Jbnews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi bahwa empat orang penumpang KRL meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara CommuterLine dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam. Data sementara yang dirilis KAI menunjukkan angka korban jiwa tersebut, sementara proses evakuasi dan penanganan korban masih berlangsung hingga malam hari.
“Berdasarkan data sementara, terdapat empat orang penumpang KRL yang meninggal dunia,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin malam. KAI menyampaikan duka cita yang mendalam serta belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Kecelakaan ini terjadi ketika CommuterLine yang sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur ditabrak oleh kereta jarak jauh yang melaju dari arah barat dan memasuki jalur yang sama. Insiden ini langsung menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terjadinya insiden tersebut. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” katanya. “Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” imbuhnya.
KAI mengonfirmasi bahwa seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan. Pelanggan dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam investigasi. KAI berjanji akan terus memberikan update perkembangan situasi kepada publik.




