1X Neo Robot Humanoid Luncurkan Tangan dengan 25 Derajat Kebebasan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Robot humanoid Neo dari 1X dengan tangan lima jari yang memiliki 25 derajat kebebasan bergerak
  • 1X mengungkap detail tangan robot Neo dengan 25 derajat kebebasan, hanya sedikit di bawah 27 derajat kebebasan tangan manusia
  • Tangan menggunakan aktuator yang mereplikasi tendon manusia, dilengkapi kamera dan AI untuk konteks objek
  • Fitur utama: mencengkeram bentuk tidak beraturan, deteksi benda terlepas, hiperekstensi jari, sertifikasi IP68
  • Desain lembut terinspirasi Baymax, berbeda dari robot humanoid industri pertahanan
  • Harga akses awal $20.000 lumpsum atau $500/bulan, prioritas pengiriman 2026
  • Masih menggunakan teleoperasi (Expert Mode) dengan kekhawatiran privasi dan keamanan siber

JBNews.id — 1X, perusahaan robotika asal Norwegia-Amerika, mengungkap detail tangan robot humanoid Neo yang memiliki 25 derajat kebebasan bergerak, mendekati kemampuan tangan manusia. Inovasi ini menandai langkah maju signifikan dalam pengembangan robot asisten rumah tangga yang aman dan cerdas.

Tangan Neo dirancang dengan aktuator yang mereplikasi cara tendon menggerakkan tangan manusia. Dengan 25 derajat kebebasan, jangkauan geraknya hanya sedikit di bawah tangan manusia yang memiliki 27 derajat kebebasan. Kamera dan kecerdasan buatan membantu robot memahami konteks objek yang akan diambil, memberikan kemampuan mencengkeram yang sangat luas.

1X menyatakan tangan Neo dapat mencengkeram bentuk tidak beraturan dan mendeteksi saat benda mulai terlepas dari genggamannya. Jari-jari robot ini juga mampu bergerak sangat cepat dan melakukan hiperekstensi ke arah yang tidak bisa dilakukan jari manusia. Selain itu, tangan Neo memiliki sertifikasi IP68, artinya robot dapat mencuci tangannya sendiri.

“Anda ingin bisa beroperasi bersama manusia yang belum pernah bekerja atau berinteraksi dengan robot, dan Anda tetap menginginkannya aman, patuh, dan lembut,” ujar Jonathan Terfurth, direktur aktuator dan tangan 1X. “Rentang gerak bisa sedikit ekstrem, tapi kami berusaha sangat dekat dengan apa yang bisa dilakukan manusia agar kami bisa hidup di dunia.”

Inovasi ini merupakan bagian dari momen ChatGPT-esque dalam dunia robotika, di mana robot berevolusi dari mesin cakar kikuk menjadi penangan yang cakap. Robot kini mampu membawa benda rapuh dengan lembut dan membantu tugas rumah tangga sehari-hari yang membosankan.

Baca Juga:

Desain Lembut Berbeda dari Pesaing

Pasar robot humanoid saat ini didominasi oleh mesin tangguh bergaya Terminator yang digunakan untuk kontrak industri pertahanan. 1X mengambil pendekatan berbeda. Neo adalah robot lembut yang dibalut cangkang lattice 3D, dengan desain terinspirasi karakter Baymax dari film Disney Big Hero 6.

“Kami menyukai gagasan bahwa robot bisa menjadi kehadiran yang damai, menyenangkan, dan konyol dalam kehidupan,” kata Dar Sleeper, wakil presiden produk dan desain 1X. “Sesuatu yang terasa nyaman untuk berada di sekitarnya, sesuatu yang lembut dari dalam ke luar. Jika Anda menginginkan sesuatu yang cocok dengan hidup Anda, itu tidak boleh terasa seperti berasal dari alam semesta yang berbeda.”

Neo ditawarkan dengan harga akses awal terbatas sebesar $20.000 atau $500 per bulan untuk digunakan di rumah. Pembayaran lumpsum akan diprioritaskan untuk pengiriman pada tahun 2026.

Mode Ahli dan Kekhawatiran Privasi

Meskipun target 1X adalah otomatisasi penuh, saat ini Neo masih dioperasikan sebagian secara teleoperasi. Fitur yang disebut Expert Mode ini memungkinkan operator manusia mengendalikan Neo dari jarak jauh dan melihat melalui kameranya untuk menangani tugas-tugas rumit.

Konsekuensinya, robot ini dapat melihat segala sesuatu di sekitarnya, termasuk situasi intim di rumah pengguna. Strategi pemasaran 1X untuk jari baru Neo terasa sensual, dengan video berlatar jazz lembut yang memperlihatkan jari robot memegang gelas anggur, mematikan lampu, membuka resleting jaket, dan menyentuh buah anggur.

1X menyatakan bahwa “ahli” manusia hanya dapat memasuki rumah pengguna saat diminta secara spesifik. Pengguna dapat memantau video yang ditangkap melalui aplikasi seluler. Cincin cahaya di sekitar telinga Neo akan berubah biru untuk menandakan ada orang yang terhubung, dan pengguna bisa mengeluarkan ahli kapan saja.

Namun, 1X tidak segera menjawab pertanyaan tentang bagaimana perusahaan berencana mencegah aktor jahat atau peretas mengambil alih robot. Masalah lain adalah belum bisa dipastikan seberapa baik aktuator dan gerakan tangan ini bekerja. Ketika ditanya apakah video demonstrasi dibuat oleh otomatisasi mesin atau dikendalikan seseorang dari jarak jauh, perwakilan 1X menjawab bahwa “beberapa video diartikulasikan mesin sementara beberapa dioperasikan untuk menunjukkan batas atas kemampuan perangkat keras.”

Perkembangan robot humanoid seperti Neo ini menjadi bagian dari tren yang lebih luas, termasuk kekhawatiran tentang bahaya robot otonom dan dampaknya terhadap tenaga kerja, seperti yang terlihat pada kedai tanpa staf di Korea.