Cara Buat iPhone Jadi Dumb Phone Aman untuk Anak Tanpa Biaya Tambahan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️7 menit membaca
Bagikan:
iPhone dengan antarmuka Assistive Access menampilkan enam ubin aplikasi besar untuk anak
  • Assistive Access adalah fitur iOS 17 yang awalnya dirancang untuk disabilitas kognitif, ternyata ideal untuk membuat dumb phone anak
  • Fitur ini memungkinkan orang tua memblokir Safari dan browser web sepenuhnya, berbeda dengan Screen Time yang masih memiliki celah
  • Tautan yang dikirim melalui pesan tidak akan berfungsi dalam mode ini, mencegah anak mengakses konten tidak diinginkan
  • Orang tua bisa memilih aplikasi yang diizinkan, kontak yang bisa dihubungi, dan berbagai pengaturan keamanan lainnya
  • Solusi gratis tanpa biaya bulanan, bisa menggunakan iPhone bekas yang tidak terpakai
  • Kekurangan: berjalan lambat, tidak bisa dimatikan dalam mode Assistive Access, dan bisa membekukan aplikasi Messages

JBNews.id — Seorang ayah di Amerika Serikat menemukan cara mengubah iPhone menjadi dumb phone yang aman untuk anak tanpa perlu membayar aplikasi pihak ketiga, cukup memanfaatkan fitur tersembunyi di iOS bernama Assistive Access. Fitur yang dirancang Apple untuk pengguna dengan disabilitas kognitif ini ternyata menjadi solusi ideal bagi orang tua yang ingin memberikan ponsel pintar kepada anak tanpa risiko akses internet tak terkendali.

Cerita bermula ketika sang anak akan mulai berjalan kaki ke sekolah sendiri pada bulan September mendatang. Kekhawatiran akan keselamatan anak membuat orang tua mencari solusi ponsel yang bisa melacak lokasi, namun tetap membatasi akses internet dan media sosial. Ponsel klasik Nokia yang hanya mendukung panggilan dan teks dinilai tidak cukup karena tidak memiliki peta dan navigasi yang membutuhkan koneksi web.

“Dia membutuhkan smartphone yang bukan smartphone,” tulis sang ayah dalam artikel yang menjadi referensi. Sebagai keluarga yang sudah lama menggunakan ekosistem Apple, mereka awalnya mencoba menerapkan pembatasan ketat melalui pengaturan Screen Time. Namun, upaya tersebut menemui hambatan besar karena ternyata tidak mungkin memblokir penggunaan Safari sepenuhnya di iOS melalui pengaturan standar.

Meskipun akses ke aplikasi Safari bisa dibatasi, anak-anak dengan cepat menemukan celah. Mereka bisa meminta teman untuk mengirimkan tautan melalui pesan, yang kemudian bisa dibuka dan melewati pembatasan yang sudah diterapkan. Kondisi ini menjadi titik awal pencarian solusi yang lebih efektif.

Solusi Alternatif yang Ada di Pasaran

Di pasaran sebenarnya sudah tersedia aplikasi pihak ketiga seperti Dumb Phone untuk iPhone dan Minimalist Phone untuk pengguna Android. Namun, sang ayah merasa janggal dengan model bisnis aplikasi tersebut. “Mereka memungut biaya untuk hak istimewa menghilangkan akses ke aplikasi dari ponsel Anda. Bukan menambahkan, melainkan menghilangkan,” ungkapnya.

Logika membayar untuk menghilangkan fitur dari ponsel dinilai tidak masuk akal. Apalagi, tujuan utama adalah menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak, bukan sekadar menyederhanakan tampilan antarmuka. Pertanyaan besarnya, apakah ada cara untuk mengatur iPhone sebagai dumb phone sempurna untuk anak-anak tanpa harus membayar perusahaan lain?

Jawabannya ternyata sudah ada sejak lama, tersembunyi di menu Aksesibilitas iOS. Fitur tersebut bernama Assistive Access, yang diperkenalkan bersamaan dengan iOS 17. Awalnya, fitur ini dirancang untuk membantu pengguna dengan disabilitas kognitif agar lebih mudah menggunakan iPhone. Namun, fungsinya ternyata sangat cocok untuk kebutuhan orang tua yang ingin memberikan ponsel aman bagi anak.

Pengalaman Assistive Access yang Berbeda

Jika Anda belum pernah menemukan fitur ini, Assistive Access menghadirkan pengalaman iOS yang sangat berbeda: lebih sedikit pilihan, fitur yang lebih fokus, dan navigasi yang lebih mudah. Tampilan estetikanya sangat ideal untuk anak-anak dengan ubin besar dan ramah yang menggantikan ikon kecil pada antarmuka Apple standar.

Cara mengaturnya cukup sederhana. Pengguna bisa masuk ke Pengaturan, ketuk Aksesibilitas, gulir ke bawah ke bagian Umum, lalu ketuk Assistive Access. Setelah itu, pilih Set Up Assistive Access dan Continue. Sistem akan menanyakan tampilan yang diinginkan: baris atau kisi. Disarankan memilih kisi untuk mendapatkan ubin super besar yang lebih mudah dilihat dan disentuh anak-anak.

Langkah krusial berikutnya adalah memilih aplikasi yang diizinkan. Pengguna bisa mengetuk ikon plus hijau di samping aplikasi yang ingin diizinkan. Di sinilah letak perbedaan utama dengan pembatasan Screen Time standar Apple. Dengan Assistive Access, pengguna bisa memblokir penjelajahan internet sepenuhnya hanya dengan tidak mengizinkan Safari, Chrome, atau aplikasi serupa lainnya.

Yang lebih penting lagi, berbeda dengan pembatasan Screen Time, jika seseorang mengirimkan tautan ke anak melalui pesan, tautan tersebut tidak akan berfungsi. Assistive Access dirancang untuk mencegah navigasi yang tidak disengaja, sehingga sistem membatasi penjelajahan web yang tidak terduga. Dalam mode ini, telepon memperlakukan tautan apa pun di pesan sebagai teks biasa, mencegah pengguna meninggalkan antarmuka yang disederhanakan secara tidak sengaja.

Kustomisasi Lengkap untuk Kebutuhan Anak

Fitur ini memberikan kontrol penuh kepada orang tua. Pengguna harus secara khusus menambahkan aplikasi yang mendukung internet seperti Messages, Safari, atau aplikasi web pihak ketiga ke antarmuka Assistive Access. Setelah menambahkan aplikasi seperti Messages atau Calls, orang tua bisa memilih apakah anak dapat menghubungi atau dihubungi oleh semua orang, hanya kontak mereka, atau favorit tertentu saja.

Bahkan, orang tua bisa memilih apakah tombol keypad atau speaker tersedia di aplikasi Calls. Ingin waktu ditampilkan di layar kunci? Centang kotaknya. Membuat tombol mute tidak berfungsi? Bisa diatur. Menentukan bagaimana notifikasi muncul? Juga bisa disesuaikan. Aplikasi Music hanya mengakses daftar putar yang telah disetujui sebelumnya. Semua pengaturan ini, menurut sang ayah, sangat mudah dilakukan.

Setelah puas dengan aplikasi yang sesuai untuk anak, pengguna cukup mengatur kode sandi Assistive Access empat digit yang unik. Kode ini berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sistem operasi yang disederhanakan. Untuk keluar dari Assistive Access, pengguna cukup melakukan triple-click pada tombol samping di perangkat Face ID atau tombol Home di iPhone dengan Touch ID, lalu memasukkan kode sandi untuk kembali ke antarmuka iPhone normal.

Hasil Pengaturan: Enam Aplikasi Saja

Sang ayah memilih pengaturan yang sangat ketat untuk anaknya. Anak hanya mendapatkan Calls, Messages, Maps, Camera (untuk panggilan video, namun fitur selfie dimatikan sepenuhnya), Photos, dan Music. Tidak ada aplikasi lain yang diizinkan. Dengan pengaturan ini, iPhone 13 bekas yang sebelumnya tidak terpakai di laci berubah menjadi dumb phone enam aplikasi terbaik tanpa biaya sepeser pun.

“Bukan hal yang buruk di saat harga Apple melonjak,” tulis sang ayah. Yang lebih menarik, pengaturan ini bisa berkembang seiring pertumbuhan anak. Saat ini, ia sedang mempertimbangkan untuk menambahkan Wallet agar anak bisa membayar sesuatu dengan akun Acorns Early miliknya. Jika di masa depan ingin menambahkan Safari, Spotify, atau beberapa game, cukup masuk kembali ke pengaturan aplikasi Assistive dan menambahkannya dengan satu sentuhan.

Keamanan menjadi nilai jual utama fitur ini. Dalam mode Assistive Access, anak tidak mampu melakukan apa pun yang memerlukan navigasi di pengaturan iOS standar atau lapisan antarmuka sistem. Kecuali anak mendapatkan kode sandi Assistive Access, apa pun yang dianggap terlarang oleh orang tua akan tetap terlarang.

Keunggulan Dibanding Solusi Lain

Solusi ini hampir seluruhnya tanpa kekurangan. Sebuah dumb phone yang dapat disesuaikan, sepenuhnya aman, tanpa biaya bulanan, namun dengan manfaat tambahan FaceTime, navigasi, dan pelacakan Find My. Semua ini berasal dari perangkat yang sebelumnya hanya tergeletak di laci dan langsung terintegrasi ke dalam ekosistem Apple keluarga.

Sang ayah awalnya merasa ragu apakah solusi ini bisa sebaik yang terlihat. Ia kemudian membawa iPhone tersebut ke Apple Store dan menunjukkannya kepada seorang staf dukungan. “Apa yang sudah Anda lakukan?” kata staf tersebut sambil melihat iPhone anak dengan enam ubin dumb phone. “Ini solusi yang jauh lebih baik daripada Screen Time. Saya harus memberi tahu rekan-rekan saya tentang ini.”

Ketika diberi tahu bahwa fitur tersebut adalah Assistive Access, staf Apple Store mengaku tidak pernah mendapatkan pelatihan tentang fitur itu. “Kami tidak dilatih tentang itu,” akunya. “Tapi ini bagus.” Kejadian ini menunjukkan bahwa Apple tidak melatih semua staf tokonya tentang fitur yang sangat berguna ini, apalagi memasarkannya sebagai solusi untuk membuat dumb phone anak-anak.

Sang ayah kemudian bertanya langsung kepada Apple mengapa perusahaan tidak memasarkan fitur tersembunyi ini dengan cara tersebut. Ia juga bertanya apakah Apple pernah mempertimbangkan untuk membuat versi Assistive Access untuk anak-anak, semacam sistem operasi anak. Apple membantu semua pertanyaan teknis untuk artikel ini, namun menolak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Menariknya, pembaruan Screen Time yang akan hadir di iOS 27 pada September mendatang mengadopsi beberapa manfaat utama Assistive Access. Khususnya, kemampuan untuk menghapus akses ke Safari saat menyiapkan profil anak untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan bahwa Apple mulai menyadari kebutuhan pasar akan solusi semacam ini.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Meskipun hampir sempurna, Assistive Access memiliki beberapa kekurangan. Pertama, mode ini berjalan agak lambat. Namun, anak-anak biasanya terlalu bersemangat mendapatkan ponsel sehingga tidak peduli dengan masalah ini. Kedua, yang lebih penting, Assistive Access tidak mengenali batasan Screen Time dan akan mengabaikannya sepenuhnya. Orang tua perlu mengingat hal ini saat menambahkan aplikasi seperti Safari atau WhatsApp.

Ketiga, pengguna tidak dapat mematikan iPhone dalam mode Assistive Access. Untuk mematikan perangkat, harus mengembalikannya ke iOS normal terlebih dahulu. Keempat, dalam satu kesempatan, anak sang ayah berhasil membekukan aplikasi Messages dalam mode Assistive Access dengan mencoba mencari melalui banyak emoji. Sang ayah bahkan bisa mengulangi pembekuan ini saat anak menunjukkan apa yang dilakukannya.

Satu-satunya cara untuk membekukan Messages adalah dengan mengeluarkannya dari mode Assistive Access, lalu memasukkannya kembali — sesuatu yang tidak bisa dilakukan anak sendirian. Namun, anak masih bisa menggunakan lima aplikasi lainnya dengan baik saat Messages mengalami masalah. Sejauh ini, belum ada masalah lain selain kekhawatiran anak akan kehilangan iPhone yang mahal — untungnya, fitur pelacakan tetap berfungsi, seperti saat anak meninggalkan ponsel di sekolah beberapa waktu lalu.

Bagi orang tua yang ingin memberikan ponsel kepada anak tanpa khawatir akan akses internet tak terkendali, Assistive Access menawarkan solusi gratis dan efektif. Fitur ini juga bisa dibandingkan dengan berbagai inovasi teknologi terbaru seperti Wear OS 7 yang baru dirilis atau melihat dampak gangguan layanan yang pernah terjadi di platform media sosial.

Dengan pendekatan ini, orang tua tidak perlu lagi khawatir atau mengeluarkan biaya tambahan untuk melindungi anak-anak mereka di era digital. Cukup dengan memanfaatkan fitur yang sudah tersedia di iOS, iPhone bisa berubah menjadi dumb phone yang aman, fungsional, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak yang terus berkembang.