JBNews.id β Stasiun Hongyancun di Chongqing, China, tercatat sebagai stasiun metro terdalam di dunia dengan titik terdalam mencapai sekitar 116 meter di bawah permukaan tanah. Berdasarkan data yang dihimpun dari World Atlas, daftar ini mencakup stasiun-stasiun di Rusia, Ukraina, China, hingga Korea Utara yang dibangun jauh di bawah permukaan karena berbagai faktor, mulai dari kondisi geologi hingga fungsi pertahanan.
Dari sepuluh stasiun terdalam di dunia, Ukraina dan Rusia mendominasi daftar dengan masing-masing tiga stasiun. Sementara itu, China menyumbang dua stasiun, dan satu stasiun masing-masing berasal dari Amerika Serikat serta Korea Utara. Kedalaman stasiun-stasiun ini bervariasi, mulai dari 67 meter hingga 116 meter.
Berikut adalah peringkat lengkap 10 stasiun metro terdalam di dunia berdasarkan data World Atlas.
Daftar 10 Stasiun Metro Terdalam di Dunia
Peringkat kesepuluh ditempati oleh Ploshchad Lenina di St. Petersburg, Rusia, yang berada sekitar 67 meter di bawah permukaan tanah. Faktor geologi dan keberadaan sungai membuat banyak jalur metro di kota ini harus dibangun sangat dalam.

Di peringkat kesembilan, Washington Park Station di Portland, Amerika Serikat, berada sekitar 79 meter di bawah tanah. Stasiun ini merupakan stasiun metro terdalam di Amerika Utara.
Peringkat kedelapan ditempati Park Pobedy di Moskow dengan kedalaman sekitar 84 meter. Selain menjadi stasiun metro terdalam di Rusia, stasiun ini juga memiliki eskalator sepanjang sekitar 126 meter.

Masih di Rusia, Admiralteyskaya di St. Petersburg dibangun hingga kedalaman sekitar 86 meter. Lokasinya di kawasan bersejarah membuat pembangunan jalur metro harus dilakukan jauh di bawah permukaan.
Peringkat keenam ditempati Universytet di Kyiv, Ukraina, yang berada sekitar 87 meter di bawah permukaan tanah. Dibuka pada 1960, stasiun ini dinamai dari Universitas Nasional Taras Shevchenko yang berada di dekatnya. Saat invasi Rusia pada 2022, stasiun yang juga merupakan cagar arsitektur ini berfungsi sebagai tempat perlindungan warga dari serangan udara.
Baca Juga:
Hongtudi Station di Chongqing, China, menempati peringkat kelima dengan kedalaman sekitar 94 meter. Kompleks stasiun ini dilengkapi puluhan eskalator yang menghubungkan berbagai tingkat bawah tanah.

Peringkat keempat ditempati Zoloti Vorota di Kyiv, Ukraina, yang berada sekitar 96,5 meter di bawah tanah. Selain dalam, stasiun ini juga terkenal dengan interior mosaik bergaya Kievan Rus.
Arsenalna di Kyiv, Ukraina, menempati peringkat ketiga dengan kedalaman sekitar 105,5 meter. Selama bertahun-tahun, stasiun ini dikenal sebagai stasiun metro terdalam di dunia sebelum akhirnya tergeser.
Di posisi kedua, Sistem Metro Pyongyang di Korea Utara berada lebih dari 110 meter di bawah tanah. Kedalaman tersebut dirancang agar stasiun juga dapat difungsikan sebagai tempat perlindungan jika terjadi serangan.

Puncak daftar ditempati Hongyancun Station di Chongqing, China, dengan titik terdalam mencapai sekitar 116 meter di bawah permukaan tanah. Penumpang membutuhkan waktu hingga delapan menit untuk mencapai peron dari permukaan.
Fenomena stasiun metro terdalam ini menunjukkan bagaimana infrastruktur transportasi bawah tanah dibangun dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi geologis, nilai historis kawasan, serta fungsi strategis sebagai tempat perlindungan. Bagi kota-kota dengan keterbatasan lahan permukaan atau kebutuhan pertahanan, pembangunan stasiun bawah tanah yang sangat dalam menjadi solusi yang dipilih.
Dari sisi teknis, pembangunan stasiun sedalam puluhan hingga ratusan meter menuntut teknologi konstruksi canggih dan biaya besar. Namun, hasilnya adalah sistem transportasi yang efisien dan andal bagi jutaan penumpang setiap harinya.
Bagi pengguna transportasi umum, keberadaan stasiun-stasiun terdalam ini memberikan alternatif mobilitas yang cepat meskipun membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai peron. Sementara itu, teknologi infrastruktur yang digunakan menjadi bukti kemampuan rekayasa sipil modern dalam mengatasi tantangan geologis.

Data ini juga menjadi referensi penting bagi perencana kota dan insinyur sipil dalam merancang sistem transportasi bawah tanah di masa depan. Dengan semakin padatnya kawasan perkotaan, tren pembangunan stasiun bawah tanah diperkirakan akan terus berlanjut.
Keberadaan stasiun-stasiun dengan kedalaman ekstrem ini juga menarik minat wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik menggunakan transportasi bawah tanah. Beberapa stasiun, seperti yang berada di Kyiv, bahkan memiliki nilai arsitektur dan sejarah yang tinggi.
Bagi industri konstruksi dan teknologi terkait, pencapaian ini menunjukkan potensi pengembangan infrastruktur bawah tanah yang masih luas. Kota-kota besar di dunia dapat belajar dari pengalaman Chongqing, Moskow, dan Kyiv dalam membangun sistem metro yang andal di kedalaman ekstrem.




