AI China Samai AS, Perusahaan Amerika Mulai Panik

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi pengusaha teknologi AS yang cemas menghadapi persaingan AI dari China
  • Keunggulan AI AS mulai terkikis oleh pesaing dari China
  • Model GLM-5.2 dari startup Z.ai disebut setara dengan model AS
  • Biaya penggunaan GLM-5.2 jauh lebih murah dibanding model AS
  • Marc Andreessen mengakui GLM-5.2 sebagai model China pertama yang setara
  • Anthropic menuduh perusahaan China menggunakan teknik distilasi ilegal
  • Ahli meragukan efektivitas tindakan keras terhadap distilasi
  • Perusahaan AS mungkin harus menerima persaingan setara dari China

JBNews.id, JAKARTA — Keunggulan yang dinikmati perusahaan Amerika Serikat dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) mulai terkikis. Pesaing dari China kini semakin mendekat, memicu gelombang kecemasan di sektor teknologi AS.

Lebih dari setahun lalu, DeepSeek memicu krisis eksistensial dan aksi jual besar-besaran saham di industri teknologi AS. Saat itu, startup China tersebut merilis model AI kompetitif dengan biaya produksi jauh lebih murah dibanding model-model unggulan Amerika. Jika peristiwa itu dianggap sebagai alarm, maka peluncuran GLM-5.2 pada bulan lalu menjadi pukulan keras di pintu depan.

Model dari startup China, Z.ai, ini disebut-sebut memiliki kekuatan yang hampir setara, bahkan sebanding dengan sistem AI terdepan AS. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan coding dan aplikasi keamanan siber, dengan biaya penggunaan yang jauh lebih rendah.

Marc Andreessen, venture capitalist terkemuka Silicon Valley, melalui akun Twitter-nya menyatakan bahwa “para insider AI mengatakan GLM-5.2 adalah model AI China pertama yang mampu menyamai dan seringkali mengalahkan model AI publik dari laboratorium besar Amerika tanpa kompromi.” Pernyataan ini semakin menegaskan pergeseran peta kekuatan AI global.

Menunjukkan tanda-tanda kehilangan kendali, perusahaan AS mulai menuding China melakukan kecurangan. Sebelumnya, Anthropic menuduh DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax menggunakan teknik distillation untuk mengumpulkan data secara ilegal guna meniru model AI mereka. Teknik ini melatih model “murid” yang lebih lemah dengan hasil keluaran model “guru” yang lebih canggih.

Laboratorium AI memang rutin menggunakan teknik ini untuk menciptakan versi yang lebih kecil dan efisien. Namun, Anthropic mengklaim perusahaan China menyalahgunakannya secara massal dengan melibatkan puluhan ribu akun untuk menyedot data dari model mereka. Tuduhan ini kembali mencuat ketika Anthropic mengirim surat ke senator AS yang menuduh raksasa China, Alibaba, juga melakukan praktik serupa.

“Serangan distilasi ini dilakukan secara ilegal, sistematis, dan dalam skala industri untuk memanen kemampuan AI AS dan mengemasnya ulang sebagai milik mereka,” demikian pernyataan Anthropic kepada para senator, seperti dikutip dari The New York Times.

Meski demikian, keluhan Anthropic mungkin sia-sia. Distilasi merupakan rahasia umum di antara para pesaing di sektor teknologi AS. Lebih jauh lagi, seperti dicatat The New York Times, belum jelas apakah praktik ini ilegal. Tanpa keputusan pengadilan yang menguntungkan, perusahaan AS harus mengandalkan tindakan balasan mereka sendiri untuk menghentikannya. Ironisnya, Anthropic sendiri pernah tertangkap basah menyematkan kode mata-mata pada model Claude Code untuk memata-matai pengguna China.

Perusahaan Amerika juga bisa memanfaatkan tekanan geopolitik. Opsi yang tersedia termasuk memutus akses China ke chip AI canggih, atau bahkan memblokir warga AS untuk mengakses model AI China. Langkah ini tidak mustahil mengingat AS pernah mengancam akan melarang TikTok untuk memaksa ByteDance menjual operasinya, serta secara efektif melarang mobil listrik China dengan tarif tinggi.

Meskipun perusahaan China mungkin menggunakan cara-cara tersembunyi untuk mengejar ketertinggalan, banyak ahli percaya bahwa tindakan keras terhadap distilasi tidak akan berarti banyak. Membangun model secanggih milik Z.ai tidak bisa dijelaskan hanya dengan teknik distilasi. Perusahaan AS mungkin harus menerima kenyataan bahwa pesaing mereka dari China kini berada di pijakan yang setara.

Keluhan tentang distilasi menjadi pengalihan yang nyaman di tengah meningkatnya pengawasan terhadap produk coding AS yang dinilai terlalu mahal untuk digunakan di lingkungan korporasi. Atau, ini bisa menjadi permohonan putus asa agar pemerintah AS turun tangan menyelamatkan mereka dari kerasnya persaingan pasar bebas global.

Fenomena ini juga beriringan dengan dominasi perusahaan AI dalam pengeluaran pemilu AS 2026, menunjukkan betapa besarnya pengaruh industri ini. Di sisi lain, kekhawatiran publik juga meningkat, terbukti dari kekhawatiran Hollywood terhadap kritik Big Tech yang mempengaruhi keputusan produksi film.