Jbnews.id β Kepolisian Sektor Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus penculikan dan penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial A (24) yang terjadi pada Selasa (21/4/2026). Empat orang pelaku yang merupakan warga setempat telah diamankan. Motif di balik aksi brutal ini diduga kuat dipicu oleh persoalan asmara.
Kapolsek Cikajang, Patri Arsono, mengonfirmasi penangkapan para pelaku yang berinisial DN (32), AK (29), MR (37), dan CS (47). βPara pelaku sudah diamankan di Polsek Cikajang untuk proses hukum lebih lanjut,β ujarnya pada Kamis (23/4/2026). Keempat tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Peristiwa penculikan ini bermula pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, di sebuah bengkel di Kampung Leuwiereng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang. Korban, Ahmad (24), yang merupakan warga Kecamatan Cigedug, tengah memperbaiki ban mobilnya ketika tiba-tiba didatangi oleh para pelaku. Tanpa basa-basi, mereka langsung melakukan kekerasan terhadap korban.
Para pelaku kemudian memaksa Ahmad untuk naik ke atas sepeda motor dan membawanya ke lokasi lain yang masih berada di wilayah Kecamatan Cikajang. Aksi penculikan ini berlangsung singkat namun menimbulkan trauma mendalam bagi korban. Beruntung, polisi bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi serta menangkap para pelaku tidak lama setelah kejadian.
Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif di balik penculikan dan penganiayaan tersebut. Keterangan sementara yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa persoalan asmara menjadi pemicu utama aksi nekat keempat pelaku. Polisi juga masih menyelidiki apakah ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini.
Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 333 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penculikan dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka-luka. Ancaman hukuman maksimal bagi para pelaku adalah sembilan tahun penjara. Proses hukum terhadap keempat tersangka saat ini masih berlangsung di Polsek Cikajang.




