Kecelakaan Maut Padalarang, Truk Rem Blong Tewaskan Pemotor

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Kecelakaan Maut di Padalarang, Truk Tangki Diduga Rem Blong Tabrak Pemotor hingga Tewas

Jbnews.id – Sebuah kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Padalarang–Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (24/4/2026) pagi. Sebuah truk tangki yang diduga mengalami rem blong menabrak sejumlah pemotor hingga menewaskan beberapa korban di lokasi kejadian.

Insiden ini terjadi di Kampung Kutaluhur, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, sekitar pukul 09.00 WIB. Truk tangki bermuatan bahan bakar melaju dari arah Padalarang menuju Cianjur. Saat melintasi jalan menurun, sopir truk kehilangan kendali karena sistem pengereman diduga tidak berfungsi.

“Kendaraan tidak bisa dikendalikan lagi karena rem blong. Sopir berusaha menghindar, tapi sudah terlambat,” ujar seorang saksi mata di lokasi yang enggan disebutkan namanya. Truk tersebut kemudian menabrak beberapa kendaraan roda dua yang sedang melaju di depannya.

Akibat tabrakan tersebut, tiga orang pengendara motor dilaporkan tewas di tempat. Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka berat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat di kawasan Padalarang. Tim gabungan dari Satlantas Polres Bandung Barat dan petugas medis langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kronologi dan Dampak Kecelakaan

Berdasarkan laporan sementara dari pihak kepolisian, truk tangki dengan nomor polisi B 9123 XCD melaju dengan kecepatan tinggi. Saat memasuki tikungan tajam di Kampung Kutaluhur, sopir diduga panik dan mencoba membanting setir ke kiri. Namun, laju truk tidak terkendali dan justru menghantam sejumlah pemotor yang sedang berhenti di pinggir jalan.

Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang di ruas Jalan Padalarang–Cianjur selama lebih dari tiga jam. Arus lalu lintas dari kedua arah dialihkan melalui jalur alternatif di Desa Ciburuy. Petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat mencatat, ruas Jalan Padalarang–Cianjur merupakan salah satu titik rawan kecelakaan di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, setidaknya terjadi 12 kecelakaan besar di jalur ini yang melibatkan kendaraan berat. Sebagian besar disebabkan oleh rem blong atau kelalaian pengemudi.

Respons dan Imbauan

Kepala Satlantas Polres Bandung Barat, AKBP Agus Wijaya, mengkonfirmasi kejadian tersebut. “Kami masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan sopir. Sementara ini, dugaan kuat adalah rem blong,” ujarnya dalam keterangan resmi. Ia juga mengimbau pengemudi kendaraan berat untuk selalu memeriksa kondisi rem sebelum beroperasi.

Kecelakaan maut di Padalarang ini menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan berkendara di jalur menurun. Masyarakat diharapkan lebih waspada saat melintasi kawasan rawan kecelakaan, terutama di Kabupaten Bandung Barat. Korban jiwa telah dievakuasi ke RSUD Ciburuy, sementara korban luka masih menjalani perawatan intensif.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun di lokasi kecelakaan agar proses evakuasi dan penyelidikan berjalan lancar. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah hasil penyelidikan resmi dirilis.

Insiden ini menambah catatan kelam kecelakaan lalu lintas di Jawa Barat pada tahun 2026. Data dari Korlantas Polri menunjukkan, hingga April 2026, sudah terjadi 345 kecelakaan di provinsi ini dengan korban jiwa mencapai 87 orang. Jalur Padalarang–Cianjur menjadi salah satu prioritas perbaikan infrastruktur oleh pemerintah daerah.

Sopir truk tangki yang terlibat dalam kecelakaan kini diamankan oleh pihak berwajib untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia terancam dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 tentang kelalaian yang menyebabkan korban jiwa. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara.

Masyarakat sekitar berharap pemerintah segera mengambil tindakan preventif, seperti pemasangan rambu peringatan tambahan dan jalur darurat di titik rawan kecelakaan. “Kami sudah sering meminta perbaikan, tapi belum ada tindakan nyata,” keluh seorang warga setempat.

Sementara itu, proses identifikasi korban tewas masih berlangsung. Nama-nama korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian. Keluarga korban diimbau untuk menghubungi Posko Bencana di Polres Bandung Barat untuk mendapatkan informasi terbaru.

Kecelakaan maut ini juga menjadi sorotan di media sosial. Banyak warganet yang mengkritik kondisi jalan dan kelalaian pengemudi truk. Tagar #KecelakaanPadalarang sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Jumat sore.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berjanji akan mengevaluasi keselamatan lalu lintas di ruas jalan tersebut. Rencana pembangunan jalur khusus untuk kendaraan berat sedang dikaji sebagai solusi jangka panjang. Namun, belum ada jadwal pasti pelaksanaannya.

Dengan demikian, kecelakaan maut di Padalarang ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak diharapkan lebih waspada dan proaktif dalam mencegah insiden serupa di masa depan.