JBNews.id — Perusahaan teknik kelautan asal Inggris, DEEP, resmi mengoperasikan habitat bawah laut bernama Vanguard di kedalaman 56 kaki di bawah permukaan laut, tepatnya di kawasan Tennessee Reef, lepas pantai Florida. Proyek ini menjadi habitat bawah laut pertama yang didanai swasta dan dipasang di perairan Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir.
Vanguard bukanlah hotel mewah bawah laut. Struktur berbentuk tabung berukuran 35 x 8 kaki ini lebih mirip dengan kendaraan rekreasi (camper-van) yang dimodifikasi untuk kehidupan bawah air. Meski sederhana, habitat ini dilengkapi sejumlah modul utama yang mendukung kehidupan manusia di dasar laut dalam periode tertentu.
Modul-modul tersebut mencakup ruang tamu dengan empat tempat tidur, sofa, dan dapur kecil; kombinasi kamar mandi sekaligus laboratorium sains; kolam bulan dan ruang penyelaman; serta pelampung pendukung semi-otonom yang bertugas menyediakan oksigen, listrik, dan komunikasi dengan dunia luar.
DEEP didirikan pada tahun 2021 dan fokus pada pengembangan teknologi kelautan. Kehadiran Vanguard menandai langkah berani perusahaan ini dalam industri perumahan bawah laut yang selama ini didominasi oleh proyek-proyek riset pemerintah atau institusi akademik.

Ancaman di Dasar Laut, Bukan Sekadar Eksperimen
Berbeda dengan habitat bawah laut sebelumnya yang diangkat dan diturunkan setiap kali penghuninya berganti, Vanguard dirancang dengan jangkar yang tertanam di dasar laut. Desain ini mengindikasikan bahwa DEEP berencana mengoperasikan habitat tersebut dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Keputusan ini menunjukkan keseriusan DEEP dalam membangun infrastruktur penelitian bawah laut yang berkelanjutan. Dengan sistem jangkar permanen, para peneliti dapat tinggal dan bekerja di kedalaman tanpa perlu melakukan proses naik-turun yang rumit setiap kali ada pergantian kru.
Sejarah mencatat, habitat bawah laut bukanlah teknologi baru. Sebelum Vanguard, ada La Casa in fondo al mare (Rumah di dasar laut), habitat submersible asal Italia yang dibangun pada pertengahan 2000-an. Ada juga Aquarius Reef Base, laboratorium penelitian bawah laut yang didirikan pada 1986 dan masih dioperasikan oleh Florida International University hingga saat ini.
Namun, DEEP Vanguard menandai babak baru dalam pasar perumahan bawah laut. Mashable mencatat bahwa proyek ini merupakan habitat bawah laut yang didanai swasta pertama yang dipasang di perairan AS dalam beberapa dekade terakhir.
Baca Juga:
Riset di Kedalaman: Peluang bagi Ilmuwan
Dawn Kernagis, direktur riset ilmiah DEEP, menegaskan pentingnya proyek ini dalam wawancara dengan NPR. “Sudah lebih dari 40 tahun sejak kita memiliki habitat bawah laut yang dibangun untuk manusia dan diluncurkan,” ujarnya. “Kami benar-benar membangun di atas pundak para raksasa yang telah melakukan riset ini.”
Pernyataan Kernagis menggarisbawahi kesenjangan panjang dalam pengembangan habitat bawah laut untuk manusia. Meskipun teknologi kelautan telah berkembang pesat, pembangunan habitat hunian bawah laut belum mengalami kemajuan signifikan sejak era Aquarius Reef Base.
DEEP menargetkan dua bidang penelitian utama: restorasi terumbu karang dan kolaborasi manusia-mesin. Kedua bidang ini dinilai kritis dalam upaya konservasi laut dan pengembangan teknologi bawah air.
Perusahaan membuka peluang bagi tim peneliti dengan ukuran maksimal dua orang untuk mengajukan proposal. Tim yang terpilih akan mendapatkan pengalaman tinggal di dasar laut selama lima hari, dengan syarat menjalani periode pelatihan wajib selama dua minggu terlebih dahulu.
Dalam literatur resminya, DEEP menyatakan bahwa pelamar harus menjelaskan “mengapa tempat tinggal berkelanjutan di kedalaman secara material meningkatkan kualitas data, efisiensi operasional, frekuensi pemantauan, keberhasilan intervensi, atau hasil penelitian dibandingkan dengan penyelaman berbasis permukaan.”
DEEP juga menawarkan insentif finansial hingga USD 50.000 bagi peneliti yang terpilih untuk menjalankan pekerjaan mereka di habitat bawah laut ini. Insentif ini diharapkan dapat menarik minat para oseanografer dan peneliti kelautan yang ingin melakukan riset mendalam di lingkungan bawah laut.
Fenomena startup yang berani mengambil langkah tidak konvensional juga terjadi di sektor lain. Beberapa startup teknologi bahkan menawarkan pendekatan unik untuk menarik perhatian, seperti yang dilakukan perusahaan AI yang menawarkan tato gratis demi kesempatan wawancara kerja.
Di sisi lain, sebagian startup lainnya mengambil strategi akuisisi untuk memperkuat posisi mereka, termasuk mengakuisisi perusahaan demi mendapatkan CEO buatan. Pendekatan-pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi di dunia startup tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga merambah ke sektor kelautan dan eksplorasi bawah air.
Masa Depan Hunian Bawah Laut
Pertanyaan besar yang masih menggantung adalah apakah akan ada cukup minat dari tim peneliti dan penyandang dana untuk membenarkan besarnya investasi dalam proyek semacam ini. DEEP tampaknya optimis dengan menawarkan insentif finansial dan fasilitas penelitian yang memadai.
Keberadaan Vanguard di perairan Florida membuka peluang baru bagi penelitian kelautan yang membutuhkan kehadiran manusia secara langsung di kedalaman. Para peneliti tidak lagi terbatas pada penyelaman singkat atau penggunaan kendaraan bawah air yang dikendalikan dari jarak jauh.
Dengan kemampuan tinggal di dasar laut selama lima hari, para ilmuwan dapat melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap ekosistem terumbu karang, mengamati perilaku biota laut secara langsung, dan menguji teknologi baru dalam lingkungan bawah laut yang sesungguhnya.
Proyek ini juga menjadi ujian bagi model pendanaan swasta dalam riset kelautan. Jika Vanguard berhasil menarik minat peneliti dan menghasilkan data ilmiah yang berharga, bukan tidak mungkin akan muncul proyek serupa di lokasi lain di seluruh dunia.
Namun, tantangan tetap ada. Biaya operasional habitat bawah laut tidaklah murah, dan risiko teknis yang menyertainya cukup besar. DEEP harus membuktikan bahwa model bisnis ini berkelanjutan dan mampu memberikan nilai ilmiah yang sepadan dengan investasinya.
Terlepas dari tantangan tersebut, kehadiran Vanguard menandai langkah maju dalam eksplorasi dan penelitian bawah laut. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade, manusia memiliki habitat bawah laut baru yang dirancang khusus untuk hunian jangka pendek, membuka kemungkinan baru dalam pemahaman kita tentang lautan.




