Elon Musk Bantah Rumor Gadget AI SpaceX

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Elon Musk menerima kunci Gedung Putih dari Presiden AS Donald Trump di Kantor Oval, Gedung Putih, Washington DC, AS, 30 Mei 2025
  • Elon Musk bantah kabar gadget AI SpaceX melalui postingan di X
  • The Wall Street Journal laporkan SpaceX pamerkan prototipe perangkat ke investor
  • Perangkat dikabarkan lebih tipis dari iPhone, pakai chipset Qualcomm Snapdragon
  • Ini bukan pertama kali Musk bantah rumor serupa
  • SpaceX fokus pada layanan seluler terintegrasi Starlink
  • Starlink jadi satu-satunya bisnis SpaceX yang menguntungkan

JBNews.id — Elon Musk secara tegas membantah laporan bahwa SpaceX tengah mengembangkan gadget kecerdasan buatan (AI). Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh CEO SpaceX tersebut melalui unggahan di platform media sosial X pada Sabtu (4/7/2026), merespons pemberitaan yang beredar luas.

Bantahan tersebut muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa SpaceX telah memamerkan prototipe perangkat mirip telepon genggam kepada para investor. Laporan itu menyebutkan demonstrasi dilakukan sebelum initial public offering (IPO) perusahaan pada Juni lalu, yang menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia.

“Sama sekali tidak benar,” tulis Musk dalam postingannya di X, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (4/7/2026). Pernyataan singkat itu langsung memadamkan spekulasi yang mulai menguat di kalangan investor dan pengamat teknologi.

Spekulasi dan Fakta di Balik Rumor

Menurut laporan WSJ, perangkat yang dikabarkan sedang dikembangkan tersebut memiliki desain lebih tipis dibandingkan iPhone dan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon. Gadget itu disebut-sebut menjalankan sistem operasi milik SpaceX sendiri dan terintegrasi dengan layanan dari xAI, termasuk chatbot AI Grok.

SpaceX dilaporkan mengatakan kepada para investor bahwa perangkat tersebut masih dalam tahap pengembangan awal dan desainnya bisa berubah. Para investor juga diberi tahu bahwa produk tersebut tidak dijamin akan meluncur ke pasar. Namun, pengakuan ini tidak cukup untuk meredam spekulasi yang kemudian berkembang.

Bantahan Musk bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia pernah menepis gagasan untuk membuat gadget atau smartphone. Dalam sebuah acara di Pennsylvania tahun lalu, Musk mengatakan ide membuat smartphone “membuat saya ingin mati.”

“Jika kami harus membuat smartphone, kami akan melakukannya, tapi kami tidak akan berupaya untuk membuat smartphone,” ujar Musk saat itu, menunjukkan keengganannya untuk memasuki pasar perangkat keras konsumen yang sudah jenuh.

Rumor Berulang Seputar Perangkat SpaceX

Pada bulan Februari lalu, Reuters melaporkan bahwa SpaceX sedang menggarap smartphone yang dapat terhubung secara langsung ke jaringan Starlink. Lagi-lagi, rumor itu dibantah oleh Musk. Pola ini menunjukkan bahwa spekulasi mengenai keterlibatan SpaceX dalam bisnis perangkat keras konsumen terus berulang meskipun sudah dibantah berkali-kali.

Bulan lalu, Financial Times melaporkan bahwa Chief Operating Officer SpaceX Gwynne Shotwell memberi tahu investor bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk merilis layanan seluler di Amerika Serikat yang terhubung ke jaringan satelit internet Starlink. Langkah ini lebih masuk akal mengingat kompetensi inti SpaceX di bidang konektivitas satelit.

Sementara itu, beberapa analis berspekulasi bahwa SpaceX kemungkinan akan mengakuisisi operator seluler T-Mobile. Saat ini Starlink merupakan satu-satunya bisnis SpaceX yang menguntungkan, menjadikan ekspansi ke layanan seluler sebagai langkah bisnis yang logis.

Fokus Bisnis SpaceX yang Sebenarnya

Bantahan Musk terhadap rumor gadget AI ini menegaskan kembali fokus bisnis SpaceX yang saat ini berkonsentrasi pada layanan konektivitas satelit melalui Starlink. Dengan Starlink menjadi satu-satunya bisnis yang menguntungkan, langkah perusahaan untuk mempertimbangkan layanan seluler yang terintegrasi dengan jaringan satelit tampak lebih realistis daripada mengembangkan perangkat keras konsumen.

Keputusan untuk tidak terjun ke bisnis perangkat keras juga sejalan dengan pernyataan Musk sebelumnya yang enggan memasuki pasar smartphone. Meskipun demikian, spekulasi terus muncul mengingat ambisi besar Musk di bidang AI melalui xAI dan proyek-proyek ambisius lainnya.

Bagi para pengamat industri, klarifikasi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah bisnis SpaceX ke depan. Alih-alih mengembangkan gadget AI, perusahaan tampaknya akan fokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas yang menjadi keunggulan kompetitifnya.

Implikasinya bagi investor dan pelaku pasar adalah perlunya memisahkan antara spekulasi dan realitas bisnis. Meskipun rumor perangkat AI SpaceX menarik perhatian, data menunjukkan bahwa fokus perusahaan tetap pada layanan satelit dan konektivitas yang sudah terbukti menguntungkan.

Dengan bantahan resmi dari Musk, diharapkan spekulasi mengenai gadget AI SpaceX dapat mereda. Perhatian kini kembali tertuju pada pengembangan Starlink dan potensi ekspansi ke layanan seluler yang lebih realistis dan sesuai dengan kompetensi inti perusahaan.