JBNews.id — Apple resmi meluncurkan “Apple Upgrade”, program sewa perangkat terbaru yang mencakup iPhone, Mac, iPad, dan Apple Watch. Layanan ini mulai tersedia hari ini di Amerika Serikat dengan skema seperti sewa mobil, memungkinkan pengguna menyimpan perangkat di akhir masa sewa, melunasi lebih awal, atau meningkatkan ke model terbaru.
Peluncuran program ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Apple menaikkan harga MacBook, iPad, dan perangkat lainnya akibat kelangkaan memori dan penyimpanan yang berkepanjangan. Meskipun iPhone tidak terkena dampak kenaikan harga kali ini, CEO Apple Tim Cook telah memperingatkan bulan lalu bahwa “situasi ini sudah tidak berkelanjutan”, yang mengindikasikan seri iPhone 18 bisa lebih mahal dari perkiraan saat diluncurkan akhir tahun ini.
Program Apple Upgrade akan tersedia baik secara online maupun di toko ritel fisik, dengan Klarna bertindak sebagai mitra keuangan Apple. Pengguna harus melewati proses persetujuan melalui soft credit check untuk bisa bergabung dalam program ini.
Baca Juga:
Detail Program dan Harga Sewa
Untuk iPhone dan Apple Watch, masa sewa tersedia selama 24 bulan, sementara Mac dan iPad memiliki jangka waktu sewa 36 bulan. Harga sewa bulanan dimulai dari angka yang kompetitif: $17,99 per bulan untuk iPhone 17e, $11,99 untuk Apple Watch Series 11, $24,99 untuk MacBook Air, dan $11,99 untuk iPad Air.
Di akhir masa sewa, pelanggan memiliki tiga opsi: meningkatkan perangkat ke generasi terbaru, membeli perangkat dengan pembayaran satu kali, atau mengembalikan perangkat dan keluar dari program. Fleksibilitas ini memberikan kendali penuh kepada pengguna atas perangkat mereka.
Apple Upgrade menggantikan program iPhone Upgrade Program yang lebih terbatas yang pertama kali diluncurkan pada 2015. Program lama tersebut sudah tidak lagi menerima pendaftaran baru. Perbedaan utama lainnya adalah Apple Upgrade tidak mencakup AppleCare, paket perpanjangan garansi yang juga baru-baru ini terkena dampak kenaikan harga.
Implikasi bagi Pengguna dan Industri
Layanan sewa baru ini merupakan kelanjutan dari tujuan Apple untuk iPhone Upgrade Program: menyediakan alternatif internal untuk rencana upgrade yang ditawarkan oleh banyak operator seluler AS. Dengan cakupan perangkat yang lebih luas, Apple Upgrade berpotensi mengubah cara konsumen mengakses ekosistem Apple.
Namun, pengguna perlu berhati-hati dengan kewajiban pembayaran. Kode yang ditemukan di beta iOS 27 pekan lalu mengindikasikan Apple sedang mengembangkan cara untuk mengunci iPhone yang dibiayai dari akses aplikasi jika terdeteksi menunggak pembayaran. Ini sejalan dengan mode pembatasan iPhone yang disiapkan untuk tunggakan cicilan.
Bagi pengguna di Indonesia, program ini belum diumumkan ketersediaannya. Namun, tren ini menunjukkan pergeseran strategi Apple dari model kepemilikan penuh menuju model langganan, yang bisa menjadi preseden bagi pasar global termasuk Indonesia. Sementara itu, pembaruan keamanan iOS tetap menjadi prioritas Apple untuk menjaga kepercayaan pengguna.
Implikasi faktual dari program ini adalah Apple semakin serius membangun ekosistem berlangganan yang mengikat pengguna dalam jangka panjang. Dengan harga perangkat yang terus meningkat akibat tekanan rantai pasok, model sewa seperti Apple Upgrade bisa menjadi solusi bagi konsumen yang ingin selalu menggunakan perangkat terbaru tanpa harus membayar penuh di muka. Bagi Apple, ini berarti pendapatan berulang yang lebih stabil dan loyalitas pelanggan yang lebih kuat.




