Akuisisi Electronic Arts oleh Arab Saudi Resmi Rampung

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Akuisisi Electronic Arts oleh Arab Saudi senilai Rp 985 triliun rampung, PIF resmi menjadi pemilik mayoritas raksasa video game pemilik EA Sports FC
  • Akuisisi Electronic Arts oleh Arab Saudi senilai USD 55 miliar (Rp 985 triliun) resmi rampung
  • PIF Arab Saudi menjadi pemilik mayoritas Electronic Arts, pemilik EA Sports FC
  • Electronic Arts tidak lagi diperdagangkan di Nasdaq, status berubah menjadi private company
  • CEO Andrew Wilson menunjuk Cam Weber sebagai kepala divisi studio dan David Tinson sebagai COO, keduanya diangkat sebagai presiden
  • Pengumuman akuisisi pertama kali pada 29 September 2025, disetujui pemegang saham sebulan kemudian
  • Konsorsium investor terdiri dari PIF Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners
  • PIF telah membeli saham EA senilai USD 3 miliar pada 2021 dan meningkatkan kepemilikan 55% pada 2023
  • Turqi Alnowaiser menyatakan hiburan dan olahraga adalah fokus strategis utama PIF

JBNews.id — Akuisisi Electronic Arts oleh Arab Saudi senilai USD 55 miliar atau sekitar Rp 985 triliun akhirnya rampung. Kini, Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) resmi menjadi pemilik mayoritas raksasa video game pemilik EA Sports FC tersebut.

Setelah proses akuisisi tuntas, Electronic Arts tidak lagi diperdagangkan di Nasdaq. Status perusahaan berubah dari perusahaan publik menjadi perusahaan tertutup (private company). Keputusan ini menandai babak baru bagi salah satu pengembang game terbesar di dunia.

Perombakan Jajaran Kepemimpinan

CEO Electronic Arts, Andrew Wilson, langsung mengambil langkah strategis dengan melakukan perubahan pada posisi tinggi di perusahaannya. Wilson menunjuk Cam Weber sebagai kepala divisi studio yang sebelumnya diisi oleh Laura Miele. Sementara itu, David Tinson dipercaya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Keduanya juga diangkat sebagai presiden perusahaan.

“Memimpin fase selanjutnya ini membutuhkan kreativitas yang berani dan eksekusi yang luar biasa. Kami memiliki tim kepemimpinan yang sangat berpengalaman di seluruh perusahaan, dan seiring dengan terus berkembangnya peluang kami, saya sangat antusias untuk bermitra dengan Cam dan David,” tulis Wilson dalam memo kepada karyawan, dilansir Games Industry, Kamis (6/8/2026).

Akuisisi yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap Electronic Arts senilai USD 55 miliar atau sekitar 985 triliun akhirnya rampung. Kini, pemilik mayoritas raksasa video game pemilik EA Sports FC ini ialah Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF).

Menurut Wilson, kedua orang tersebut telah membantu Electronic Arts melalui beberapa momen paling transformatif. Cam dan David dinilai memiliki pengalaman, kerendahan hati, dan komitmen yang dalam kepada tim serta para penggemar game besutan Electronic Arts.

“Saat kita memulai babak selanjutnya ini, saya lebih optimis dari sebelumnya tentang apa yang akan kita ciptakan bersama. Peluang di depan sangat luar biasa, dan akan diwujudkan oleh kreativitas, ambisi, dan keyakinan kita pada apa yang mungkin,” tegas Wilson.

Perjalanan Panjang Proses Akuisisi

Kabar akuisisi yang dilakukan Arab Saudi terhadap Electronic Arts sebenarnya sudah diumumkan pada tanggal 29 September 2025. Proses pembelian ini dipimpin oleh konsorsium investor, termasuk PIF Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners. Sebulan setelah pengumuman tersebut, para pemegang saham Electronic Arts menyetujui akuisisi ini.

Wakil gubernur PIF Arab Saudi dan kepala investasi internasional, Turqi Alnowaiser, memberikan pernyataan resmi terkait langkah strategis ini. “Sebagai investor minoritas di perusahaan ini selama lebih dari lima tahun, kami memiliki pemahaman mendalam tentang platform unik EA, waralaba olahraga dan game global yang besar, serta kekayaan intelektual (IP) yang ikonik,” kata Alnowaiser.

“Hiburan dan olahraga adalah area fokus strategis utama bagi PIF, dan termasuk di antara sektor yang paling cepat berkembang dan berevolusi di seluruh dunia. Bersama-sama, Konsorsium ini memiliki posisi unik untuk menjadi mitra jangka panjang bagi tim manajemen EA dalam mendorong pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan bagi EA dan industri ini,” tambahnya.

Perjalanan investasi PIF di Electronic Arts sebenarnya sudah dimulai jauh sebelumnya. PIF membeli saham Electronic Arts senilai lebih dari USD 3 miliar pada 2021. Dua tahun kemudian, tepatnya 2023, mereka meningkatkan kepemilikannya sebesar 55%.

Akuisisi ini menjadi salah satu transaksi terbesar di industri game global. Dengan nilai mencapai Rp 985 triliun, langkah Arab Saudi melalui PIF menunjukkan ambisi besar negara tersebut untuk menjadi pemain utama di sektor hiburan digital dan olahraga elektronik.

Keputusan untuk menjadikan Electronic Arts sebagai perusahaan tertutup memberikan fleksibilitas lebih besar bagi manajemen dalam mengambil keputusan jangka panjang tanpa tekanan pasar saham. Hal ini sejalan dengan strategi PIF yang menargetkan pertumbuhan berkelanjutan di sektor hiburan global.

Dengan selesainya akuisisi ini, Electronic Arts kini berada di bawah kendali penuh konsorsium yang dipimpin PIF Arab Saudi. Langkah ini diperkirakan akan membawa perubahan signifikan bagi industri video game, mengingat Electronic Arts memiliki waralaba olahraga dan game global yang besar dengan kekayaan intelektual ikonik.

Bagi para penggemar game besutan Electronic Arts, perubahan kepemilikan ini menjadi sinyal bahwa perusahaan akan terus berinovasi dengan dukungan finansial yang lebih kuat. Sementara itu, industri game global kini menyaksikan bagaimana investasi besar-besaran dari Timur Tengah mulai mengubah lanskap kompetitif industri hiburan digital.

Perubahan status Electronic Arts menjadi perusahaan tertutup juga berdampak pada cara perusahaan beroperasi. Tanpa kewajiban pelaporan keuangan publik, perusahaan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan strategi jangka panjang, termasuk potensi ekspansi ke pasar-pasar baru dan pengembangan teknologi game generasi berikutnya.

Konsorsium yang dipimpin PIF ini menegaskan komitmennya untuk mendukung tim manajemen Electronic Arts dalam mendorong pertumbuhan dan inovasi. Dengan pengalaman PIF yang telah lama menjadi investor di perusahaan ini, transisi kepemilikan diharapkan berjalan mulus tanpa mengganggu operasional sehari-hari.

Akuisisi Electronic Arts oleh Arab Saudi juga menjadi bagian dari tren lebih luas investasi negara-negara Teluk di sektor teknologi dan hiburan global. Langkah ini sejalan dengan upaya diversifikasi ekonomi yang dilakukan berbagai negara di kawasan tersebut di luar sektor minyak dan gas.

Ke depan, seluruh mata industri game akan tertuju pada langkah-langkah berikutnya dari Electronic Arts di bawah kepemilikan baru ini. Dengan dukungan finansial yang kuat dan tim kepemimpinan yang telah dirombak, perusahaan siap memasuki babak baru dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu pengembang game terkemuka di dunia.