Apple Neural Engine: Asal-usul Chip AI dari Proyek Mobil Otonom

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi chip Apple Neural Engine dengan latar belakang sirkuit elektronik biru
  • Apple Neural Engine lahir dari proyek mobil otonom yang gagal
  • Pertama kali diperkenalkan di iPhone X dengan chip A11 Bionic
  • Mendukung fitur FaceID, Animoji, dan augmented reality
  • Apple lewatkan chip M6, langsung kembangkan M7 dengan Neural Engine lebih kuat
  • M7 Ultra dijadwalkan rilis paruh pertama 2027 dengan dukungan RAM 1,5TB
  • Strategi ini memperkuat posisi Apple di AI hardware dan server

JBNews.id — Apple Inc. telah mengonfirmasi bahwa proyek mobil otonom yang gagal justru menjadi fondasi bagi keunggulan chip AI perusahaan saat ini. Selama pengembangan platform self-driving, Apple menyadari kebutuhan akan pemrosesan AI on-device yang sangat kuat. Meskipun prosesor mobil tidak pernah selesai, proyek tersebut melahirkan Neural Engine, tulang punggung pemrosesan AI on-device Apple.

Neural Engine pertama kali diperkenalkan pada iPhone X bersama chip A11 Bionic. Pada masa awal, komponen ini terutama digunakan untuk computer vision, mendukung fitur FaceID, Animoji, dan augmented reality. Namun, dengan meletakkan dasar pemrosesan AI on-device, Apple berhasil memantapkan diri sebagai pemimpin awal dengan membawa Neural Engine ke desktop melalui chip seri M.

Menurut laporan Mark Gurman dalam newsletter Power On terbaru, pengembangan Neural Engine berawal dari kebutuhan prosesor untuk mobil listrik otonom Apple. “Prosesor mobil itu tidak pernah selesai, tetapi mengarah pada pengembangan Neural Engine,” tulis Gurman. Ini menunjukkan bagaimana kegagalan satu proyek dapat menjadi batu loncatan bagi inovasi lain yang lebih berdampak.

Meskipun upaya perangkat lunak AI Apple tertinggal dari industri lain, perangkat kerasnya dinilai sangat impresif. Keunggulan hardware inilah yang memungkinkan Apple menonjolkan fitur privasi, karena lebih sedikit data yang dikirim ke cloud. Dengan pemrosesan langsung di perangkat, pengguna mendapatkan keamanan data yang lebih baik tanpa mengorbankan performa AI.

Apple kini menjadikan perangkat keras AI sebagai pilar utama strategi masa depan. Menurut Gurman, perusahaan melewatkan varian Pro, Max, dan Ultra dari chip M6 yang akan datang. Sebagai gantinya, Apple mempercepat pengembangan chip M7 yang dijadwalkan hadir pada paruh pertama 2027 dengan peningkatan signifikan pada Neural Engine.

Strategi Chip M7 dan Server AI

Chip M7 Ultra diperkirakan akan menjadi basis produk server baru dari Apple. Server ini dikabarkan mendukung RAM hingga 1,5TB, menunjukkan ambisi Apple untuk bersaing di pasar komputasi AI skala besar. Langkah ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengandalkan pemrosesan AI di pusat data.

Keputusan Apple untuk melewatkan chip M6 dan langsung beralih ke M7 menunjukkan urgensi untuk memperkuat kemampuan AI. Dengan Neural Engine yang ditingkatkan secara signifikan, Apple berharap dapat mengejar ketertinggalan di bidang perangkat lunak AI, sambil mempertahankan keunggulan hardware yang sudah diakui.

Dalam jangka panjang, strategi ini dapat mengubah lanskap kompetisi AI. Apple tidak hanya bersaing di level perangkat konsumen, tetapi juga di infrastruktur server. Dengan investasi besar di chip M7, Apple menunjukkan komitmen untuk menjadi pemain utama di era komputasi AI, baik di perangkat pengguna maupun di cloud.

Bagi konsumen, implikasinya jelas: perangkat Apple masa depan akan memiliki kemampuan AI yang lebih canggih tanpa mengorbankan privasi. Dengan pemrosesan on-device yang semakin kuat, fitur-fitur seperti asisten virtual, pengenalan gambar, dan personalisasi akan berjalan lebih cepat dan aman.

Keberhasilan Neural Engine yang berawal dari proyek mobil otonom yang gagal menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya investasi riset jangka panjang. Meskipun Apple tidak pernah merilis mobil listrik, warisan proyek tersebut kini menjadi fondasi bagi strategi AI perusahaan yang paling ambisius.