**JBNews.id —** Sebuah investigasi mengungkap celah regulasi di Texas yang memungkinkan puluhan data center raksasa, termasuk proyek Stargate milik OpenAI, membangun pembangkit listrik fosil berskala besar tanpa melalui proses izin lingkungan yang ketat dan tanpa sepengetahuan masyarakat sekitar.
Praktik ini memicu kekhawatiran serius akan dampak polusi udara terhadap kesehatan warga dan lingkungan. Temuan ini menyoroti bagaimana ambisi untuk memimpin industri kecerdasan buatan (AI) global justru mengorbankan hak-hak dasar komunitas lokal.
Investigasi yang dilakukan oleh Floodlight dan dipublikasikan oleh WIRED mengungkap bahwa Texas telah menjadi episentrum pembangunan data center AI di Amerika Serikat. Dengan lebih dari 300 data center sudah beroperasi dan 200 lainnya dalam pengembangan, negara bagian tersebut diprediksi akan melampaui Virginia sebagai pasar data center terkemuka di AS pada tahun 2030.
Fenomena ini didorong oleh cadangan gas alam yang melimpah dan kebijakan pemerintah yang ramah industri. Gubernur Texas Greg Abbott bahkan pernah menyebut industri ini sebagai “demam emas” bagi negaranya. Namun, antusiasme tersebut mulai meredup setelah munculnya penolakan luas dari masyarakat.
Inti permasalahan terletak pada celah regulasi yang memungkinkan operator data center untuk mendapatkan izin udara “minor” — jenis izin yang biasanya diberikan untuk usaha kecil seperti binatu atau bengkel cat mobil — untuk membangun pembangkit listrik raksasa di lokasi mereka.
Izin minor ini tidak memerlukan studi lingkungan yang ekstensif, pemberitahuan publik, atau periode komentar dari warga. Prosesnya seringkali hanya menjadi formalitas belaka. Akibatnya, komunitas lokal baru mengetahui keberadaan pembangkit listrik raksasa di samping rumah mereka setelah konstruksi selesai.
Salah satu contoh paling mencolok adalah pengalaman seorang veteran Angkatan Udara AS bernama Garcia. Ia tinggal di Abilene, Texas, tepat di sebelah proyek data center Stargate milik OpenAI. Ia baru mengetahui rencana pembangunan tersebut setelah konstruksi dimulai pada musim panas 2024. Kini, pembangkit listrik bertenaga gas alam berjarak sekitar 500 yard dari rumahnya, dengan cerobong asap yang terlihat jelas dari jendela dapurnya.
“Kami tidak diberi waktu untuk memahami dampak apa yang akan terjadi pada kami,” kata ibu dua anak itu sambil menangis. “Kami terjebak di sini.”
Strategi “Kecil Dulu, Besar Kemudian”
Investigasi Floodlight menemukan bahwa sejak 2024, setidaknya 38 data center di Texas telah menerima izin minor untuk mengoperasikan sumber daya listrik di lokasi. Akibatnya, regulator Texas secara diam-diam mengesahkan penggunaan lebih dari 2.100 generator diesel cadangan di seluruh negara bagian.
Secara keseluruhan, ribuan generator baru ini diizinkan untuk mengeluarkan hampir 2.500 ton nitrogen oksida ke komunitas Texas setiap tahunnya — lebih dari tiga kali lipat pembangkit listrik tenaga batu bara terbaru di negara bagian tersebut. Nitrogen oksida adalah gas beracun yang terkait dengan penyakit pernapasan parah dan bahkan kematian dini.
Lebih dari separuh data center yang diidentifikasi oleh Floodlight memberikan perkiraan emisi nitrogen oksida tahunan kepada regulator yang hanya sedikit di bawah ambang batas yang memerlukan masukan publik dan tinjauan lingkungan yang lebih rinci.
Dalam beberapa kasus, data center mengamankan izin ini sebelum mencari ekspansi besar-besaran di kemudian hari, menggunakan strategi “kecil dulu, besar kemudian” yang menurut para pengawas membatasi masukan publik dan menciptakan momentum yang tak terhentikan untuk proyek mereka.
Contohnya, setahun setelah menerima izin udara minor untuk 10 turbin dan 62 generatornya, pengembang Stargate mengajukan izin udara utama pertama mereka — untuk 41 turbin dan 18 generator tambahan. Jika disetujui, perluasan itu akan menjadikan Stargate salah satu pembangkit listrik bahan bakar fosil terbesar di negara bagian itu, mampu memberi daya pada lebih dari 1 juta rumah dan mengeluarkan lebih banyak gas rumah kaca tahunan daripada hampir 2 juta mobil.
Kegagalan Regulasi dan Dampak pada Warga
Mantan Kepala Penegakan Udara EPA, Bruce Buckheit, yang bertugas di bawah beberapa pemerintahan Partai Republik, mengatakan bahwa izin minor biasanya digunakan “untuk hal-hal kecil yang sering terjadi,” seperti pompa bensin atau binatu. Namun, proyek Stargate “bukanlah hal yang biasa,” tegasnya.
Dalam izin minor yang ada saat ini, armada 10 turbin dan 62 generator diesel cadangan Stargate diizinkan untuk mengeluarkan lebih dari 1,6 juta ton gas rumah kaca dan 1.000 ton polutan udara berbahaya setiap tahunnya. Meskipun diizinkan untuk penggunaan terus menerus, pengembang Stargate, Crusoe, menyatakan bahwa turbin hanya akan digunakan untuk daya cadangan.
Para mantan staf TCEQ (Texas Commission on Environmental Quality) sepakat bahwa lembaga lama mereka seharusnya mewajibkan Stargate untuk mendapatkan izin utama sejak awal. “Jika data center mendapatkan izin operasinya, sudah terlambat,” kata James Doty, yang menghabiskan hampir 30 tahun memantau kualitas udara di TCEQ. “Satu-satunya kesempatan untuk menghentikan sesuatu seperti ini adalah melakukannya di awal, sebelum izin dikeluarkan.”
Garcia dan suaminya menghabiskan lebih dari setahun untuk mencari “surga kecil” mereka di pedesaan. “Kami menghabiskan begitu banyak waktu untuk mendapatkannya, dan anak-anak saya sangat menyukainya. Namun dalam kondisi seperti ini, kami tidak lagi memilikinya,” katanya. Selain kekhawatiran tentang polusi udara, Garcia mengatakan data center telah mengubah kualitas hidup di jalan pedesaannya yang dulunya tenang. Sampah berserakan di pagar dan kemacetan lalu lintas terkait pembangunan fasilitas raksasa itu terkadang membuatnya sulit keluar dari jalan masuk rumahnya sendiri.
Garcia mengaku tidak diberi tahu tentang rencana ekspansi terbaru Stargate hingga Floodlight memberitahunya. “Saya bahkan tidak bisa mulai memahami dampak apa yang akan terjadi pada saya dan kesehatan saya di masa depan,” katanya. Ia sudah mencoba menjual rumahnya, tetapi tidak mendapatkan satu pun tawaran. Seorang agen properti menyarankannya untuk mengubahnya menjadi Airbnb bagi pekerja Stargate, namun Garcia tidak mampu membeli rumah lain untuk ditinggali sambil mempertahankan rumah di samping data center tersebut.
“Rasanya hampir mustifahil kecuali Stargate membelinya, karena pemilik rumah mana yang mau menghadapi apa yang kami alami?” keluhnya. “Saya tidak tahu seperti apa masa depan nanti.”
Kasus di Texas ini menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan serupa di Indonesia, terutama terkait Bahaya Cloud AI yang tidak hanya soal keamanan data, tetapi juga dampak fisik dan lingkungan. Sementara itu, Krisis Data Center di berbagai belahan dunia juga menunjukkan bagaimana pembangunan masif ini bisa memicu masalah energi dan sosial yang kompleks.




