Apple Tingkatkan Produksi iPhone Ultra Lipat Jadi 10 Juta Unit

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
iPhone Ultra ponsel lipat pertama Apple dengan desain premium dan layar lipat
  • Apple meningkatkan target produksi iPhone Ultra lipat menjadi 10 juta unit pada 2026
  • Target awal berada di kisaran 7-8 juta unit, menunjukkan optimisme pasar
  • iPhone Ultra diperkirakan meluncur bersamaan dengan iPhone 18 Pro pada September 2026
  • Harga diprediksi mulai US$2.500 (Rp40 jutaan) hingga US$3.000 untuk varian tertinggi
  • Apple juga menyiapkan 70 juta unit iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max
  • Total target produksi lini iPhone terbaru 2026 mencapai 220 juta unit
  • iPhone Ultra akan bersaing dengan Samsung Galaxy Z Fold dan ponsel lipat China
  • Perangkat akan mengandalkan desain premium, integrasi iOS, dan ekosistem Apple

JBNews.id — Apple dikabarkan meningkatkan target produksi ponsel lipat pertamanya, yang sementara disebut iPhone Ultra, menjadi sekitar 10 juta unit sepanjang 2026. Angka ini naik dari target awal yang berkisar 7-8 juta unit, menunjukkan optimisme perusahaan terhadap segmen ponsel lipat yang selama ini didominasi Samsung dan produsen China.

Menurut laporan dari rantai pasok yang dikutip Nikkei Asia, Apple telah meminta sejumlah pemasok untuk meningkatkan kapasitas produksi perangkat lipat tersebut. iPhone Ultra diperkirakan akan meluncur bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro pada September 2026. Kenaikan target ini mencerminkan keyakinan Apple terhadap permintaan pasar.

Tak hanya iPhone Ultra, Apple juga meminta pemasok menyiapkan sekitar 70 juta unit iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Secara keseluruhan, target produksi lini iPhone terbaru pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 220 juta unit. Beberapa pemasok bahkan diminta mempersiapkan tambahan produksi hingga 85 juta unit pada paruh kedua tahun depan sebagai antisipasi tingginya permintaan dan mengurangi risiko gangguan rantai pasok.

Langkah ini dinilai sebagai strategi agresif Apple untuk memasuki pasar ponsel lipat yang selama ini dikuasai Samsung melalui lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. Selain itu, Huawei dan Xiaomi juga agresif menghadirkan perangkat lipat di berbagai pasar. Kehadiran iPhone Ultra diperkirakan bakal mengubah persaingan di segmen ini.

Apple diyakini mengandalkan desain premium, integrasi iOS, serta ekosistem perangkat yang kuat untuk menarik pengguna. Hingga kini, Apple masih merahasiakan detail spesifikasi perangkat tersebut. Namun berbagai rumor menyebut iPhone Ultra akan memakai layar lipat dengan engsel baru, desain yang lebih tipis, serta performa setara lini flagship Apple lainnya.

Harga iPhone Ultra Diprediksi Sangat Mahal

Rumor yang beredar menyebut iPhone Ultra akan menjadi produk paling premium dalam lini iPhone. Perangkat ini diperkirakan dibanderol mulai US$2.500 atau sekitar Rp40 jutaan. Untuk varian penyimpanan tertinggi, harganya bahkan disebut bisa menembus US$3.000. Angka tersebut jauh lebih mahal dibandingkan sebagian besar ponsel lipat Android yang beredar saat ini.

Jika benar, iPhone Ultra akan menyasar segmen ultra-premium dan pengguna yang menginginkan perangkat lipat dengan ekosistem Apple. Pasar ponsel lipat saat ini masih dikuasai Samsung, namun Apple optimistis bisa merebut pangsa pasar dengan strategi harga premium dan loyalitas pengguna.

iPhone Ultra

Laporan lain menyebut Apple turut meminta sebagian komponen iPhone 17 disimpan untuk mendukung produksi generasi berikutnya. Ini menunjukkan perencanaan matang Apple dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan.

Bagi pengguna yang penasaran dengan uji ketahanan perangkat terbaru Apple, sejumlah video telah beredar di media sosial sebelum akhirnya ditarik oleh perusahaan.

Implikasi bagi Pasar Ponsel Lipat

Keputusan Apple menaikkan produksi iPhone Ultra menjadi 10 juta unit menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjangkau pasar ponsel lipat. Jika jadwal peluncuran tidak berubah, iPhone Ultra dan seri iPhone 18 diperkirakan diperkenalkan pada September 2026. Ini akan menjadi momentum penting bagi industri ponsel lipat global.

Dengan harga yang diprediksi sangat mahal, iPhone Ultra akan bersaing di segmen ultra-premium. Namun, dengan basis pengguna Apple yang loyal dan ekosistem yang terintegrasi, perangkat ini berpotensi menggeser dominasi Samsung di pasar ponsel lipat.

Bagi pengguna yang tertarik dengan pembaruan keamanan terbaru Apple, perusahaan juga baru saja merilis iOS 26.5.2 darurat untuk mengatasi ancaman hacker AI.

Apple juga terus memperluas ekosistem perangkatnya, termasuk dalam sektor kesehatan. Baru-baru ini, perusahaan dilaporkan menggunakan gadget Apple untuk memantau pasien di rumah sakit Singapura, menunjukkan diversifikasi penggunaan produknya.

Secara keseluruhan, langkah Apple menaikkan produksi iPhone Ultra menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan siap bersaing di pasar ponsel lipat. Dengan desain premium, integrasi iOS, dan ekosistem yang kuat, iPhone Ultra berpotensi menjadi game changer di segmen ini. Bagi konsumen, kehadiran iPhone Ultra akan memberikan lebih banyak pilihan di segmen ponsel lipat premium, meski dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan kompetitor Android.