JBNews.id — Atari resmi menandatangani kesepakatan dengan Universal Pictures untuk mengembangkan film yang diadaptasi dari 10 game ikoniknya. Universal dikabarkan telah membeli proyek pertama dari kemitraan strategis ini, menandai langkah besar industri game memasuki industri perfilman Hollywood.
Kesepakatan ini diumumkan pada Minggu (2/8/2026) dan langsung menjadi perhatian pelaku industri hiburan global. Sepuluh judul yang akan diadaptasi mencakup game-game legendaris yang pernah dimainkan gamer veteran, seperti Asteroids, Adventure, Berzerk, Breakout, Centipede, Crystal Castles, Millipede, Missile Command, Pong, dan Yar’s Revenge. Namun, judul pertama yang akan difilmkan belum diungkap ke publik.
“Selama lebih dari lima dekade, Atari telah menciptakan game dan dunia yang tetap menjadi bagian dari budaya populer jauh setelah perilisan aslinya. Kami sangat gembira dapat bekerja sama dengan Universal dan Entertainment 360 untuk membawa semangat merek dan game ikonik kami ke media baru,” kata CEO Atari, Wade Rosen, dilansir Deadline.
Kerja sama ini lahir dari naskah asli yang dibuat Matt Reilly selaku eksekutif di Universal dan Carl Hampe, seorang produser di film Hellboy. Guymon Casady dipercaya menggarap proyek pertama ini. Casady mengaku dirinya dan Reilly tumbuh besar bermain game Atari 2600 dan tetap menjadi penggemar hingga saat ini.
“Game Atari terbaik membawa anda ke dalam sebuah dunia dan membiarkan imajinasi anda melakukan sisanya. Carl dan Matt melihat peluang untuk mengambil semangat yang sama dan membangun petualangan orisinal berskala besar di sekitarnya. Sejak saat kami membaca naskah filmnya, kami yakin ada film hebat di sini,” ujar Casady.

Baca Juga:
Hubungan yang dibangun Atari dan Universal Pictures menjadi bentuk nyata dari kabar yang sebelumnya sempat beredar, yakni Hollywood mulai tertarik dengan film adaptasi video game. Penulis di film The Batman 2, Mattson Tomlin, mengungkapkan kalau Hollywood sudah mengalihkan obsesinya dari buku komik superhero. Jika yang disampaikan Tomlin bisa dipercaya, maka jangan heran jika ke depannya lebih banyak film adaptasi game dibandingkan superhero.
Tren ini memang sudah terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2026 ini saja ada beberapa film yang siap rilis berdasarkan game Resident Evil dan Street Fighter. Sederet film adaptasi game mulai mendominasi box office, membuktikan bahwa formula ini memiliki daya tarik komersial yang kuat bagi studio-studio besar.
Data pendapatan menjadi bukti nyata. Kedua film Super Mario sukses meraup pendapatan luar biasa, lebih dari USD 1 miliar. Sementara itu, A Minecraft Movie menghasilkan lebih dari USD 900 juta saat tayang pada 2025. Angka-angka ini menunjukkan potensi finansial yang sangat besar dari adaptasi game ke layar lebar.
Bagi industri game, langkah Atari ini menjadi sinyal bahwa warisan intelektual klasik masih memiliki nilai komersial yang tinggi. Game-game seperti Pong dan Breakout yang lahir puluhan tahun lalu kini kembali relevan sebagai properti film. Ini sekaligus membuka peluang bagi studio game lain untuk menjajaki kemitraan serupa dengan rumah produksi Hollywood.
Dari sisi pasar, keputusan Universal Pictures mengakuisisi proyek pertama Atari menunjukkan keyakinan studio terhadap potensi waralaba ini. Dengan dukungan Entertainment 360, divisi yang dikenal menggarap proyek-proyek berbasis properti intelektual, adaptasi ini diharapkan mampu bersaing dengan film-film adaptasi game lainnya yang tengah membanjiri box office.
Kemitraan Atari-Universal juga menjadi indikator pergeseran strategi Hollywood. Jika sebelumnya studio berlomba mengadaptasi buku komik, kini perhatian mulai beralih ke dunia game. Pernyataan Mattson Tomlin tentang pergeseran obsesi Hollywood ini sejalan dengan langkah nyata yang diambil Universal Pictures bersama Atari.
Bagi para penggemar game klasik, kabar ini tentu menjadi kabar baik. Kesepuluh judul yang akan diadaptasi merupakan game-game yang membentuk fondasi industri video game modern. Adaptasi film dari judul-judul ini berpotensi menghadirkan nostalgia sekaligus memperkenalkan warisan Atari kepada generasi baru penonton bioskop.
Belum ada informasi resmi mengenai jadwal produksi, sutradara, maupun pemeran untuk proyek pertama ini. Yang jelas, langkah Atari bersama Universal Pictures menjadi babak baru dalam sejarah panjang perusahaan game yang berdiri sejak era 1970-an ini. Keputusan untuk mengadaptasi 10 game sekaligus juga menunjukkan ambisi besar kedua perusahaan dalam membangun waralaba film jangka panjang.
Dengan tren film adaptasi game yang terus menguat dan bukti kesuksesan komersial dari judul-judul seperti Super Mario dan Minecraft, keputusan Atari bergandengan tangan dengan Universal Pictures terbilang tepat waktu. Pertanyaannya kini tinggal menunggu judul mana yang akan menjadi proyek pertama dan bagaimana Universal menghadirkan dunia game klasik ini ke layar lebar.




