Apple Kirim Surat Peringatan ke Mantan Karyawan di OpenAI

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi logo Apple dengan latar belakang gelap
  • Apple mengirimkan surat peringatan (legal preservation letter) kepada sekitar 40 mantan karyawan yang kini bekerja di OpenAI
  • Langkah ini merupakan bagian dari gugatan Apple terhadap OpenAI di pengadilan federal California
  • Apple menuduh OpenAI merekrut engineer kunci termasuk mantan eksekutif Apple Tang Tan dan Chang Liu
  • Apple mengklaim lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI
  • OpenAI membantah tuduhan dan mengatakan tidak ada bukti yang jelas

JBNews.id — Apple mengirimkan surat peringatan resmi kepada sekitar 40 mantan karyawannya yang kini bekerja di OpenAI. Langkah ini merupakan bagian dari gugatan hukum yang diajukan Apple terhadap OpenAI pekan lalu di pengadilan federal California.

Gugatan tersebut menuduh OpenAI melakukan upaya terkoordinasi untuk memperoleh informasi rahasia terkait proses manufaktur dan pengembangan produk Apple. Sebagai tindak lanjut, Apple mengirimkan legal preservation letter kepada puluhan mantan karyawan yang diduga membawa data sensitif perusahaan.

Menurut laporan The Financial Times, surat peringatan itu memerintahkan para penerima untuk menyimpan dokumen, catatan, dan bukti lain yang mungkin relevan dengan sengketa hukum. Apple meyakini dugaan penyalahgunaan informasi rahasia mungkin melibatkan lebih banyak orang daripada yang disebutkan dalam gugatan awal.

Apple menuduh OpenAI merekrut engineer kunci, termasuk mantan eksekutif Apple Tang Tan dan Chang Liu, untuk mendapatkan informasi seputar desain, proses manufaktur, dan rahasia perusahaan lainnya. Tan merupakan veteran Apple yang pernah memimpin tim desain produk dan kini menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI. Sementara Liu dulunya bekerja sebagai engineer senior di Apple sebelum pindah ke tim hardware OpenAI.

Dalam gugatannya, Apple mengklaim Tan mengarahkan karyawan Apple yang mengikuti wawancara di OpenAI untuk berbagi rahasia perusahaan selama proses rekrutmen. “Ia telah mengarahkan para kandidat yang masih bekerja di Apple untuk membawa ‘bagian-bagian asli’ dari Apple ke wawancara mereka untuk sesi ‘unjuk dan jelaskan’ di mana ia dan timnya di OpenAI dapat menggali lebih banyak rahasia Apple,” tulis gugatan tersebut seperti dikutip dari Gizmodo.

Gugatan itu mengklaim bahwa lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI. Angka ini mengindikasikan dugaan pelanggaran yang lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya. OpenAI membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki bukti bahwa gugatan ini memiliki alasan yang jelas.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dua raksasa teknologi global. Perseteruan antara Apple dan OpenAI berpotensi berdampak pada industri teknologi secara keseluruhan, terutama terkait perlindungan kekayaan intelektual dan mobilitas tenaga kerja.

Apple menyatakan bahwa Gugatan Apple ke OpenAI merupakan langkah serius untuk melindungi rahasia perusahaan. Perusahaan Cupertino itu mengklaim telah menginvestasikan miliaran dolar dalam penelitian dan pengembangan, sehingga perlindungan kekayaan intelektual menjadi prioritas utama.

Sementara itu, pengamat industri menilai kasus ini bisa menjadi preseden penting bagi Pendiri Apple dan perusahaan teknologi lainnya dalam menghadapi tantangan serupa di masa depan. Persaingan perekrutan talenta di industri teknologi semakin ketat, terutama di bidang kecerdasan buatan.

OpenAI sendiri tengah berada dalam fase ekspansi besar-besaran. Perusahaan yang didukung Microsoft ini terus merekrut talenta terbaik dari berbagai perusahaan teknologi. Namun, tuduhan pencurian rahasia dagang ini bisa menjadi hambatan serius bagi rencana ekspansi mereka.

Analis hukum memperkirakan kasus ini akan berlangsung panjang dan kompleks. Kedua belah pihak diperkirakan akan menghadirkan bukti-bukti kuat untuk mendukung argumen masing-masing. Pengadilan federal California akan menjadi arena pertarungan hukum antara dua raksasa teknologi ini.

Implikasinya bagi industri teknologi sangat luas. Jika Apple memenangkan gugatan ini, perusahaan teknologi lain mungkin akan lebih ketat dalam melindungi data dan rahasia perusahaan mereka. Sebaliknya, jika OpenAI menang, ini bisa menjadi angin segar bagi mobilitas tenaga kerja di industri teknologi.

[CONTENT_END]