JBNews.id — Tren produk kesehatan pseudosains kembali mendominasi media sosial. Kali ini, sedotan logam anti-EMF (electromagnetic frequency) yang diklaim mampu melindungi pengguna dari radiasi elektromagnetik gawai tengah viral di Instagram dan TikTok, padahal klaim tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang sahih.
Seorang influencer yang menyebut dirinya sebagai “detox coach” dan “wellness leader” dalam video yang beredar, meminum air menggunakan sedotan melengkung dengan lubang di tengah. Dalam narasinya, ia mengklaim sedotan tersebut menghentikan sinyal EMF secara instan. “Ketika kamu minum dengannya, entah itu smoothie, jus, atau air, kamu benar-benar meminum perlindungan,” ujarnya dalam video tersebut. Influencer itu mempromosikan produk bernama “EMF straw” yang dijual seharga $50 melalui situs Frequense.
Produk ini merupakan bagian dari industri yang lebih luas dari apa yang disebut sebagai produk “pemblokir EMF” atau “penetral EMF”, termasuk stiker, perhiasan, pakaian, kacamata, dan tas. Meskipun tidak ada satu pun produk ini yang mendapatkan persetujuan FDA, industri ini semakin diminati oleh para influencer kesehatan. Bahkan, atlet NHL dan UFC telah berkolaborasi dengan perusahaan perlindungan EMF AiresTech, dan Russell Brand mempromosikan jimat anti-EMF seharga $239,99 dalam sebuah video pada tahun 2024.
Menurut data Google, pencarian untuk istilah “perlindungan radiasi EMF” meningkat 1.300 persen di AS dalam 12 bulan terakhir. Lonjakan ini menunjukkan kecemasan publik yang meluas, meskipun otoritas ilmiah dan regulasi telah berulang kali memperingatkan bahwa klaim semacam itu tidak berdasar.
Federal Trade Commission (FTC) AS telah berulang kali mengeluarkan keluhan terhadap produk semacam itu karena iklan yang menipu. Dalam siaran pers tahun 2011, FTC menyatakan bahwa “tidak ada bukti ilmiah bahwa apa yang disebut perisai secara signifikan mengurangi paparan” dari perangkat pemancar EMF. Investigasi BBC pada tahun 2021 terhadap stiker ponsel yang diklaim memblokir radiasi juga menemukan bahwa produk tersebut tidak memiliki efek yang terukur.
Pseudosains di Balik Kecemasan Radiasi
Seperti kebanyakan pseudosains, ada sedikit kebenaran dalam kekhawatiran tentang radiasi elektromagnetik. Paparan berkepanjangan terhadap radiasi frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh mesin sinar-X atau sinar UV dari tempat tidur penyamakan diketahui dapat menyebabkan kerusakan pada tingkat sel, yang oleh banyak peneliti dianggap meningkatkan risiko jenis kanker tertentu.
Namun, kepanikan konsumen sebagian besar berfokus pada radiasi non-ionisasi frekuensi rendah yang digunakan atau dipancarkan oleh perangkat elektronik sehari-hari. Meskipun penelitian tentang efek kesehatan ponsel masih berlangsung, menurut National Cancer Institute, “hanya sedikit studi yang melaporkan bukti” adanya hubungan antara EMF non-ionisasi dan kanker.
Banyak influencer yang mempromosikan sedotan EMF menautkan ke Frequense, sebuah perusahaan “nutrisi berbasis frekuensi”. Perusahaan yang didirikan oleh Dave dan Barb Pitcock ini menjual perhiasan, suplemen, dan aksesori yang diklaim dapat “memulihkan harmoni dan energi untuk merasa lebih baik”. Frequense menawarkan program pemasaran afiliasi, yang juga dikenal sebagai multi-level marketing (MLM).
Menariknya, deskripsi produk untuk sedotan stainless steel senilai $50 di situs Frequense tidak menyatakan manfaat yang diklaim oleh para influencer. Deskripsi tersebut hanya menyebutkan bahwa sedotan itu adalah “kebutuhan kecantikan-meets-wellness—dan hadiah yang bijaksana bagi siapa pun yang menghargai perawatan diri dan keberlanjutan.” Kesenjangan antara klaim pemasaran afiliasi dan deskripsi produk resmi ini menunjukkan praktik pemasaran yang problematik.
Industri yang Terus Tumbuh
Meskipun FDA tidak menyetujui produk-produk ini, industri anti-EMF terus berkembang. Bahkan penyanyi M.I.A. telah terjun ke industri ini. Pada tahun 2024, ia muncul di podcast teori konspirasi Alex Jones, Infowars, untuk mengumumkan lini pakaian bernama Ohmni yang diklaim dapat memblokir “99,99 persen Wi-Fi, 4G, dan 5G.”
Mallory Demille, seorang kreator konten yang fokus pada kritik terhadap industri kesehatan, mengungkapkan kekagumannya pada banyaknya produk yang dapat diubah menjadi versi pemblokir EMF. “Secara keseluruhan, saya cukup kagum pada betapa banyak produk yang bisa diubah menjadi versi pemblokir EMF—kemeja, celana, topi, celana dalam, sedotan, kalung, tag hewan peliharaan,” ujarnya. Demille juga membuat video tentang sedotan EMF yang mengkritik klaim produk tersebut.
Terlepas dari banyaknya penelitian yang menyimpulkan bahwa paparan EMF tingkat rendah tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, pasar produk anti-EMF terus berkembang. Hal ini didorong oleh menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga ilmiah arus utama, serta popularitas gerakan Make America Healthy Again (MAHA).
Produk kesehatan dengan sedikit atau tanpa kemanjuran yang terbukti kembali mendominasi linimasa media sosial. Produk-produk ini sering kali memiliki tampilan yang menarik secara visual atau Instagramable, seperti halnya sedotan anti-EMF. “Menghabiskan $50 untuk sedotan stainless steel mungkin tidak akan menyakiti Anda—tetapi, seperti berjemur di anus, meminum susu mentah, atau mencela M&Ms, atau tren MAHA lainnya, itu mungkin akan membuat Anda terlihat sedikit konyol,” tulis artikel referensi.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kecemasan yang tidak berdasar dapat dimanfaatkan oleh pemasar yang cerdik untuk menjual produk dengan klaim yang tidak dapat diverifikasi. Konsumen diimbau untuk selalu memeriksa bukti ilmiah di balik klaim produk kesehatan sebelum memutuskan untuk membeli, terutama jika produk tersebut dipromosikan melalui saluran pemasaran berjenjang atau afiliasi.




