. Mungkin kamu bisa datang melihatnya jika petugas pengawas pembebasan bersyarat mengizinkannya,” balas Musk.

Ini bukan pertama kalinya Musk dan Altman saling bertukar ejekan. Keduanya bersama-sama mendirikan OpenAI pada 2015, namun hubungan memburuk setelah Musk meninggalkan direksi OpenAI pada 2018. Pada 2024, Musk menggugat OpenAI dan Altman karena dianggap melanggar prinsip nirlaba dengan memprioritaskan keuntungan. Dalam persidangan tahun ini, juri berpihak kepada Altman, dan Musk menyatakan akan mengajukan banding.

Gugatan Apple terhadap OpenAI menambah daftar panjang masalah hukum yang dihadapi perusahaan rintisan AI tersebut. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dua raksasa teknologi sekaligus memperuncing rivalitas Musk-Altman. Bagi pengamat industri, dinamika ini menunjukkan betapa panasnya persaingan di sektor kecerdasan buatan yang terus memanas.

Bagi pembaca Indonesia, perseteruan ini memberikan gambaran tentang risiko dan tantangan di balik pengembangan AI. Sengketa hukum seperti ini bisa berdampak pada regulasi dan adopsi teknologi AI di masa depan.

Pertarungan hukum antara Apple dan OpenAI, serta ejekan Musk ke Altman, mengingatkan bahwa industri AI tidak hanya soal inovasi tetapi juga persaingan bisnis yang ketat. Biaya Starlink yang melonjak juga menunjukkan bagaimana keputusan bisnis perusahaan teknologi bisa berdampak langsung pada konsumen.

Implikasinya bagi pengguna: perkembangan AI tetap menarik diikuti, namun sengketa hukum dan persaingan antar pemain besar bisa mempengaruhi arah kebijakan dan harga layanan. Pengguna teknologi di Indonesia perlu mewaspadai dinamika ini agar tidak terjebak dalam gejolak industri.